Sabtu, 20 Juli 2019

Follow us:

infobrand

infobrand

Bukan Bunga, Begini Penjelasan OJK Soal Mahalnya Interest Fintech

Posted by: 11-07-2019 10:26 WIB 93 viewer

Bukan Bunga, Begini Penjelasan OJK Soal Mahalnya Interest Fintech
Fintech

Dewasa ini, aktivitas dalam mendapatkan akses keuangan semakin mudah. Jika pada 5 atau 10 tahun lalu diperlukan sejumlah verifikasi data yang terkesan njlimet, maka saat ini cukup dengan syarat satu lembar KTP elektronik.

Dikenal luas dengan istilah fintech atau financial technology, merupakan sebuah inovasi di bidang jasa keuangan. Secara sederhana, sebuah perusahan fintech umumnya memiliki cara kerja menghubungkan pemberi pinjaman (kreditur) dan penerima pinjaman (debitur).

Bak malaikat penolong, fintech menjangkau masyarakat kecil dengan pemberian pinjaman mikro. Syaratnya mudah, cukup dengan identitas KTP elektronik dana segar pun cair.Namun, belakang muncul keluhan tingginya tingkat suku bunga yang dikenakan oleh perusahaan fintech.

Menanggapi hal tersebut,Staf Deputi Direktur Pengaturan, Penelitian dan Pengembangan Financial Technology Bintang Prabowo mengatakan sebenarnya sebuah perusahaan fintech tidak dapat memberikan pinjaman kepada masyarakat.

“Mereka [fintech] hanya sebagai perantara antara kreditur dan debitur. Untuk masalah bunga, itu merupakan total biaya yang ditanggung perusahaan fintech dalam satu bulan, bukan bunga secara keseluruhan,” ujarnya seperti yang dikutip dari Antara, Kamis (11/7).

Bintang mencontohkan, ketika masyarakat mengajukan pinjaman Rp3 juta pada sebuah fintech, maka dalam aplikasi tersebut tertera Rp3,4 juta dana yang harus dikembalikan dalam satu kali pinjaman dengan tenor satu bulan.

“Kelebihan Rp400.000 itu adalah total biaya yang ditanggung perusahaan fintek dalam satu bulan, bukan bunga secara keseluruhan,” tuturnya.

Dia juga menjelaskan berdasarkan POJK Nomor 77 tahun 2016, fintech hanya bisa menyarankan nilai bunga, sedangkan yang memutuskan besaran nilai bunga tetap para penggunanya yakni kreditur dan debitur.

"Tekfin itu kan butuh SDM juga, saya yakin bunga yang diterima negara tidak sebesar itu, kita menyebut kelebihan itu bukan bunga tapi total biaya," jelasnya.

Menurut Bintang, faktor SDM merupakan salah satu penyebab biaya operasional fintech meningkat.

"Kalau salah satu fintech menawarkan total biaya lebih kecil, masyarakat lambat laun akan banyak beralih ke fintech. Lambat laun banyak fintech yang juga akan menurunkan biayanya. Kita pakai prinsip pasar terbuka saja," tutupnya.


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Lebarkan Segmentasi Pasar, Vitabumin Gandeng Local MTI, Baby Shop dan Toko Susu

Lebarkan Segmentasi Pasar, Vitabumin Gandeng Local MTI, Baby Shop dan Toko Susu
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Brand Vitabumin (madu ikan gabus untuk anak) yang berada di bawah naungan Aksamala Group secara agresif mengembangkan ja...


Mercy E 300 e EQ Power Sudah Bisa Dipesan di GIIAS 2019, Ini Harganya!

Mercy E 300 e EQ Power Sudah Bisa Dipesan di GIIAS 2019, Ini Harganya!
TANGERANG, INFOBRAND.ID – Pabrikan mobil asal Jerman, Mercedes-Benz mengumumkan model plug-in hybrid pertamanya di Indonesia yakni E 300 e EQ Po...


Toyota Berikan Tips Beli Mobil Baru di GIIAS 2019

Toyota Berikan Tips Beli Mobil Baru di GIIAS 2019
Apabila anda berencana membeli mobil baru dalam waktu dekat, wajib hukumnya untuk anda mengunjungi pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show...


Bank Mandiri Terbitkan E-Money Edisi Khusus The Lion King

Bank Mandiri Terbitkan E-Money Edisi Khusus The Lion King
PT Bank Mandiri Tbk. berencana mengeluarkan uang elektronik dalam edisi khusus The Lion King mulai 24 Juli mendatang. SVP Transaction Banking Retail S...