Sabtu, 16 Januari 2021

Follow us:

infobrand

infobrand

Fokus Penjualan Online, Penjualan Habbie Tumbuh 13,08% Sepanjang 2020

Posted by: 12-01-2021 17:05 WIB 59 viewer

Fokus Penjualan Online, Penjualan Habbie Tumbuh 13,08% Sepanjang 2020
Habbie minyak telon aromatik.

JAKARTA - Pandemi Covid-19 memberikan tantangan bagi berbagai sektor bisnis. Tak terkecuali bisnis Minyak Telon, yang dikenal sebagai minyak terapi untuk bayi.

Habbie, pendatang baru dalam bisnis minyak telon, selama masa pandemi mengalami fluktuasi dan tidak dapat diprediksi. Pada awal pandemi penjualan sempat mengalami penurunan karena banyak faktor, seperti kesulitan bahan baku. Dari segi digital marketing juga mengalami banyak perubahan kebijakan yang berpengaruh terhadap performa iklan, dimana kondisi social ekonomi masyarakat yang juga tidak stabil dan prioritas pembelian di bahan pokok.

Tapi sebagai brand yang baru dilaunching di akhir tahun, pandemi covid-19 menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Habbie karena masih fokus pada pertumbuhan. Di mana rata-rata angka pertumbuhan Habbie sepanjang 2020 adalah 13,08%.

Moko Wilaksono, CEO Brand Habbie mengatakan, ada beberapa aspek yang mempengaruhi permintaan Habbie selama Pandemi Covid-19 antara lain, Habbie adalah produk baru, sedang netizen Indonesia cenderung menyukai untuk ‘trial & error’ atau mencoba hal-hal yang berbeda. Habbie memiliki unique selling point dibanding produk lain sejenis. Serta adanya shifting kebiasaan masyarakat yang terpaksa serba online.

Menghadapi tantangan tersebut, Habbie tetap berupaya keras untuk mendorong pertumbuhan penjualan. Untuk melakukannya, Habbie menerapkan strategi create demand secara digital, baik dari segi Ads, KOL, maupun pembicaraan di media nasional. Sebab, pada dasarnya, keinginan manusia dalam membeli sesuatu bisa diciptakan.

“Untuk era industrial 4.0 seperti sekarang ini, cara menciptakan  ‘keinginan manusia’ untuk membeli sesuatu lebih dipersingkat karena hampir setiap hari orang berinteraksi dengan gawainya,” jelas Moko.

Pandemi covid-19 membuat adopsi teknologi digital semakin masif, terutama dalam marketing, branding dan penjualan, karena itu pendekatan secara digital dilakukan Habbie sedari awal, bahkan sebelum pandemi, telah memasuki market adalah secara digital.

“Kami berfokus pada Facebook, Instagram, & Google untuk menciptakan ombak; ecommerce, Whatsapp, dan website untuk funnelling penjualan,” imbuh Moko.

Manfaatnya, dengan mengadopsi teknologi digital dalam branding, marketing dan penjualan, terjadi Growth hack yang progresif. Di mana penjualan produk Habbie didominasi melalui kanal online yang mencapai 90%.

 


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Investree Philippines Jadi Platform Crowdfunding Pertama untuk Pembiayaan UKM di Filipina

Investree Philippines Jadi Platform Crowdfunding Pertama untuk Pembiayaan UKM di Filipina
JAKARTA - Perusahaan joint venture berbasis fintech antara Filinvest Development Corp (FDC) resmi menerima persetujuan dari Komisi Sekuritas dan Bursa...


Telurkan Bibit Unggul Atlet Esport Indonesia, Garena Resmikan Free Fire Master League Season III

Telurkan Bibit Unggul Atlet Esport Indonesia, Garena Resmikan Free Fire Master League Season III
JAKARTA - Garena, perusahaan platform internet dengan pertumbuhan tercepat di dunia, akan menggelar Free Fire Master League Season III (FFML Season II...


Tingkatkan Kenyamanan Pelanggan, BlueBird akan Luncurkan Versi Terbaru Aplikasi MyBlueBird

Tingkatkan Kenyamanan Pelanggan, BlueBird akan Luncurkan Versi Terbaru Aplikasi MyBlueBird
JAKARTA - Blue Bird, perusahaan transporasi terkemuka di Indonesia berencana meluncurkan versi terbaru dari aplikasi MyBlueBird. Dalam waktu dekat ver...


MSI Kenalkan Laptop Gaming GE76 Raider Dragon Edisi Tiamat

MSI Kenalkan Laptop Gaming GE76 Raider Dragon Edisi Tiamat
JAKARTA - Menjelang ulang tahun MSI ke-35, perusahaan ini memperkenalkan standar terbaru untuk sebuah laptop gaming, yakni GE76 Raider Dragon Edition...