Sabtu, 16 Januari 2021

Follow us:

infobrand

infobrand

Indonesia Jadi Jawara E-commerce Asia Tenggara

Posted by: 30-12-2020 20:16 WIB 139 viewer

Indonesia Jadi Jawara E-commerce Asia Tenggara
ecommerce.

Pelanggan e-commerce di Indonesia naik menjadi 66% selama pandemi covid-19. Sebanyak 90% pengguna internet Indonesia telah melakukan pembelian melalui e-commerce. Fakta tersebut membuat Indonesia menempati peringkat satu di Asia Tenggara sebagai pengguna e-commerce terbesar.

Demikian terungkap dalam survei berjudul Indonesia Consumption Basket yang dilakukan Tim riset Bank DBS Indonesia, yang melakukan survei kepada lebih dari 500 responden di Pulau Jawa, termasuk Jakarta dan sebagian kecil di luar Pulau Jawa. Masih berdasarkan hasil survei yang sama, kegiatan belanja online naik sebanyak 14%, sedangkan belanja di pusat perbelanjaan turun secara signifikan mencapai 24% semenjak pandemi Covid-19 menyerang Indonesia. Sebelum pandemi, sebanyak 72% responden survei memilih belanja di toko dibandingkan online.

Berdasarkan laporan dari Redseer, Gross Marketing Value (GMV) e-commerce Indonesia meningkat di kuartal kedua tahun ini, mencapai USD10 miliar dikarenakan dorongan masyarakat yang berganti ke platform daring untuk belanja produk kebutuhan sehari-hari, seperti kesehatan dan perawatan, bahan makanan, dan Fast-Moving Consumer Goods (FMCG). Pembelian kebutuhan sehari-hari secara online juga mengakibatkan kegiatan belanja ke pasar tradisional menurun drastis menjadi 30% dari sebelumnya sebanyak 52%.

Beberapa responden yang memilih berbelanja di situs web perusahaan dan media sosial naik tipis selama pandemi, masing-masing menjadi 6% dan 3%. Dengan demikian, perusahaan kini tidak dapat mengabaikan persaingan yang datang dari online. Survei yang dilakukan Bank DBS Indonesia menyarankan agar perusahaan mempercepat strategi omni-channel atau memulai kemitraan dengan platform e-commerce yang mapan.

Meskipun peminat belanja e-commerce naik secara tajam selama pandemi, e-commerce Indonesia ternyata sudah berkembang pesat bahkan unggul di kawasan Asia Tenggara sebelum Covid-19 mewabah serta menjadi salah satu pendorong utama ekonomi nasional. Nilai Gross Market Value (GMV) dari e-commerce di Indonesia mencapai USD21 miliar di tahun 2019 dan diprediksi meningkat hingga USD40 miliar pada tahun 2022. Berlanjut hingga saat pandemi berlangsung, Bank DBS Indonesia menilai pentingnya peran e-commerce selama wabah dan mengharapkan kontribusinya terus berkembang pasca-corona.


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Pulih, Penjualan Mobil Merangkak Naik

Pulih, Penjualan Mobil Merangkak Naik
JAKARTA - Pandemi covid-19 terbukti memberi dampak negatif pada sejumlah sektor bisnis. Termasuk otomotif, menjadi salah satu sektor yang mendapat imb...


Pelopor PLTS Atap Catat Peningkatan Permintaan Instalasi

Pelopor PLTS Atap Catat Peningkatan Permintaan Instalasi
JAKARTA - Sepanjang tahun 2020, Xurya Daya Indonesia (Xurya) sebagai startup lokal energi terbarukan yang mempelopori metode Rp 0,- (no upfront cost)...


Saat Pandemi Pelaku Usaha Ultra Mikro Beroperasi Nyaris Tanpa Libur

Saat Pandemi Pelaku Usaha Ultra Mikro Beroperasi Nyaris Tanpa Libur
JAKARTA - Survey Lembaga Riset Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) menunjukkan demi bertahan hidup saat pandemi pelaku usaha ultra m...


ShopeePay Bagikan Lima Inspirasi Resolusi Tahun 2021

ShopeePay Bagikan Lima Inspirasi Resolusi Tahun 2021
JAKARTA - Sepanjang tahun 2020 menjadi tahun yang penuh tantangan, di mana kita diajarkan untuk lebih bersyukur dan lebih sadar akan kebersihan, keseh...