Rabu, 19 Juni 2019

Follow us:

infobrand

infobrand

Digital Activity Kunci Keberhasilan Combiphar di Era Digital

Posted by: 08-04-2019 15:59 WIB 238 viewer

Digital Activity Kunci Keberhasilan Combiphar di Era Digital
Weitarsa Hendarto, VP, Consumer Healthcare & Wellness and International Operations Combiphar/ Foto: Yudistira Wanne/ INFOBRAND.ID

Melakukan beragam kegiatan positif dan melaksanakan campaign sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat adalah cara PT Combiphar meningkatkan engagement. Dalam proses pelaksanaannya, Combiphar memiliki cara masing – masing untuk setiap brand dalam menerapkan strategi digital.

OBH Combi dan Insto misalnya. Dimana kedua merek ini masih menjadi andalan Combiphar untuk menggaet konsumen sejak puluhan tahun yang lalu. Tak heran kalau kedua merek asli Indonesia ini berhasil menjadi pemimpin pasar untuk masing – masing kategorinya.

“OBH Combi dan Insto adalah dua produk yang paling besar bagi kita. Usianya sudah lebih dari 40 tahun. OBH Combi sudah 47 tahun di tahun ini. Keduanya  mempunyai karakteristik yang sama. Keduanya adalah market leader. Insto, market leader untuk obat tetes mata.  Sementara OBH Combi adalah market leader obat batuk kemasan botol,” ujar VP Consumer Healthcare & Wellness and International Operations Combiphar,  Weitarsa Hendarto kepada INFOBRAND.ID, beberapa waktu lalu..

Dalam perjalanannya, baik OBH Combi maupun Insto tentu melalui berbagai tahapan sebelum menjadi brand besar seperti sekarang ini. Menurut Weitarsa, layaknya brand baru di awal perjalanannya, Combiphar telah membangun brand awareness dan distribusi agar bisa semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia.

“Untuk OBH Combi, yang perlu dilakukan adalah bagaimana kita bisa terus menjaga relevansi kita kepada konsumen. Terutama kepada yang baru. Untuk menjawab tantangan tersebut, tentu kita harus bisa membangun brand yang sustainable. Kita harus memastikan ada influx atau konsumen baru yang masuk, sehingga ini menjadi tantangan untuk kita,” ujarnya.

“Kalau Insto sendiri adalah brand nomor satu di kategori obat tetes mata. Satu dari dua obat tetes mata yang ada di Indonesia adalah Insto yang lebih menjual. Artinya, market share kita kurang lebih 50 persen dan itu tentu satu pasar yang besar. Tantangan untuk Insto adalah bahwa kategori tetes mata ini adalah kategori yang masih berkembang dan kita sebagai market leader mempunyai tanggung jawab dan hak dalam arti untuk bisa mengembangkan pasar ini. Ini adalah dua gambaran besarnya,” sambungnya.

Terkait strategi digital yang diterapkan, kedua brand ini memiliki taktik dan strategi yang berbeda. OBH Combi menyasar target consumer untuk usia yang lebih muda sekaligus memperhatikan dan menyajikan konten menarik di sosial media maupun website. Sementara, untuk Insto lebih kepada mengedukasi tentang perawatan tetes mata yang baik dan benar.

“Jika dilihat hubungannya dengan digital, untuk OBH combi  ini adalah sesuatu yang tentu saja harus dilihat dari sisi target consumer yang  cenderung  lebih muda. Kedua, juga dari sisi consumption (media consumption) belakangan ini terutama dengan semakin diadopsinya media digital. Jadi digital itu media yang relevan dari sisi target audiencenya sendiri,” ucapnya.

“Begitu juga hal yang sama untuk consumernya Insto. Kita melihat bahwa digital activity yang kita lakukan memang diarahkan untuk membangun dua bisnis objektif. Yang satu adalah untuk memperkuat koneksi atau membangun engagement dengan yang muda. Sementara brand Insto kita berusaha untuk mengedukasi tentang perawatan tetes mata yang baik dan benar,” jelasnya.

Selain itu, terkait cara meningkatkan engagement, OBH Combi dan Insto sangat memperhatikan apa yang sedang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumennya. “Dua brand ini, kita memiliki target audience kebetulan cukup mirip tapi dari message dan dari activity yang dilakukan berbeda. Untuk OBH Combi aktifitas yang dilakukan yakni melalui kampanye besar dengan tagline “kalahkan batuk, terus melaju”. Kampanye ini berbicara tentang bagaimana batuk itu adalah sebagai satu batasan atau penghambat. Dan OBH Combi adalah solusinya.

“OBH Combi mendapatkan dua rekor muri award. Pertama, dukungan untuk atlet Indonesia pada Asian games 2018. Kedua, game online untuk pemain terbanyak. Jadi salah satu yang kita lakukan juga untuk membangun engagement, kita membuat beberapa game dan game ini adalah game yang menampilkan 3 cabang olahraga. Mungkin kalau sempat melihat iklan kita, kita menampilkan 3 atlet Indonesia yaitu atlet panahan, sepakbola dan renang. Game ini dibuat dengan 3 olahraga ini di online. Mereka bisa download juga di apps,” ujar Weitarsa.

Ke depannya, Combiphar akan terus melakukan engagement consumer terhadap usia muda. Dalam pelaksanaannya, Combiphar akan fokus dengan penyampaian informasi yang relevan dan membuat konsumennya senang lantaran sarana informasi dan kontennya benar – benar dikemas dengan menarik.


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


APM Apotek K24 Targetkan Sistem Pembayaran Elektronik

APM Apotek K24 Targetkan Sistem Pembayaran Elektronik
JAKARTA, INFOBRAND.ID – PT K24 Indonesia melalui Apotek K24 berupaya untuk terus memenuhi kebutuhan konsumennya di tanah air. Untuk itu, inovasi...


Melalui Proyektor Lightscene, Epson Bidik Pasar Baru

Melalui Proyektor Lightscene, Epson Bidik Pasar Baru
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Product Marketing Dept Head PT Epson Indonesia, Zanipar Sudi Arsono Siadari mengatakan, pihaknya akan membidik pasar bar...


Pertama di Indonesia, Softex Pembalut Celana Nyaman Sepanjang Waktu Saat Datang Bulan

Pertama di Indonesia, Softex Pembalut Celana Nyaman Sepanjang Waktu Saat Datang Bulan
INFOBRAND.ID - Selama 70 tahun terakhir merk pembalut wanita terkemuka ini selalu menjadi sahabat setia wanita di saat datang bulan. Merk inipun terbi...


Miliki Laci Tersembunyi, Bigland Springbed Raih Top Innovation Choice Award 2019

Miliki Laci Tersembunyi, Bigland Springbed Raih Top Innovation Choice Award 2019
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Bigland Springbed terus berinovasi guna memenuhi kebutuhan konsumennya di Indonesia. Terbaru, merek yang berada di bawah...