Ahad, 28 Februari 2021

Follow us:

infobrand

infobrand

Anak-anak Miliki Resiko Komplikasi Terpapar Covid-19, Orang Tua Harus Eksta Hati-Hati

Posted by: 16-02-2021 19:08 WIB 319 viewer

Anak-anak Miliki Resiko Komplikasi Terpapar Covid-19, Orang Tua Harus Eksta Hati-Hati
Webinar Bangkit & Menghebat di Era New Normal (Kesehatan, Parenting dan Pendidikan), yang digelar Brand Popok Baby Happy dari Wings Care.

JAKARTA - Baru-baru ini dalam jurnal JAMA Pediatrics disebutkan bahwa anak-anak di bawah 5 tahun atau balita dapat membawa materi genetik Covid-19 10 hingga 100 kali lebih tinggi dalam nasofaring mereka dibandingkan anak yang lebih tua dan orang dewasa. Selain itu, anak-anak juga ternyata memiliki resiko komplikasi yang lebih besar bila terpapar Covid-19, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi kronis bawaan, seperti penyakit imun atau obesitas.

Demikian diungkapkan Dr. Kanya Ayu Paramastri, Sp.A yang merupakan Dokter Spesialis Anak RS Hermina Jatinegara dalam webinar “Bangkit & Menghebat di Era New Normal (Kesehatan, Parenting dan Pendidikan), yang digelar Brand Popok Baby Happy dari Wings Care, Selasa (16/2/2021). Melihat kondisi tersebut, menjaga kesehatan anak terbaik adalah dengan memberikan nutrisi adekuat agar mencapai status gizi yang baik sehingga daya tahan tubuh dapat terpacu secara optimal. Karena itu para orang tua perlu ekstra hati-hati dalam memperhatikan kondisi kesehatan keluarga terutama anak-anak di masa pandemi ini. 

Menurut Kanya, pandemi Covid-19 membuat masyarakat harus lebih aware dengan urusan kesehatan jiwa raga seluruh anggota keluarga, khususnya anak-anak yang daya tahan tubuhnya belum sekuat orang dewasa. Untuk itu diperlukan nutrisi adekuat yang mencukupi kebutuhan zat gizi yang diperlukan anak sehari-hari. Satu lagi yang penting yaitu imunisasi. Jangan sampai karena anak tidak divaksin, begitu pandemi selesai, maka muncul wabah infeksi lain yang seharusnya bisa dicegah oleh imunisasi.

IKLAN INFOBRAND.ID

“Jangan lupa untuk cek rekomendasi vaksinasi anak usia 0-18 tahun yang telah diperbaharui tahun 2020 lalu oleh IDAI,” jelas Dr. Kanya.

Lebih lanjut Dr. Kanya menjelaskan, pada masa awal pandemi ketika kita harus beraktivitas di rumah saja termasuk bersekolah dan bekerja, jumlah pasien dan kunjungan ke poli anak sangat jauh berkurang. Di sisi lain, jumlah pasien sehat yang datang untuk diimunisasi jauh meningkat. Orang tua tidak perlu khawatir pergi ke fasilitas kesehatan untuk mengimunisasi anaknya, karena faskes pada umumnya telah membedakan lokasi dan waktu untuk pasien sehat dan pasien sakit, dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Bagi orang tua yang masih harus keluar rumah untuk bekerja, jangan lupa untuk terus menerapkan protokol kesehatan yang ketat seperti melepas sepatu di luar rumah, meletakkan barang bawaan di wadah terbuka, masuk kamar mandi, lepas pakaian dan masker kain lalu segera rendam dengan sabun cuci. Setelah itu, segera bersihkan diri dengan mandi, keramas, sikat gigi, berkumur, dan cuci hidung.

Setali tiga uang dengan pernyataan sebelumnya, Dude Harlino, Brand Ambassador Baby Happy juga membagikan pengalaman tentang pentingnya kekompakan orang tua dalam menghadapi semua tantangan yang ada di masa pandemi ini, termasuk tantangan dalam menjaga dan mendidik anak. Bagi dia, urusan rumah tangga dan mengurus anak tidak hanya menjadi urusan Ibu. Para Ayah di rumah pun harus turut andil mendukung pekerjaan rumah tangga bersama Ibu, termasuk bila harus perlu mengganti popok si bayi. Dengan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah saja, kita jadi lebih memanfaatkan waktu lowong untuk quality time bersama keluarga.

“Saya sangat salut dan mengapresiasi Baby Happy yang tidak berhenti untuk mengingatkan peran ayah dalam parenting, sejak beberapa tahun lalu. Itu selalu saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Saya juga terus memperhatikan jadwal imunisasi anak agar tidak menciptakan wabah penyakit baru. Jangan takut untuk pergi ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan, yang penting lakukan protokol kesehatan yang ketat,” jelas Dude.

Julie Widyawati selaku Marketing Manager Baby Happy (Wings Group Indonesia) menjelaskan, “Popok Baby Happy memahami kebutuhan keluarga Indonesia khususnya anak batita yang harus tetap terpenuhi meskipun masih di masa sulit seperti saat ini. Melalui program webinar series dalam kampanye Baby Happy, Keluarga Happy, berharap orang tua khususnya para Ibu dapat lebih mengetahui peran dirinya demi menjaga ketahanan keluarga serta pentingnya memperhatikan kesehatan anak dan imunisasi di masa pandemi.

“Selain itu, kami juga berharap materi yang disampaikan oleh para narasumber dapat menginspirasi keluarga Indonesia untuk menerapkan pola asuh yang lebih baik demi tumbuh kembang anak yang optimal di tengah keterbatasan masa pandemi.”

Lebih lanjut Julie menambahkan bahwa dalam pendampingan ini popok Baby Happy turut menggandeng beberapa partner termasuk Ketua PKK dan kepala pemerintahan setempat sebagai narasumber. Seperti halnya Atalia Praratya Kamil selaku Ketua Penggerak PKK Jawa Barat yang dalam kesempatan ini membawakan edukasi berupa tips untuk menjadi wanita tangguh dalam menjalani hari-hari masa pandemi Covid-19 dan Airin Rachmi Diany selaku Walikota Tangerang Selatan yang membagikan program pemerintah yang tengah dijalankan demi menguatkan peran wanita dalam keluarga di tengah pandemi Covid-19 ini, terlebih dalam hal pengasuhan dan pendampingan balita.

Menjadi Guru Bagi Anak di Rumah

Tidak hanya membahas mengenai pendampingan anak-anak dalam kegiatan sehari-hari, Popok Baby Happy juga menyoroti pentingnya pendidikan bagi anak usia dini. Prof. Dr. Ir. Netti Herawati, M.Si selaku Guru Besar Bidang Gizi dan Pangan & Pakar PAUD dari Himpaudi menyebutkan bahwa setiap manusia lahir ke dunia dengan seluruh sel otak yang jumlahnya bisa mencapai lebih dari 100 triliun sel tergantung dari kualitas kehamilan, namun hal ini baru dapat berfungsi hanya dengan stimulasi.

IKLAN INFOBRAND.ID

“Para orang tua khususnya Ibu harus memahami bahwa usia 0-2 tahun merupakan masa krusial pada anak karena apabila sel otaknya tidak tersambung atau terstimulasi dengan baik maka terjadilah fase penghapusan sel otak atau yang lebih dikenal dengan istilah use it or loose it. Hal ini ditentukan oleh kualitas dan kuantitas stimulasi karena setiap detik terjadi 1,684 juta sambungan sel otak. Sedangkan, untuk kualitas stimulasi terkait pada aspek perkembangan atas apa saja yang distimulasikan pada anak dengan cara yang tepat atau tidak,” tambah Prof. Netti.

Lebih lanjut Prof. Netti membagikan tentang beberapa hal yang harus diperhatikan orang tua demi keberhasilan keberlangsungan pendidikan anak usia dini. Menurutnya, anak sedari dini harus dilatih berpikir kritis atau “critical thinking”, ini disebabkan karena terlalu banyaknya informasi yang masuk di era digital seperti sekarang, sehingga anak terlatih untuk memilah informasi mana yang berguna, mana yang tidak. Selain itu anak juga harus dilatih untuk berpikir kreatif dan mengembangkan kemampuan kognitif agar memiliki daya juang lebih, terlebih di era pandemi seperti ini.

Selain nutrisi gizi, orang tua dihimbau untuk tidak lupa memberikan nutrisi hati kepada anak agar anak tidak memiliki trauma atau luka masa kecil yang bisa dibawa hingga dewasa nanti. Para orang tua terutama Ibu pun harus paham pola komunikasi yang baik dan benar dengan anak karena itu juga merupakan aspek stimulasi yang penting pada anak usia dini. “Jangan takut untuk mulai mendaftarkan anak pada fasilitas pendidikan sejak usia 2 tahun, sedini mungkin agar dapat mengembangkan karakter dan life skill. Guru dapat membuat rencana kegiatan pembelajaran, orang tua dapat mengimplementasikan rencana kegiatan dari rumah,” jelas Prof. Netti.


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Pegadaian Salurkan Dana Umi Rp1,5 triliun untuk Pulihkan Ekonomi Nasional

Pegadaian Salurkan Dana Umi Rp1,5 triliun untuk Pulihkan Ekonomi Nasional
JAKARTA - PT Pegadaian (Persero) mendukung pemerintah untuk membuat pengusaha Ultra Mikro naik kelas dan mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional dengan m...


er-1 Tawarkan Solusi 3 Masalah Kecantikan Wanita Indonesia

er-1 Tawarkan Solusi 3 Masalah Kecantikan Wanita Indonesia
JAKARTA - Memiliki wajah cantik dan sehat merupakan dambaan setiap wanita. Namun sayangnya, banyak faktor yang mempengaruhi kecantikan dan kesehatan k...


Sah, DPP CEO Indonesia Dikukuhkan Kepala Staf Kepresidenan RI

Sah, DPP CEO Indonesia Dikukuhkan Kepala Staf Kepresidenan RI
JAKARTA - Jenderal (Purn) Moeldoko yang kini menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan RI, dipercaya oleh Yayasan Global CEO untuk menjadi Ketua Dewan...


Sharp Luncurkan Active Speaker CBOX-MAX09PA

Sharp Luncurkan Active Speaker CBOX-MAX09PA
JAKARTA – Pandemi covid-19 masih menghantui masyarakat untuk melakukan aktivitas di dalam rumah. Guna menunjang aktifitas serta kreatifitas masy...


Sign In
VIP Members

MOST POPULAR











Index

OPINIONS







Index
Elnusa