Kamis, 13 Desember 2018

infobrand




Adakah Yang Mau Membeli Barang Semahal Itu???

Posted by: 12-09-2018 09:41 WIB 2519 viewer

Adakah Yang Mau Membeli Barang Semahal Itu???
Ahmad Fairu Zabadi, S,Ikom,MM,AMIPR,CPM (Asia)

Kalimat diatas seringkali kita dengar dari beberapa orang terhadap barang yang sangat mahal. Tentunya akan lebih berbahaya jika diucapkan bagi tenaga penjual yang akan menjual barang tersebut karena menunjukkan sikap pesimis dan akan menjadi boomerang dalam proses penjualan.

Jika anda adalah seorang sales manager yang ditunjuk oleh sebuah brand elektronik atau tas ternama yang baru saja ekspansi ke Indonesia dan harga produk yang dijual 5-10 kali lebih mahal daripada harga brand lain pada umumnya, Apakah anda akan berpikir bahwa produk tersebut akan sulit bersaing dengan produk dari brand lain yang sudah existing dan lebih murah?? Jawabannya adalah YA dan TIDAK.

Jawabannya akan menjadi YA jika kita memahami bahwa perilaku konsumen terhadap sebuah Brand berkaitan dengan Teori Hierarki Kebutuhan. Teori yang dicetuskan oleh Abraham Maslow ini membagi kebutuhan dalam lima tingkatan, yaitu :

Kebutuhan Fisiologis

Kebutuhan paling dasar pada setiap orang adalah kebutuhan fisiologis yakni kebutuhan untuk mempertahankan hidupnya secara fisik.

Contoh : makanan, minuman, tempat tinggal, seks, tidur,dan oksigen.

Kebutuhan Akan Rasa Aman & memiliki.

Kebutuhan yang kedua yaitu kebutuhan akan rasa aman. contohnya seperti aman fisik, stabilitas, ketergantungan, perlindungan, ancaman bahaya, kehilangan, kerusuhan dan bencana alam. Kebutuhan akan rasa aman berbeda dari kebutuhan fisiologis karena kebutuhan ini tidak bisa terpenuhi secara total. Namun, Kebutuhan ini dapat diakomodir dengan Asuransi Jiwa, Asuransi TLO mobil, Asuransi Kesehatan, dan BPJS.

Kebutuhan Sosial

Selanjutnya adalah kebutuhan Sosial. Kebutuhan ini meliputi dorongan untuk bersahabat, keinginan memiliki pasangan dan keturunan, kebutuhan berkeluarga dan kebutuhan antarpribadi seperti kebutuhan mencintai. Contoh dari kebutuhan ini dapat kita jumpai sehari-hari dalam kehidupan kita.

Kebutuhan Akan Penghargaan

Setelah ketiga kebutuhan diatas terpenuhi. Maslow menemukan bahwa seseorang akan mendaki ke kebutuhan penghargaan dirinya seperti perhatian, reputasi, apresiasi, dominasi, kompetensi, prestasi, kemandirian, dan kebebasan. Saat manusia dapat memenuhi kebutuhan untuk dihargai, mereka sudah siap untuk memasuki gerbang aktualisasi diri, kebutuhan tertinggi yang ditemukan Maslow.

Kebutuhan Akan Aktualisasi Diri

Tingkatan terakhir dari semua kebutuhan  tersebut adalah aktualisasi diri. Kebutuhan aktualisasi diri adalah kebutuhan yang tidak melibatkan keseimbangan, tetapi melibatkan hasrat yang terus menerus untuk memenuhi potensi. Contoh dari kebutuhan ini adalah konsumen yang rela membeli tas branded seharga ratusan juta rupiah atau supercar seharga miliaran rupiah demi untuk aktualisasi diri. Aktualisasi ini pun bukan hanya untuk kalangan jetset, namun tergantung dari kemampuan konsumen tersebut, tergantung positioning dan segmen yang dituju. Jika calon pembeli mengatakan bahwa produk Lexus terlalu mahal serta membandingkan dengan produk Toyota, berarti dia bukanlah segmen yang dituju Lexus. Jika tenaga penjual mengatakan Tas Tumi terlalu mahal dan membandingkannya dengan produk kompetitor, berarti dia tidak paham positioning produk yang dijualnya.

Selain itu, Aktualisasi ini tidak hanya dikaitkan dengan membeli sebuah produk, namun juga bisa dikaitkan dengan tindakkan. Seperti contoh ada seorang Pengusaha yang memiliki harta Miliaran bahkan Triliunan namun rela meninggalkan bisnisnya demi menjadi ketua di sebuah organisasi yang mana jabatan itu tidak memberikan profit yang besar jika dibandingkan dengan bisnisnya, itulah wujud dari aktualisasi diri.

Jadi, barang ternama dengan harga yang sangat mahal mempunyai pangsa pasar sendiri, yaitu kelompok mapan yang sudah pada tahap memenuhi aktualisasi diri. Itu sebabnya Brand-brand besar seperti Ferrari, Harley Davidson, Hublot, Hermes dan sebagainya tetap eksis dan terus ekspansi hingga sekarang.

Kembali lagi ke pertanyaan di awal, Bagaimana jika Jawabannya TIDAK?? Jawabannya Tidak Jika tenaga pemasar dan penjual tidak memahami serta tidak melakukan 4P + 1P (Product, Price, Place, Promotion, People) dan STP (Segmenting, Targetting, Positioning) yang tepat terhadap produk high-end tersebut. Misalnya, menjual produk High-end namun memilih showroom penjualan di Mall kelas menengah, maka akan sulit mendapatkan segmen yang tepat, sebaiknya pilihlah Mall dengan kelas High-end juga.

 

Ahmad Fairu Zabadi, S,Ikom,MM,AMIPR,CPM (Asia)

Brand & Marketing practitioner


brand

Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Edukasi Digital Branding bagi Decision Makers yang masih Zaman OLD

Edukasi Digital Branding bagi Decision Makers yang masih Zaman OLD
Membangun citra sebuah brand menjadi salah satu hal penting dalam dunia bisnis untuk keluar dari kerumunan pilihan brand yang begitu banyak bagi konsu...


Kenaikan Dolar Tidak Berpengaruh Pada Bisnis Franchise di Indonesia

Kenaikan Dolar Tidak Berpengaruh Pada Bisnis Franchise di Indonesia
INFOBRAND.ID - Kondisi nilai tukar rupiah saat ini terus tergerus terhadap Dolar Amerika Serikat (AS). Dimana nilainya per hari ini (28/9/2018) mencap...


Strategi Autentik Untuk Brand, Produk Dan Layanan

Strategi Autentik Untuk Brand, Produk Dan Layanan
Banyak pembelajaran menarik bisa dipetik saat mengamati berbagai bisnis. Kali ini kita bahsa aspek yang dikaitkan dengan preferensi konsumen.  Me...


Adakah Yang Mau Membeli Barang Semahal Itu???

Adakah Yang Mau Membeli Barang Semahal Itu???
Kalimat diatas seringkali kita dengar dari beberapa orang terhadap barang yang sangat mahal. Tentunya akan lebih berbahaya jika diucapkan bagi tenaga...


Sedikit Lebih Baik

Sedikit Lebih Baik
Jika seekor kuda mengikuti lomba balap kuda dan menang dengan perbedaan jarak hanya sehidung dari kuda lawannya, kuda tersebut memenangkan 10 kali lip...


Asian Games 2018 & Nation Branding! It’s The Time To Build Indonesia Brand

Asian Games 2018 & Nation Branding! It’s The Time To Build Indonesia Brand
Pagelaran akbar olahraga Asian Games 2018 secara resmi telah ditutup. Dari perolehan medali, Indonesia mengukir sejarah yang membanggakan dengan mendu...


Sisi Manajemen Pemasaran Dari Event Akbar Idul Adha

Sisi Manajemen Pemasaran Dari Event Akbar Idul Adha
Bagi yang beragama Islam, kisah bagaimana Nabi Ibrahim as dan putra beliau, Nabi Ismail as telah banyak diperdengarkan dalam khutbah hari raya Idul Ad...


CEO Alvara Research: Milennial Indonesia Tidak Boleh Hanya Jadi Obyek, Milennial Harus Jadi Subyek

CEO Alvara Research: Milennial Indonesia Tidak Boleh Hanya Jadi Obyek, Milennial Harus Jadi Subyek
Keluarkan sebuah karya buku yang berjudul Millennial Nusantara, Hasanuddin Ali selaku penulis dan CEO and Founder Alvara Research Center pun juga kelu...


Serial Leadership! Anak Muda Memimpin Orang Tua, Sulitkah?

Serial Leadership! Anak Muda Memimpin Orang Tua, Sulitkah?
Ditugaskan menjadi pemimpin sebuah unit yang "penghuninya" orang-orang yang (jauh) lebih tua dari kita. Bagaimana ya? Saya tidak alami ha...


Aktualisasi “NATION BRANDING” Di Asian Games 2018

Aktualisasi “NATION BRANDING” Di Asian Games 2018
Ada pepatah yang mengatakan bahwa hidup di surga itu seperti memiliki mobil buatan jerman, bergaji standar Amerika, menikmati makanan China, dan memil...


Low Cost Carrier Terminal (LCCT)

Low Cost Carrier Terminal (LCCT)
Kalau ditanya apakah Indonesia bisa menjadi destinasi pariwisata kelas dunia? Jawabannya dengan tegas adalah bisa. Dari rumus 3A (Atraksi, Akses, Amen...


Tips Memilih Kalkulator Yang Baik

Tips Memilih Kalkulator Yang Baik
Saat ini berhitung dengan menggunakan alat hitung digital atau yang lebih akrab disapa dengan Kalkulator sudah menjadi kebiasaan konsumen di Indonesia...


Marketing Iblis: Belajar Pemasaran Dari Dunia Lain

Marketing Iblis: Belajar Pemasaran Dari Dunia Lain
Selama ini, mungkin kita menganggap bahwa manajemen pemasaran hanya dilakukan oleh manusia saja dan salah satu tokohnya yang terkenal di dunia adalah...


Persiapan Peluncuran Satelit Merah Putih

Persiapan Peluncuran Satelit Merah Putih
Hari H peluncuran Satelit Merah Putih sudah semakin dekat. Direncanakan tanggal 7 Agustus 2018 pukul 01.18 waktu Florida atau pukul 12.18 WIB tepat ak...


Pentingnya Marketing Bagi Bisnis Untuk Eksis Dan Maju

Pentingnya Marketing Bagi Bisnis Untuk Eksis Dan Maju
Sepanjang tahun 2017, berita tentang perusahaan tutup menjadi topic aktual yang menarik dibicarakan, walau sebelumnya cukup banyak usaha yang tutup, h...


Sign In
VIP Members

OPINIONS







Index