Selasa, 07 Juli 2020

Follow us:

infobrand

infobrand

Evolusi CSR di Indonesia, Antara Tanggung Jawab Sosial dan Peluang Bisnis

Posted by: 11-06-2020 16:02 WIB 432 viewer

Evolusi CSR di Indonesia, Antara Tanggung Jawab Sosial dan Peluang Bisnis
Chair of ASEAN CSR Network & CEO/Founder Partnership-ID, Yanti Triwadiantini

JAKARTA, INFOBRAND.ID - Chair of ASEAN CSR Network & CEO/Founder Partnership-ID, Yanti Triwadiantini mengatakan bahwa di dunia, aktivitas Corporate Social Responsibility (CSR) sudah dikenal sejak era 70-an. Namun di negara ASEAN sendiri, CSR baru menjadi topik yang mengemuka di tahun 2012 lalu. Hal ini disampaikannya dalam seminar virtual bertajuk ‘CSR di Masa Pandemi COVID-19’ di acara e-awarding Indonesia Top Corporate Social Responsibility of the year 2020 pada Jumat (5/6) lalu.

Meski begitu, kegiatan CSR yang ada kaitannya dengan community development banyak dinuansakan dengan charity sudah terjadi sejak lama sekali. Hingga akhirnya terjadi pergeseran di tahun 2007 lalu, dimana pemerintah memaksakan CSR sebagai suatu mandatory requirement bagi perusahaan melalui undang-undang korporasi.

“Saat itu langsung mendapatkan perlawanan banyak sekali dari teman-teman perusahaan yang mengatakan ‘kita tidak perlu dipaksa untuk melakukan CSR, karena CSR is good for us’,” terang Yanti.

IKLAN INFOBRAND.ID

Menurutnya, saat itu teman-teman perusahaan menganggap kegiatan CSR bukan hanya sekadar urusan bagi-bagi sembako saja, tapi juga perilaku perusahaan dalam menjalankan bisnisnya.

“Tentu saja ini ada tujuannya. Dengan melakukan kegiatan CSR, harapannya tentu saja perusahaan dapat menjadi lebih langgeng karena dicintai masyarakat, dicintai customernya, kliennya dan sebagainya. Dan dicintai juga oleh investornya,” tambahnya.

Tujuan itulah yang menurut dia yang menjadi acuan keluarnya ISO 26000 sebagai acuan CSR. Kemudian juga pada masa-masa berikutnya makin terlihat dimana CSR menjadi semakin strategic dan terlepas dari pada sekadar hanya sumbangan-sumbangan saja.

“Kemudian terus bergeser lagi sampai kepada 5 tahun terakhir, dimana SDGs (Sustainable Development Goals) yang mulai diperkenalkan pemerintah maupun dunia mengenai 17 goals SDGs yang harus dicapai. Barulah ramai-ramai perusahaan merapatkan diri kesana. Maka dari itu ada gabungan atau kolaborasi antara pihak-pihak yang melakukan philanthropy dan perusahaan yang melakukan kegiatan sosial,” paparnya.

“Setelah itu di tahun ini terjadilah COVID-19, sebuah disrupsi yang luar biasa yang tentunya akan mengubah pola CSR kedepannya. Jika sebelumnya kita mengatakan ‘Business as Usual’, kedepan ini new normal tidak akan menjadi normal dan ini akan berlangsung lama ketidaknormalan itu sehingga bisnis harus melakukan hal-hal yang juga menjadi business unusual,” tutupnya.




Article Related


Subiakto Priosoedarsono: UKM Harus Punya Purpose dan Passion

Subiakto Priosoedarsono: UKM Harus Punya Purpose dan Passion
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Sektor UKM termasuk dalam sektor yang sangat terdampak selama masa pandemi COVID-19. Kondisi ini sangat berbeda dibandingkan p...


Local Branding: Jamu is the New Espresso

Local Branding: Jamu is the New Espresso
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Jamu dan Mpon-Mpon menjadi primadona sejak pandemi COVID-19 merebak. Penyebabnya yaitu karena dipercaya dapat menjaga daya tah...


Pentingnya Transformasi Digital dan Brand Leadership di Era Low Touch Economy

Pentingnya Transformasi Digital dan Brand Leadership di Era Low Touch Economy
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Dampak dari pandemi COVID-19 telah mengubah dunia menuju era Low Touch Economy. Era ini ditandai dengan interaksi antar indivi...


Strategi 3R Untuk Pelaku Bisnis: Rebound, Reboot dan Reborn

Strategi 3R Untuk Pelaku Bisnis: Rebound, Reboot dan Reborn
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Managing Partner Inventure sekaligus Program Director Indonesia Brand Forum (IBF), Yuswohady mengatakan bahwa sedikitnya...


Sign In
VIP Members

OPINIONS




Index

INFOBRAND LETTER




Index

BRAND PRACTITIONERS




Index
NABATI