Ahad, 21 April 2019

Follow us:

infobrand

infobrand

Adakah Yang Mau Membeli Barang Semahal Itu???

Posted by: 12-09-2018 09:41 WIB 2784 viewer

Adakah Yang Mau Membeli Barang Semahal Itu???
Ahmad Fairu Zabadi, S,Ikom,MM,AMIPR,CPM (Asia)

Kalimat diatas seringkali kita dengar dari beberapa orang terhadap barang yang sangat mahal. Tentunya akan lebih berbahaya jika diucapkan bagi tenaga penjual yang akan menjual barang tersebut karena menunjukkan sikap pesimis dan akan menjadi boomerang dalam proses penjualan.

Jika anda adalah seorang sales manager yang ditunjuk oleh sebuah brand elektronik atau tas ternama yang baru saja ekspansi ke Indonesia dan harga produk yang dijual 5-10 kali lebih mahal daripada harga brand lain pada umumnya, Apakah anda akan berpikir bahwa produk tersebut akan sulit bersaing dengan produk dari brand lain yang sudah existing dan lebih murah?? Jawabannya adalah YA dan TIDAK.

Jawabannya akan menjadi YA jika kita memahami bahwa perilaku konsumen terhadap sebuah Brand berkaitan dengan Teori Hierarki Kebutuhan. Teori yang dicetuskan oleh Abraham Maslow ini membagi kebutuhan dalam lima tingkatan, yaitu :

Kebutuhan Fisiologis

Kebutuhan paling dasar pada setiap orang adalah kebutuhan fisiologis yakni kebutuhan untuk mempertahankan hidupnya secara fisik.

Contoh : makanan, minuman, tempat tinggal, seks, tidur,dan oksigen.

Kebutuhan Akan Rasa Aman & memiliki.

Kebutuhan yang kedua yaitu kebutuhan akan rasa aman. contohnya seperti aman fisik, stabilitas, ketergantungan, perlindungan, ancaman bahaya, kehilangan, kerusuhan dan bencana alam. Kebutuhan akan rasa aman berbeda dari kebutuhan fisiologis karena kebutuhan ini tidak bisa terpenuhi secara total. Namun, Kebutuhan ini dapat diakomodir dengan Asuransi Jiwa, Asuransi TLO mobil, Asuransi Kesehatan, dan BPJS.

Kebutuhan Sosial

Selanjutnya adalah kebutuhan Sosial. Kebutuhan ini meliputi dorongan untuk bersahabat, keinginan memiliki pasangan dan keturunan, kebutuhan berkeluarga dan kebutuhan antarpribadi seperti kebutuhan mencintai. Contoh dari kebutuhan ini dapat kita jumpai sehari-hari dalam kehidupan kita.

Kebutuhan Akan Penghargaan

Setelah ketiga kebutuhan diatas terpenuhi. Maslow menemukan bahwa seseorang akan mendaki ke kebutuhan penghargaan dirinya seperti perhatian, reputasi, apresiasi, dominasi, kompetensi, prestasi, kemandirian, dan kebebasan. Saat manusia dapat memenuhi kebutuhan untuk dihargai, mereka sudah siap untuk memasuki gerbang aktualisasi diri, kebutuhan tertinggi yang ditemukan Maslow.

Kebutuhan Akan Aktualisasi Diri

Tingkatan terakhir dari semua kebutuhan  tersebut adalah aktualisasi diri. Kebutuhan aktualisasi diri adalah kebutuhan yang tidak melibatkan keseimbangan, tetapi melibatkan hasrat yang terus menerus untuk memenuhi potensi. Contoh dari kebutuhan ini adalah konsumen yang rela membeli tas branded seharga ratusan juta rupiah atau supercar seharga miliaran rupiah demi untuk aktualisasi diri. Aktualisasi ini pun bukan hanya untuk kalangan jetset, namun tergantung dari kemampuan konsumen tersebut, tergantung positioning dan segmen yang dituju. Jika calon pembeli mengatakan bahwa produk Lexus terlalu mahal serta membandingkan dengan produk Toyota, berarti dia bukanlah segmen yang dituju Lexus. Jika tenaga penjual mengatakan Tas Tumi terlalu mahal dan membandingkannya dengan produk kompetitor, berarti dia tidak paham positioning produk yang dijualnya.

Selain itu, Aktualisasi ini tidak hanya dikaitkan dengan membeli sebuah produk, namun juga bisa dikaitkan dengan tindakkan. Seperti contoh ada seorang Pengusaha yang memiliki harta Miliaran bahkan Triliunan namun rela meninggalkan bisnisnya demi menjadi ketua di sebuah organisasi yang mana jabatan itu tidak memberikan profit yang besar jika dibandingkan dengan bisnisnya, itulah wujud dari aktualisasi diri.

Jadi, barang ternama dengan harga yang sangat mahal mempunyai pangsa pasar sendiri, yaitu kelompok mapan yang sudah pada tahap memenuhi aktualisasi diri. Itu sebabnya Brand-brand besar seperti Ferrari, Harley Davidson, Hublot, Hermes dan sebagainya tetap eksis dan terus ekspansi hingga sekarang.

Kembali lagi ke pertanyaan di awal, Bagaimana jika Jawabannya TIDAK?? Jawabannya Tidak Jika tenaga pemasar dan penjual tidak memahami serta tidak melakukan 4P + 1P (Product, Price, Place, Promotion, People) dan STP (Segmenting, Targetting, Positioning) yang tepat terhadap produk high-end tersebut. Misalnya, menjual produk High-end namun memilih showroom penjualan di Mall kelas menengah, maka akan sulit mendapatkan segmen yang tepat, sebaiknya pilihlah Mall dengan kelas High-end juga.

 

Ahmad Fairu Zabadi, S,Ikom,MM,AMIPR,CPM (Asia)

Brand & Marketing practitioner


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Yuswohady : Inovasi Bukan Semata Kebutuhan, Tetapi Survivalnya Setiap Perusahaan

Yuswohady : Inovasi Bukan Semata Kebutuhan, Tetapi Survivalnya Setiap Perusahaan
INFOBRAND.ID – Yuswohady selaku Managing Partner, Inventure mengatakan inovasi bukan hanya menjadi kebutuhan melainkan sudah menjadi upaya survi...


Terkait Inovasi, Dosen Unair: Pilihannya 'Change or Be Changed'

Terkait Inovasi, Dosen Unair: Pilihannya 'Change or Be Changed'
INFOBRAND.ID – Kata-kata inovasi saat ini menjadi salah satu tema sentral, terutama di era revolusi industry 4.0 ini. Dimana semua jenis organis...


Siasat Sukses Membangun Brand di Era Digital

Siasat Sukses Membangun Brand di Era Digital
Satu dekade terakhir terjadi perubahan perilaku masyarakat dalam mencari informasi. Media digital belakangan ini menjadi source utama masyarakat dalam...


Millennials  & Creativity

Millennials & Creativity
Memang tak mudah untuk mendapat gelar Startup Unicorn.   Tapi Indonesia punya anak-anak muda kreatif yang menggawangi perusahaan rintisan&nb...


Fenomena Dual Screen

Fenomena Dual Screen
PT The  Nielsen  Company Indonesia (Nielsen) cukup adaptif melihat  perkembangan media di Indonesia.  Kami  punya  layan...


Membangun Marketing Channel di Media Digital

Membangun Marketing Channel di Media Digital
Sejatinya media digital bisa menjadi sarana yang powerfull untuk melakukan serangkaian aktifitas marketing. Namun, hingga saat ini media digital baru...


Strategic Branding Management

Strategic Branding Management
Mengembangkan brand dibutuhkan alokasi resources yang  tepat. Tak hanya pada alokasi budget marcom, tak kalah penting adalah memilih orang yang t...


Membidik Pasar Milenial

Membidik Pasar Milenial
Berbicara digital dan milenial  itu dua hal yang saling berhubungan.   Enabler atau teknologi nya adalah digital, customernya  ada...


Menjadi Digital Brand Champion

Menjadi Digital Brand Champion
Tak dipungkiri bila marketing digital mempengaruhi market offline. Founder & Chairman TRAS N CO Indonesia, Tri Raharjo mengungkapkan, sebagian bes...


Perspektif Membangun Brand di Sektor Pariwisata

Perspektif Membangun Brand di Sektor Pariwisata
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebesar 20 juta sampai akhir 2019. Selama 4 tahun target  kunj...


Keniscayaan Membangun Brand Lewat Digital

Keniscayaan Membangun Brand Lewat Digital
Perkembangan teknologi informasi merubah peradaban manusia. Bila dulu untuk mendapat informasi peristiwa hari ini, baru esok harinya masyarakat dapat...


Digital Branding Atau Tergerus?

Digital Branding Atau Tergerus?
Membangun merk di dunia digital menjadi kewajiban bagi pemilik brand yang ingin eksis menjaga market sharenya. Pasalnya, tren perilaku konsumen di era...


Usaha Sendiri Atau Franchise, Mana Lebih Untung?

Usaha Sendiri Atau Franchise, Mana Lebih Untung?
Ada banyak strategi yang bisa dipilih saat baru akan mulai merintis sebuah usaha, bisa dengan membuka usaha sendiri atau pun dengan membeli bisnis fra...


Edukasi Digital Branding bagi Decision Makers yang masih Zaman OLD

Edukasi Digital Branding bagi Decision Makers yang masih Zaman OLD
Membangun citra sebuah brand menjadi salah satu hal penting dalam dunia bisnis untuk keluar dari kerumunan pilihan brand yang begitu banyak bagi konsu...


Kenaikan Dolar Tidak Berpengaruh Pada Bisnis Franchise di Indonesia

Kenaikan Dolar Tidak Berpengaruh Pada Bisnis Franchise di Indonesia
INFOBRAND.ID - Kondisi nilai tukar rupiah saat ini terus tergerus terhadap Dolar Amerika Serikat (AS). Dimana nilainya per hari ini (28/9/2018) mencap...


Sign In
VIP Members

BRAND UPDATES








Index

EDITOR NOTES




Index

OPINIONS







Index