Senin, 16 September 2019

Follow us:

infobrand

infobrand

BUMN Gencar Ekspansi ke Afrika, Total Bisnis Mencapai Rp11,7 Triliun

Posted by: 21-08-2019 18:46 WIB 211 viewer

BUMN Gencar Ekspansi ke Afrika, Total Bisnis Mencapai Rp11,7 Triliun
Presiden Joko Widodo dan Menteri BUMN Rini M Soemarno dalam acara Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue 2019 (IAID) di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Bali, Selasa (20/8/2019). (Foto: Humas BUMN)

BALI, INFOBRAND.ID - Pemerintah Indonesia melakukan penandatanganan kerjasama dengan pemerintah Afrika dalam bidang infrastruktur dan transportasi dalam acara Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue 2019 (IAID) di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Bali, Selasa (20/8/2019).

Sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terlibat dalam kerjasama tersebut antara lain PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Kimia Farma Tbk, PT Bio Farma (Persero) Tbk, PT INKA (Persero), PT Len Industri (Persero) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dengan nilai mencapai USD 822 juta atau sekitar Rp11,7 triliun.

Presiden Joko Widodo yang hadir dalam acara tersebut mengatakan bahwa Indonesia merupakan partner yang tepat untuk Afrika dalam menjalin kerjasama strategis.

“Indonesia is your true partner, your trusted friend. Ini saatnya Indonesia dan Afrika dapat menuangkannya dalam langkah-langkah yang nyata, cepat dan taktis demi mewujudkan masyarakat Afrika yang makmur sejahtera dan bersatu,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri BUMN Rini M. Soemarno mengatakan kesepakatan ini merupakan bentuk kepercayaan pemerintah Afrika kepada pemerintah Indonesia melalui BUMN-BUMN tersebut. Rini pun mendorong BUMN untuk terus berkarya hingga menjadi perusahaan berstandar internasional.

“Kerjasama ini menjadikan BUMN-BUMN meningkatkan pelayanan bukan hanya di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri. Saya berharap BUMN-BUMN yang melakukan kerjasama ini bisa menjadi perusahaan kelas dunia,” kata Rini.

Wijaya Karya (WIKA) jadi salah satu BUMN yang akan berinvestasi di bidang infrastruktur yang ada di beberapa negara Afrika. Untuk kesepakatan bisnis yang dibiayai Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI/Indonesia Eximbank) untuk WIKA di Afrika sebesar USD 356 juta atau sekitar Rp 4,98 triliun.

Dengan rincian, pembangunan pelabuhan terminal liquid (bulk liquid terminal) di Zanzibar-Tanzania senilai USD 40 juta, pembangunan kawasan bisnis terpadu (mixed used complex-Goree Tower) di Senegal senilai USD 250 juta dan pembangunan rumah susun (social housing) di Pantai Gading senilai USD 66 juta.

Kemudian, PT INKA (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Len Industri (Persero) dan PT KAI (Persero) yang menyasar sektor perkeretaapian. Keempat BUMN tersebut membentuk konsorsium bernama Indonesia Railway Development Consortium (IRDC).

Konsorsium itu diharapkan dapat mengibarkan bendera Indonesia di Afrika karena menawarkan one step solution terkait layanan infrastruktur perkeretaapian. Selain itu, LPEI juga melakukan nota kesepahaman dengan PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI untuk perluasan pasar ekspor perusahaan di kawasan Afrika.

Forum ini antara lain bertujuan untuk mempererat hubungan Indonesia dengan negara-negara Afrika di berbagai bidang termasuk infrastruktur. Total, ada 53 negara di Afrika yang diundang hadir ke Bali. Forum ini diselenggarakan sejak Selasa hingga Rabu (21/8/2019). Pada forum ini, banyak juga BUMN yang turut berpartisipasi dalam pameran seperti PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Industri Kereta Api (Persero) dan PT Angkasa Pura II (Persero).


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Ini Strategi BNI Syariah dalam Mengoptimalkan Bisnis Pembiayaan Konsumer

Ini Strategi BNI Syariah dalam Mengoptimalkan Bisnis Pembiayaan Konsumer
JAKARTA, INFOBRAND.ID – BNI Syariah memaparkan sejumlah strategi yang dilakukannya dalam mengoptimalkan bisnis pembiayaan konsumen. Salah satuny...


Bekraf dan Kemenlu Inisiasi Pembentukan Komite Khusus Ekonomi Kreatif ASEAN

Bekraf dan Kemenlu Inisiasi Pembentukan Komite Khusus Ekonomi Kreatif ASEAN
Wakil-wakil negara ASEAN berkomitmen untuk memajukan kerja sama bidang ekonomi kreatif di Kawasan. Kerja sama tersebut diharapkan dapat meningkatkan i...


Siap Menanti Produksi Massal Mobil ESEMKA

Siap Menanti Produksi Massal Mobil ESEMKA
INFOBRAND.ID - PT Solo Manufaktur Kreasi (PT SMK), produsen lokal yang memproduksi mobil ESEMKA telah bekerjasama dengan lebih dari 30 industri penyed...


Singapura Diprediksi Jadi Calon Destinasi Halal Favorit di Asia pada 2026

Singapura Diprediksi Jadi Calon Destinasi Halal Favorit di Asia pada 2026
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Potensi wisata halal diperkirakan mencapai 200 miliar US Dollar pada tahun 2020 dan meningkat 300 miliar US Dollar pada 2026....