Rabu, 23 Januari 2019

infobrand




Indonesia-EFTA Tandatangani Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehesif

Posted by: 18-12-2018 17:55 WIB 97 viewer

Indonesia-EFTA Tandatangani Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehesif
Foto: dok istimewa

Indonesia resmi menjalin kerjasama dengan empat negara yang tergabung dalam European Free Trade Association (EFTA), yaitu Swiss, Liechtenstein, Islandia, dan Norwegia; dengan ditandatangninya Indonesia-EFTA Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE-CEPA). Penandatanganan naskah perjanjian IE-CEPA dilakukan Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita; Federal Councillor and Head of the Federal Department of Economic Affairs, Education and Research, Johann N. Schneider-Ammann; Minister of Foreign Affairs, Justice and Culture Liechtenstein, Aurelia Frick; State Secretary/Deputy Trade Minister, Kingdom of Norway, Daniel Bjarmann-Simonsen; dan Icelandic Ambassador and Chief of Protocol, Hannes Heimisson; di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Perundingan IE-CEPA berlangsung selama hampir delapan tahun sebelum akhirnya dinyatakan selesai secara substantif oleh para juru runding dalam pertemuan di Bali pada 29 Oktober—1 November 2018, dan dideklarasikan final oleh para Menteri pada 23 November 2018 di Jenewa, Swiss. 

"Saya bersyukur karena setelah menandatangani Indonesia-Chile CEPA pada Desember 2017 di Santiago, Chile; kembali tahun ini Indonesia menandatangani sebuah penjanjian penting lainnya untuk mendorong kemitraan ekonomi dengan negara-negara sahabat dari kawasan Eropa. Indonesia percaya bahwa Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan EFTA ini akan membawa ekonomi Indonesia lebih kuat, berdaya saing, dan menarik bagi investor dari negara-negara maju anggota EFTA,” jelas Mendag Enggar.

Penandatanganan perjanjian ini berlangsung di tengah melemahnya perdagangan dunia dan berlanjutnya ketidakpastian perdagangan antarnegara di tahun 2019 dan tahun-tahun selanjutnya. Di tengah situasi ini, kelima negara penandatangan perjanjian memberikan sinyal positif kepada dunia bahwa hubungan ekonomi yang bersahabat melalui sebuah perjanjian preferensi tetap merupakan pilihan terbaik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Perjanjian IE-CEPA mencakup isu-isu perdagangan barang, perdagangan jasa, investasi, hak kekayaan intelektual, pembangunan berkelanjutan, ketentuan asal dan bea cukai, fasilitasi perdagangan, pengamanan perdagangan, persaingan usaha, legal, serta kerja sama dan pengembangan kapasitas.

“Cakupan perjanjian ini yang demikian komprehensif menunjukkan bahwa kelima negara memiliki tekad bersama untuk mengangkat hubungan ekonomi ini ke jenjang yang lebih tinggi. Ini tentunya akan ikut mendorong proses modernisasi perekonomian Indonesia, mengingat negara-negara EFTA memiliki keunggulan tersendiri di bidang teknologi, energi, pendidikan, transportasi, keuangan, kimia, perikanan dan lainnya, dan dengan didukung oleh kerja sama ekonomi dan pengembangan kapasitas kita harapkan akan terjadi alih-teknologi secara alamiah,” ujar Enggar.

Menteri Perdagangan Swiss, Federal Councillor Ammann, menyatakan bahwa perjanjian dengan Indonesia ini sangat ditunggu pelaku usaha dari EFTA yang ingin mengembangkan bisnisnya di dan dengan Indonesia sebagai regional hub di kawasan ASEAN. Sejatinya, hubungan perdagangan bilateral antara Indonesia dan EFTA masih jauh dari potensi sesungguhnya, karena baru mencatatkan total nilai USD 2,4 miliar pada 2017.

Sekilas Mengenai IE-CEPA

Pada perdagangan barang, Indonesia akan memperoleh peningkatan akses pasar ke EFTA, antara lain untuk produk-produk perikanan, industri (tekstil, furnitur, sepeda, elektronik, dan ban mobil), pertanian (di antaranya kopi dan kelapa sawit). Dengan IE-CEPA, maka akses tenaga kerja Indonesia (intra corporate trainee, trainee, contract service supplier, independent professional, serta young professionals) ke negaranegara EFTA juga akan semakin terbuka. Indonesia dan EFTA juga menyepakati kerja sama dan pengembangan kapasitas di bidang promosi ekspor, pariwisata, UMKM, HKI, kakao dan kelapa sawit, pendidikan vokasional, industri maritim, dan perikanan.

Di sisi lain, EFTA akan memperoleh peningkatan akses pasar ke Indonesia untuk produk emas, obat-obatan, tekstil, kimia, jam, makarel, mesin, jus, tanker, dan parfum. Komitmen lain yang juga terangkum dalam IECEPA adalah fasilitasi perdagangan. Melalui komitmen ini, peraturan perdagangan maupun prosedur kepabeanan akan menjadi lebih sederhana dan lebih transparan. Melalui IE-CEPA, Indonesia juga menawarkan investasi untuk sektor-sektor yang menjadi unggulan EFTA, di antaranya perikanan, pertanian, manufaktur (produk makanan, tekstil, kimia, farmasi), dan energi. IE-CEPA juga diharapkan dapat menciptakan iklim usaha yang terbuka, stabil, dan dapat diprediksi bagi para investor.

Sekilas Mengenai Perundingan IE-CEPA

Pada 7 Juli 2010, perundingan Indonesia-EFTA CEPA diluncurkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Swiss Doris Leuthard (mewakili EFTA) berdasarkan prinsip-prinsip komprehensif, saling menghargai (mutual respect), semangat yang konstruktif (constructive spirit), kesetaraan kedaulatan (sovereign equality), dan saling menguntungkan (common benefit), serta mengakui adanya perbedaan tingkat pembangunan antara kedua pihak.

Setelah berlangsung selama 9 putaran, perundingan dihentikan sementara pada 2014 karena adanya pergantian pemerintahan di Indonesia. Pada 2016, Indonesia dan EFTA sepakat melanjutkan kembali proses perundingan yang akhirnya dapat diselesaikan secara substansial pada pertemuan terakhir di Bali pada 29 Oktober—1 November 2018.

Perundingan Indonesia-EFTA CEPA secara resmi dinyatakan selesai pada 23 November 2018 ketika kedua pihak menandatangani deklarasi bersama penyelesaian perundingan IE-CEPA (Joint Statement on the Conclusion of the Negotiations on a Comprehensive Economic Partnership Agreement between the EFTA States and Indonesia) di Jenewa, Swiss.

Perdagangan Indonesia-EFTA

Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa EFTA merupakan negara tujuan ekspor nonmigas ke-23 dan negara asal impor nonmigas ke-25 terbesar bagi Indonesia. Pada 2017, total perdagangan IndonesiaEFTA mencapai USD 2,4 miliar. Nilai ekspor Indonesia ke EFTA tercatat USD 1,31 miliar, sementara impor Indonesia dari EFTA sebesar USD 1,09 miliar.

Ekspor utama Indonesia ke EFTA antara lain mencakup perhiasan, perangkat optik, emas, perangkat telepon, dan minyak esensial. Sementara impor utama Indonesia dari EFTA adalah emas, mesin turbo-jet, obat-obatan, pupuk, dan campuran bahan baku industri. Nilai investasi negara-negara anggota EFTA di Indonesia pada 2017 baru mencapai USD 621 juta dan dengan ditandatanganinya Indonesia-EFTA CEPA ini diharapkan lebih banyak lagi investor dari negara-negara EFTA yang menanamkan modalnya di Indonesia.

 


Kemendag EFTA

Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


BNI & PNM Salurkan Kur Melalui Program Mekaar Naik Kelas

BNI & PNM Salurkan Kur Melalui Program Mekaar Naik Kelas
Menginjak usia ke-12 tahun kerja sama antara PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI dengan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM,...


Gandeng Lazada, Huawei Pasang Harga Mengejutkan untuk Huawei Y7 Pro 2019

Gandeng Lazada, Huawei Pasang Harga Mengejutkan untuk Huawei Y7 Pro 2019
Memasuki tahun baru 2019 Huawei langsung menggebrak dengan menghadirkan smartphone kelas entry-level terbaru Huawei Y7 Pro 2019. Dengan menggandeng ma...


Bantu Pulihkan Palu, PT Bank BRIsyariah Tbk Laksanakan CSR

Bantu Pulihkan Palu, PT Bank BRIsyariah Tbk Laksanakan CSR
PT Bank BRIsyariah Tbk terus berupaya dekat dengan masyarakat. Terbaru, BRIsyariah melakukan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate...


Indosat Ooredoo Business Connect Medan 2019 Membangun Mata Rantai Ekonomi Melalui Digitalisasi

Indosat Ooredoo Business Connect Medan 2019 Membangun Mata Rantai Ekonomi Melalui Digitalisasi
Indosat Ooredoo dengan strategi akselerasi B2B sebagai mesin pertumbuhan baru, kembali menggelar roadshow event business connect di Kota Medan. Indosa...


Bank Mandiri dan PT Pos Indonesia Perluas Layanan Top Up

Bank Mandiri dan PT Pos Indonesia Perluas Layanan Top Up
Bank Mandiri resmi jalin kerjasama dengan PT Pos Indonesia (Persero) guna memperluas layanan top up Mandiri e-money untuk mengakselerasi gerakan non-t...


Gandakan Kapasitas, Alibaba Cloud Luncurkan Data Center Kedua di Indonesia

Gandakan Kapasitas, Alibaba Cloud Luncurkan Data Center Kedua di Indonesia
Alibaba Cloud, perusahaan komputasi awan milik Alibaba Group, hari ini meluncurkan data center keduanya di Indonesia untuk menjawab permintaan pelangg...


Kemenperin Gelar IID Awards Tahun Depan, IKM Perlu Inovasi Desain Kemasan

Kemenperin Gelar IID Awards Tahun Depan, IKM Perlu Inovasi Desain Kemasan
Industri kecil dan menengah (IKM) perlu memperhatikan desain kemasan dan merek produknya yang lebih menarik dan kekinian sehingga bisa diminati konsum...


Indonesia-EFTA Tandatangani Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehesif

Indonesia-EFTA Tandatangani Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehesif
Indonesia resmi menjalin kerjasama dengan empat negara yang tergabung dalam European Free Trade Association (EFTA), yaitu Swiss, Liechtenstein, Island...


Konsolidasi Guna Penguatan Peran Badan Litbang di Dalam Perumusan Kebijakan Transportasi

Konsolidasi Guna Penguatan Peran Badan Litbang di Dalam Perumusan Kebijakan Transportasi
Setiap kementerian atau lembaga diharuskan menyusun sistem perencanaan berjenjang dimulai dari perencanaan jangka panjang, jangka menengah dan jangka...


Perkuat Upaya Perlindungan Konsumen, Mendag Tetapkan Sembilan Daerah Tertib Ukur

Perkuat Upaya Perlindungan Konsumen, Mendag Tetapkan Sembilan Daerah Tertib Ukur
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyerahkan piagam penghargaan kepada sembilan kabupaten/kota yang ditetapkan sebagai Daerah Tertib Ukur (DTU)...


Pacu Investasi Industri Lebih Masif, Pemerintah Relaksasi DNI

Pacu Investasi Industri Lebih Masif, Pemerintah Relaksasi DNI
Pemerintah terus berupaya meningkatkan nilai investasi, baik dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA). Investasi, k...


Teknologi IoT Solusi Pengembangan Industri Masa Depan

Teknologi IoT Solusi Pengembangan Industri Masa Depan
Kementerian Perindustrian mendukung penuh kepada perusahaan operator telekomunikasi di Indonesia yang dapat membangun ekosistem inovasi. Hal ini guna...


Tumbuh 10 Persen, Industri Minuman Didorong Terapkan Standar Hijau

Tumbuh 10 Persen, Industri Minuman Didorong Terapkan Standar Hijau
Kementerian Perindustrian terus mendorong sektor manufaktur di Indonesia untuk menerapkan konsep industri hijau. Upaya ini sejalan dengan salah satu p...


Perkenalkan Making Indonesia 4.0 ke Dunia, Indonesia Jadi Negara Mitra Resmi Hannover Messe 2020

Perkenalkan Making Indonesia 4.0 ke Dunia, Indonesia Jadi Negara Mitra Resmi Hannover Messe 2020
Indonesia semakin memposisikan diri sebagai kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan terus berupaya memaksimalkan potensi di sektor industri dan...


Laju Industri Sepeda Motor Kian ‘Ngacir’

Laju Industri Sepeda Motor Kian ‘Ngacir’
Indonesia tidak hanya sebagai negara ketiga terbesar di dunia setelah China dan India untuk potensi pasar sepeda motor, tetapi juga menjadi salah satu...


Sign In
VIP Members

OPINIONS










Index