Selasa, 20 Agustus 2019

Follow us:

infobrand

infobrand

Cara Bodrex Bangun Consumer Engagement di Media Digital

Posted by: 21-03-2019 17:09 WIB 1337 viewer

Cara Bodrex Bangun Consumer Engagement di Media Digital
General Manager (Bodrex) PT Tempo Scan Pacific, Deddy Angkakusuma (kiri) dan Tim. (dok. Istimewa)

INFOBRAND.ID – Transformasi digital saat ini masih menjadi perbincangan hangat di kalangan para pelaku brand. Bodrex misalnya. Sebagai salah satu brand yang berada di bawah naungan PT Tempo Scan Pasific, nama Bodrex tentu sudah tak asing lagi ditelinga sebagai obat sakit kepala. Kedekatan Bodrex dengan konsumennya pun begitu intens. Hal ini dilakukan untuk membangun loyalitas konsumen, terutama di era digital sekarang ini.

Dalam membangun kedekatan dengan konsumen, Bodrex mengandalkan media digital seperti Youtube dan juga sosial media seperti Facebook dan Instagram. Selain itu, support KOL serta thematic campaign juga kerap dilakukan untuk mempermulus rencananya menjadi yang populer di internet.

“Kami melihat media digital adalah bagian dari media mix sebagai evolusi dari media konvensional. Sehingga objective branding yang sebelumnya dilakukan di media konvensional harus di adjust agar fit dengan karakteristik di media digital. Objective yang diharapkan secara garis besar sama yaitu untuk membangun awareness dan product trial,” ujar Head of Brand Investment & Consumer Engagement – Adult VMS (Bodrex), Widodo Prasetio dalam surat elektronik yang diterima INFOBRAND.ID, Kamis (21/3/2019).

Menurut Widodo, brand yang dikenal dengan slogan ‘Selalu Oke Setiap Saat’ ini akan terus menciptakan konten-konten yang sifatnya edukatif, relevan dan bermanfaat bagi konsumen seputar tips kesehatan.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga akan terus membuat campaign yang menarik sesuai dengan objective per produknya dan terakhir membuat program penjualan yang menarik untuk drive pembelian di channel e-commerce.

“Memfokuskan pada campaign yang berpotensi viral meskipun campaign tersebut hanya satu kali burst per tahunnya,” kata dia.

Meski demikian, Widodo mengaku cukup kesulitan dalam menggali apa yang dibutuhkan konsumen melalui media digital. Karena menurutnya, interaksi digital tidak real seperti komunikasi langsung dengan konsumen melalui riset maupun brand activation.

“Yang bisa diukur adalah feedback dari campaign yang dilakukan dalam memberikan informasi terhadap kesesuaian brand promise dan consumer needs,” tandas pria lulusan S2 MM Universtas Indonesia ini. [ded]


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Menangkan Market Millenial, Sumo Squid Berkolaborasi dengan Selebgram

Menangkan Market Millenial, Sumo Squid Berkolaborasi dengan Selebgram
INFOBRAND.ID – Bisnis kuliner yang diadopsi dari luar negeri tentunya menjadi daya tarik tersendiri bagi pembisnis dan penikmat kuliner. Salahsa...


Jadilah Bagian dari Bebek & Ayam Goreng Pak Ndut, Rasa yang Authentic Sejak 1997

Jadilah Bagian dari Bebek & Ayam Goreng Pak Ndut, Rasa yang Authentic Sejak 1997
INFOBRAND.ID - Kuliner Bebek dan Ayam tentunya sangatlah menggoda, begitupun dengan peluang usahanya. Salah satu brand yang telah lama bergelut d...


My Bento Padukan Menu Hitz Agar Tetap Di Hati Konsumen

My Bento Padukan Menu Hitz Agar Tetap Di Hati Konsumen
INFOBRAND.ID - Resto bento masih menjadi kuliner favorit bagi banyak orang. Salahsatu brand yang masih eksis di kuliner ini adalah My Bento. Berd...


Resto Serba Sambal Tetap Tradisional Walau Zaman Sudah Modern

Resto Serba Sambal Tetap Tradisional Walau Zaman Sudah Modern
INFOBRAND.ID - Waralaba resto Serba Sambal kian berkembang, hingga kini oetletnya telah mencapai 50 outlet yang tersebar di Indonesia. Jumlah tersebut...