Jum'at, 25 September 2020

Follow us:

infobrand

infobrand

Evolusi CSR di Indonesia, Antara Tanggung Jawab Sosial dan Peluang Bisnis

Posted by: 11-06-2020 16:02 WIB 745 viewer

Evolusi CSR di Indonesia, Antara Tanggung Jawab Sosial dan Peluang Bisnis
Chair of ASEAN CSR Network & CEO/Founder Partnership-ID, Yanti Triwadiantini

JAKARTA, INFOBRAND.ID - Chair of ASEAN CSR Network & CEO/Founder Partnership-ID, Yanti Triwadiantini mengatakan bahwa di dunia, aktivitas Corporate Social Responsibility (CSR) sudah dikenal sejak era 70-an. Namun di negara ASEAN sendiri, CSR baru menjadi topik yang mengemuka di tahun 2012 lalu. Hal ini disampaikannya dalam seminar virtual bertajuk ‘CSR di Masa Pandemi COVID-19’ di acara e-awarding Indonesia Top Corporate Social Responsibility of the year 2020 pada Jumat (5/6) lalu.

Meski begitu, kegiatan CSR yang ada kaitannya dengan community development banyak dinuansakan dengan charity sudah terjadi sejak lama sekali. Hingga akhirnya terjadi pergeseran di tahun 2007 lalu, dimana pemerintah memaksakan CSR sebagai suatu mandatory requirement bagi perusahaan melalui undang-undang korporasi.

“Saat itu langsung mendapatkan perlawanan banyak sekali dari teman-teman perusahaan yang mengatakan ‘kita tidak perlu dipaksa untuk melakukan CSR, karena CSR is good for us’,” terang Yanti.

Menurutnya, saat itu teman-teman perusahaan menganggap kegiatan CSR bukan hanya sekadar urusan bagi-bagi sembako saja, tapi juga perilaku perusahaan dalam menjalankan bisnisnya.

“Tentu saja ini ada tujuannya. Dengan melakukan kegiatan CSR, harapannya tentu saja perusahaan dapat menjadi lebih langgeng karena dicintai masyarakat, dicintai customernya, kliennya dan sebagainya. Dan dicintai juga oleh investornya,” tambahnya.

Tujuan itulah yang menurut dia yang menjadi acuan keluarnya ISO 26000 sebagai acuan CSR. Kemudian juga pada masa-masa berikutnya makin terlihat dimana CSR menjadi semakin strategic dan terlepas dari pada sekadar hanya sumbangan-sumbangan saja.

“Kemudian terus bergeser lagi sampai kepada 5 tahun terakhir, dimana SDGs (Sustainable Development Goals) yang mulai diperkenalkan pemerintah maupun dunia mengenai 17 goals SDGs yang harus dicapai. Barulah ramai-ramai perusahaan merapatkan diri kesana. Maka dari itu ada gabungan atau kolaborasi antara pihak-pihak yang melakukan philanthropy dan perusahaan yang melakukan kegiatan sosial,” paparnya.

“Setelah itu di tahun ini terjadilah COVID-19, sebuah disrupsi yang luar biasa yang tentunya akan mengubah pola CSR kedepannya. Jika sebelumnya kita mengatakan ‘Business as Usual’, kedepan ini new normal tidak akan menjadi normal dan ini akan berlangsung lama ketidaknormalan itu sehingga bisnis harus melakukan hal-hal yang juga menjadi business unusual,” tutupnya.




Article Related


Pentingnya Menerapkan Strategi Marketing Iblis Pada Bisnis

Pentingnya Menerapkan Strategi Marketing Iblis Pada Bisnis
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Pengamat ekonomi sekaligus dosen Universitas Airlangga (Unair), Dr. Gancar Candra Premananto, MSi., CMA mengatakan bahwa...


Sertifikat Halal Dapat Meningkatkan Daya Saing Produk UMKM di Tingkat Global

Sertifikat Halal Dapat Meningkatkan Daya Saing Produk UMKM di Tingkat Global
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Prof.Ir. Sukoso, M.Sc, Ph.D  Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama RI mengataka...


Pelaku Bisnis Franchise Harus Bisa Melakukan Adaptasi di Masa New Normal

Pelaku Bisnis Franchise Harus Bisa Melakukan Adaptasi di Masa New Normal
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia, Tri Raharjo mengatakan bahwa para pelaku bisnis franchise harus b...


Tri Raharjo: Marketing dan Inovasi, Kunci Keberhasilan Sebuah Brand

Tri Raharjo: Marketing dan Inovasi, Kunci Keberhasilan Sebuah Brand
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Marketing dan inovasi merupakan suatu kunci keberhasilan sebuah brand. Demikian yang disampaikan CEO TRAS N CO Indonesia...


Sign In
VIP Members

OPINIONS




Index

INFOBRAND LETTER




Index

BRAND PRACTITIONERS




Index
NABATI