Ahad, 06 Desember 2020

Follow us:

infobrand

infobrand

Awas, Pelaku Kejahatan Siber Mengincar Aktivitas Belanja Online

Posted by: 20-11-2020 11:19 WIB 168 viewer

Awas, Pelaku Kejahatan Siber Mengincar Aktivitas Belanja Online
Aktivitas belanja online menjadi target kejahatan siber. (Foto: unsplash)

JAKARTA - Pandemi Covid-19 membuat masyarakat lebih sering berbelanja online. Aktivitas semakin meningkat di akhir tahun ini karena banyaknya promo yang diberikan oleh sejumlah e-commerce. Meningkatnya aktivitas tersebut ternyata menjadi kesempatan bagi para pelaku kejahatan siber untuk melancarkan asksinya.

McAfee Corp, perusahaan yang bergerak dalam layanan perlindungan perangkat internet mengumumkan hasil survei 2020 Holiday Season: State of Today’s Digital e-Shopper, yang mengungkap bahwa konsumen akan tetap berbelanja online, khususnya untuk menyambut liburan akhir tahun, meskipun mereka sadar bahaya penipuan online semakin meningkat.

Sekitar 46.4% konsumen di Indonesia berencana untuk melakukan online shopping, sedangkan 36.6% akan melakukan aktivitas belanja lebih awal. Padahal 91.4% dari orang yang disurvei tersebut merasa bahwa penipuan siber terasa semakin marak menjelang libur panjang akhir tahun disebabkan oleh adanya pandemi.

Survei McAfee menunjukkan adanya perubahan pola kegiatan pada konsumen di Indonesia yang dipicu berbagai peristiwa global tahun ini, sehingga meningkatkan risiko mereka terhadap ancaman online saat mereka bekerja, bermain, dan berbelanja melalui internet. Hasil survei ini juga menyimpulkan adanya pertumbuhan aktivitas berbelanja secara umum, dengan adanya kenaikan online shopping hingga 58.6% semenjak awal pandemi COVID-19. Satu dari lima konsumen (17.4%) berbelanja online setiap hari, dan hampir setengah dari konsumen Indonesia (40.3%) berbelanja online 3-5 hari dalam seminggu.

Tim Advanced Threat Research McAfee baru-baru ini juga menemukan bukti bahwa kejahatan siber semakin berkembang dengan adanya 419 ancaman baru per menit di kuartal kedua 2020 dan kenaikan ancaman sebesar 12% dibanding kuartal sebelumnya. Dilihat dari perkembangan aktivitas digital dari konsumen dan juga penjahat siber, banyak pengguna internet yang belum sadar akan bahaya ancaman online, dan adanya perbedaan yang terlihat antar generasi.

Dimana responden berumur 65 tahun ke atas adalah kelompok yang memiliki risiko paling tinggi untuk penipuan online. Lebih dari 66.6% responden ini tertipu saat berbelanja dengan kerugian berkisar antara 1,5 juta - 7,5 juta Rupiah, berbeda dengan kelompok responden berumur 25-43 tahun yang hanya 25.2%

Sementara, sebanyak 77.4% dari kelompok umur 55-64 tahun lebih rutin memeriksa keaslian diskon dan penawaran yang didapat melalui email dan SMS, jika dibandingkan dengan kelompok umur 18-24 tahun yang hanya 34%.

“Kebiasaan belanja konsumen telah berubah dan beradaptasi dengan tantangan yang muncul sepanjang tahun 2020, membuat musim liburan tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya,” ujar Shashwat Khandelwal, Head of Southeast Asia Consumer Business, McAfee.

Menurutnya, hasil survei McAfee menunjukkan bahwa; meskipun sebagian besar dari orang Indonesia menyadari semakin maraknya ancaman siber, namun banyak yang masih belum mengambil langkah yang tepat untuk menanggapi ancaman tersebut. Kenaikan jumlah orang yang berbelanja online di Indonesia seharusnya membuat kita makin paham akan risiko yang ada dan cara-cara melindungi diri dan orang terdekat kita dari ancaman yang dapat terjadi di musim liburan ini.

Kenaikan aktivitas online konsumen dan juga para penjahat siber memperlebar kesempatan bagi terjadinya perbuatan jahat di internet, terutama karena 37% konsumen berkata bahwa mereka tidak memikirkan kemungkinan adanya kejahatan siber saat berbelanja online, ataupun sadar akan risiko tersebut namun belum memiliki rencana untuk mengubah kebiasaan mereka dalam berbelanja online.

Hal itu terlihat semakin jelas saat para responden menerima penawaran promo atau diskon melalui email atau SMS, karena hanya 53.6% responden yang senantiasa memeriksa keaslian penawaran yang dikirim pada momen seperti contohnya Harbolnas, Black Friday ataupun Cyber Monday. Yang mengkhawatirkan, lebih dari seperempat (25,2%) responden sudah pernah kehilangan 1,5 juta hingga 4,5 juta Rupiah akibat penipuan online di musim-musim liburan.

Selain itu, survei McAfee juga memperlihatkan bahwa 44.8% responden berharap akan menerima kode diskon, atau berencana membeli voucher dan gift card tahun ini. Hal ini juga memunculkan risiko keamanan siber karena 30% dari responden langsung mengklik tautan yang berbahaya dalam email untuk memastikan keaslian gift card, atau secara otomatis menganggap tautan yang diterima melalui email adalah asli dan tidak selalu melakukan langkah-langkah yang benar untuk memastikan keasliannya.

Agar tetap aman di musim liburan akhir tahun ini, McAfee menyarankan; Gunakan otentikasi multi-faktor (multi-factor authentication) untuk mengecek kembali keaslian identitas pengguna digital dan menambahkan lapisan keamanan untuk melindungi data dan informasi pribadi. Browsing Internet dengan hati-hati menggunakan alat keamanan tambahan seperti McAfee WebAdvisor untuk memblokir situs malware dan phishing melalui tautan berbahaya. Melindungi identitas Anda dan semua informasi pribadi dan keuangan dengan McAfee Identity Theft Protection, yang juga memiliki alat pemulihan atau recovery apabila identitas Anda diretas.


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Kelamaan di Rumah Selama Pandemi, Tren Industri Fesyen Berubah ke Nuansa Kasual

Kelamaan di Rumah Selama Pandemi, Tren Industri Fesyen Berubah ke Nuansa Kasual
JAKARTA - Pandemi Covid-19 telah membuat cara hidup masyarakat berubah. Jika sebelumnya banyak melakukan aktifitas di luar rumah, kini lebih banyak te...


Nikel dan Kobalt Melimpah Ruah, Bisakah Indonesia Produksi Baterai Listrik Sendiri?

Nikel dan Kobalt Melimpah Ruah, Bisakah Indonesia Produksi Baterai Listrik Sendiri?
Jakarta, INFOBRAND.ID – Indonesia memiliki ketersediaan nikel dan kobalt yang melimpah ruah. Keduanya merupakan bahan baku dalam pembuatan bater...


Kaya Akan Nikel, Indonesia Bisa Jadi Raja Baterai Listrik Dunia

Kaya Akan Nikel, Indonesia Bisa Jadi Raja Baterai Listrik Dunia
Jakarta, INFOBRAND.ID – Indonesia merupakan negara yang kaya dengan kandungan biji nikel. Bahkan negara kita menjadi produsen dan eksportir nike...


Lima Karakter Menjadikan Krisis Sebagai Papan Lontar Kesuksesan

Lima Karakter Menjadikan Krisis Sebagai Papan Lontar Kesuksesan
JAKARTA - Sudah 6 bulan lebih Indonesia dan dunia di landa wabah pandemi covid-19. Dampak sangat dirasakan tidak hanya dari sisi kesehatan yang sangat...