Jum'at, 15 November 2019

Follow us:

infobrand

infobrand

Gancar Candra Premananto: Pelajari Inovasi Dari Bapak Inovator Sedunia

Posted by: 03-05-2018 12:08 WIB 869 viewer

Gancar Candra Premananto: Pelajari Inovasi Dari Bapak Inovator Sedunia
Gancar Candra Premananto, Head Of Magister Of Management  Faculty Of Economics and Bussines Airlangga University

Persaingan Bisnis yang kian sengit, semakin beragamnya pilihan produk/jasa, tentunya akan sangat membawa pengharuh yang besar bagi sebuah brand atau merek untuk melakukan sebuah inovasi secara masif.

Menurut Gancar Candra Premananto, Head Of Magister Of Management  Faculty Of Economics and Bussines Airlangga University kepada INFOBRAND.ID, “Inovasi penting untuk dilakukan karena konsumen membutuhkan hal-hal untuk memenuhi gaya hidup mereka untuk selalu tampil sesuai ‘perkembangan zaman’, Namun harus diingat juga tidak semua produk inovatif berhasil.”

Gancar menjelaskan bahwa, riset menunjukkan 80% produk inovasi gagal di pasaran, kelompok yang menyukai produk inovatif dengan harga yang tinggi (early adopter) hanya 2,5% dari keseluruhan target pasar, maka memasarkan produk baru adalah sebuah tantangan.

Customer loyalty masih bisa ditantang dengan menghadirkan sesuatu yang baru pada produk, Gancar menambahkan yang menjadikan mereka tertarik untuk mencoba, Gancar menambahkan, “Namun diharapkan tidak sekedar mencoba hal baru, tapi pengalaman mencoba hal baru, harus didukung dengan kualitas produk yang baik, agar konsumen tidak hanya sekali mencoba langsung kapok,” tegas Gancar.

Gancar pun menerangkan inovasi seperti apa yang cocok bagi sebuah brand/merek di era digital seperti sekarang ini adalah berinovasi dalam hal produk juga inovasi untuk bauran pemasaran yang lain, yakni inovasi dalam penentuan harga, komunikasi pemasaran dan saluran distribusi.

Berkaitan dengan era digital, maka inovasi yang harus ditekankan adalah inovasi komunikasi dan saluran distribusi online. Menarik dipelajari adalah beberapa produk dapat sukses menggunakan media online tanpa perlu menggunakan media komunikasi dan saluran tradisional.

“Di era Revolusi Industri 4.0 ini, membuat komunikasi yang inovatif akan menjadikan kemungkinan terjadinya Viral Marketing semakin menguat. Komunikasi harus lebih memberikan konten yang menghibur, bukan sekedar membangun product knowledge,” jelas Gancar.

Lalu apakah dengan mengeluarkan statement inovasi yang pertama di Indonesia akan membantu mendongkrak penjualan sebuah brand/merek ?

Menggunakan kata-kata ‘baru’ dan ‘yang Pertama’ menurut Gancar, sudah sering dimunculkan dalam beriklan, menjadikan kata-kata tersebut menjadi sesuatu yang biasa dan tidak terlalu memberikan impresi bagi konsumen.

Mendongkrak awareness penjualan produk baru umumnya dilakukan dengan menggunakan sesuatu yang sudah memiliki ekuitas yang tinggi di benak konsumen, seperti menggunakan endorser yang sudah memiliki pupularitas yang sesuai untuk karakteristik produk.

“Menggunakan Vlogger/Youtuber, menggunakan COO Country Of Origin, seperti contoh the khas Jepang, melakukan brand extension dan lainya. Mencari pendekatan yang belum dilakukan pesaing menjadi tantangan, Adapun mendongkrak penjualan umumnya dilakukan dengan menggunakan promosi penjualan seperti pemberian diskon, hadiah, voucher dan lainnya. ” pungkas Gancar.

Gancar pun tak lupa berikan pendapatnya inovasi seperti apa yang baik bagi sebuah brand.

“Menelaah bahwa tidak semua produk inovatif pasti sukses, sebagaimana juga tidak semua startup bisnis berhasil, maka memahami inovasi yang baik merupakan hal penting,” imbuh Gancar.

Berikut beberapa hal yang harus dijaga dalam melakukan inovasi yang baik adalah:

  1. Memahami bahwa produk memiliki Value yang diharapkan konsumen
  2. Membangun trust dari target pasar, bahwa produk inovatif memiliki value yang dapat diandalkan. Trust diantaranya dibentuk dengan menggandeng merk yang telah memiliki ekuitas tinggi. Baik melalui brand extension, CEO, COO, vlogger/endorser, Third party Organization dan lainnya
  3. Mengkomunikasikan dengan cara yang lebih inovatif dibanding pesaing.
  4. Komunikasi pemasaran yang lebih soft selling.
  5. Masuk kepada komunitas untuk produk yang relevan. Diharapkan komunitas ini akan menjadi reference group bagi target market.
  6. Sesuai model Adopsi produk. Para innovator diberikan kesempatan untuk free trial.
  7. Membangun experiential marketing dalam proses adopsi produk inovatif

 

Selain unsur tersebut ada baiknya pelajari inovasi dari bapak inovator sedunia yakni Nabi Nuh as, beliau harus membuat produk yang benar-benar baru dan tidak ada produk sebelumnya yang bisa dijadikan benchmark ujar Gancar.

“Sebuah kapal raksasa yang sekali jadi, harus langsung sukses 100%. Dan tidak menggunakan pengujian dan  percobaan sebelumnya. Aspek yang menarik untuk memunculkan produk inovatif, belajar dari kenabian beliau adalah pendekatan spiritual. Salah satu kunci keberhasilan produk inovatif adalah dengan niat baik membangun usaha dan menjalin hubungan transedental. Membangun melalui manajemen Spiritual,” tutup Gancar.


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Hadirkan Sofa Plastik Knock Down Motif Rotan, Napolly Sukses Raih Penghargaan Pertama di Indonesia

Hadirkan Sofa Plastik Knock Down Motif Rotan, Napolly Sukses Raih Penghargaan Pertama di Indonesia
SENTUL, INFOBRAND.ID - Perusahaan plastik furniture yang berkibar di bawah bendera PT Cahaya Buana Intitama, Napolly terus melakukan pengembangan inov...


Elshinta Semarang Tangkal Hoax Lewat Independensi Pemberitaan

Elshinta Semarang Tangkal Hoax Lewat Independensi Pemberitaan
Jaringan radio siaran yang fokus menggarap segmen pemberitaan atau news, Elshinta Radio, semakin konsisten dalam menyampaikan kebenaran dan fakta guna...


Blu Tack, Produk Perekat Reusable Pertama di Indonesia yang Multifungsi

Blu Tack, Produk Perekat Reusable Pertama di Indonesia yang Multifungsi
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Penggunaan lem atau perekat tentu bukan lagi suatu hal yang baru dalam kehidupan sehari-hari. Mengandung zat kimia yang memili...


Penyelenggara Klaim Indocomtech 2019 Hasilkan Putaran Duit Rp700 Miliar

Penyelenggara Klaim Indocomtech 2019 Hasilkan Putaran Duit Rp700 Miliar
Setelah digelar selama 5 hari, pameran teknologi informasi dan komunikasi Indocomtech 2019 akhirnya resmi ditutup pada Minggu, 3 November 2019. Diikut...