Kamis, 21 Februari 2019

infobrand




Industri Perhiasan Harus Perkuat ‘Branding’ Guna Bersaing di Pasar Ekspor

Posted by: 29-10-2018 15:41 WIB 117 viewer

Industri Perhiasan Harus Perkuat ‘Branding’ Guna Bersaing di Pasar Ekspor
Kemenperin mendorong penguatan branding produk perhiasan Indonesia

Kementerian Perindustrian terus mendorong penguatan branding produk perhiasan Indonesia agar lebih berdaya saing di tingkat global. Upaya ini sejalan dengan fokus pemerintah saat ini untuk meningkatkan nilai ekspor guna memperkuat struktur pereknomian nasional.

“Kami memberikan tantangan kepada para anggota Asosiasi Perhiasan Emas dan Permata Indonesia (APEPI) untuk secepatnya menciptakan branding perhiasan asli Indonesia yang lebih kompetitif di pasar internasional," kata Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Sabtu (27/10) lalu.

Menurut Gati, perhiasan merupakan salah satu komoditas andalan yang cukup berkontribusi terhadap peningkatan nilai ekspor nasional. “Kami mencatat, pada tahun 2017, ekspor perhiasan menyumbang sebesar USD2,7 miliar. Sementara hingga September 2018, nilai ekspor perhiasan sudah mencapai USD1,4 miliar,” ungkapnya.

Untuk itu, guna semakin menggenjot nilai ekspor perhiasan nasional, Kemenperin telah melakukan inisiasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait agar produk perhiasan dari Indonesia tidak terkena tarif bea masuk di negara tujuan ekspor. Misalnya ke Turki dan Dubai sebagai negara yang potensial.

“Ekspor perhiasan kita memang banyak ke Dubai dan Turki, tetapi kita masih dikenakan tarif bea masuk ke sana sebesar 5 persen, sedangkan Singapura dikenakan bea masuk 0 persen ke Dubai,” ujar Gati. Menurutnya, Singapura bisa mendapatkan bea masuk 0 persen ke Dubai karena antara kedua negara memiliki perjanjian free trade agreement (FTA). Sementara Indonesia dengan Dubai belum ada FTA.

“Kami akan berbicara dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian Perdagangan soal bea masuk tersebut. Kami berharap, dengan nanti adanya FTA, tarif bea masuk 0 persen itu bukan hanya berlaku untuk perhiasan, tetapi juga komoditas lain,” paparnya.

Langkah strategis lainnya, Kemenperin aktif memfasilitasi IKM perhiasan di dalam negeri ikut partisipasi pada pameran tingkat nasional dan internasional. Tujuannya, selain mempromosikan produk unggulan, juga memperluas jaringan pasar mereka hingga mampu ekspor.

Contohnya, ajang Surabaya International Jewelry Fair (SIJF) 2018 yang merupakan wujud kerja sama antara APEPI dengan Dewan Kerajinan Nasional Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 25-28 Oktober 2018 di Grand Ballroom Shangri La Hotel, Surabaya, Jawa Timur.

Pada tahun ini, Ditjen IKM Kemenperin memfasilitasi sebanyak 30 pelaku usaha tampil di SIJF 2018 untuk mempromosikan produk perhiasan dan aksesoris terbaik mereka, seperti, perak, emas, berlian, mutiara dan permata serta batu-batuan. “Peserta ini memperkenalkan desain perhiasan terbarunya yang diproduksi melalui teknologi terkini, yang tentunya mengikuti tren saat ini,” imbuhnya.

Gati menambahkan, pihaknya telah memiliki program dan kegiatan dalam rangka meningkatkan daya saing perhiasan nasional, di antaranya melalui pelatihan dan pendampingan tenaga ahli desainer, bantuan mesin dan peralatan khususnya di Unit Pelayanan Teknis (UPT), peningkatan keterampilan SDM melalui pendidikan dan pelatihan produksi, serta perbaikan iklim usaha terkait dengan regulasi di bidang fiskal untuk kemudahan impor bahan baku. 

“Harapannya, tentu agar memberikan dampak positif, baik bagi pelaku industri perhiasan maupun masyarakat secara umum, melalui pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas," terangnya.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyampaikan, industri perhiasan merupakan salah satu sektor andalan dalam memacu perekonomian di Jawa Timur. Sampai September 2018, nilai ekspor perhiasan dan permata dari Jatim sudah mencapai Rp45 triliun.

Industri perhiasan di Jatim juga mengalami pertumbuhan yang positif. Pada 2016 tercatat mengalami pertumbuhan 12 persen dan tahun 2018 diperkirakan masih berada di angka dua digit. “Tahun lalu di Jatim hanya ada 11 industri perhiasan skala besar dan menengah, dan tahun ini menjadi 26 perusahaan. Sedangkan, yang skala kecil sebanyak 1.854 unit usaha,” ungkapnya.

Jumlah tersebut menandakan bahwa 50 persen industri perhiasan nasional ada di Jatim. “Setidaknya ada 11 kota/kabupaten yang berpotensi dalam pengembangan industri perhiasan dan aksesoris seperti Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Malang, Lamongan, Pasuruan, Lumajang dan Pacitan,” imbuhnya.

Soekarwo menambahkan, saat ini Jawa Timur menjadi kawasan kumpulan emas terbesar di Asia Tenggara. "Hasil dari pengamatan satelit internasional ada 26 ribu hektare (Ha) tambang emas antara Kabupaten Lumajang sampai Malang, kemudian 58 ribu Ha antara Tulungagung sampai Trenggalek, dan yang terbesar di Pacitan hingga 95 ribu Ha. Jadi Jatim ini tempat yang baik karena bahan baku dan proses industri ada disini," ungkap pria yang sering disapa Pakde Karwo.


Kemenperin

Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


PACT Centre: Bukti Panasonic dalam Memberikan Pelayanan Maksimal

PACT Centre: Bukti Panasonic dalam Memberikan Pelayanan Maksimal
PT Panasonic Gobel Indonesia, salah satu usaha terbesar di Indonesia resmi menjalin kerjasama dengan Tana Shop selaku penjual produk khusus Panasonic...


UMKM Indonesia Masih Belum Maksimal Garap Peluang Go Digital, Kenapa?

UMKM Indonesia Masih Belum Maksimal Garap Peluang Go Digital, Kenapa?
INFOBRAND.ID – Di era digital ini, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) perlu mendapat dukungan maksimal dari pemerintah. Hal ini sejalan deng...


Kemendag Dukung Pelaksanaan BUMN-UKM Great Sale 2019 di Solo

Kemendag Dukung Pelaksanaan BUMN-UKM Great Sale 2019 di Solo
Kementerian Perdagangan berkomitmen terus meningkatkan pemasaran produk usaha kecil menengah (UKM), salah satunya melalui keikutsertaan dalam pameran....


Kemenperin Dorong Industri Daur Ulang di Sektor Otomotif

Kemenperin Dorong Industri Daur Ulang di Sektor Otomotif
Kementerian Perindustrian mendorong implementasi industri daur ulang atau recycle industry untuk sektor otomotif. Konsep tersebut dinilai mampu mendon...


Terra Drone Berinvestasi di Perusahaan Jasa Drone AeroGeosurvey Indonesia

Terra Drone Berinvestasi di Perusahaan Jasa Drone AeroGeosurvey Indonesia
Pada Januari 2019, telah dilakukan kolaborasi antara Terra Drone dengan AeroGeosurvey Indonesia melalui investasi berupa modal dan teknologi. Sebagai...


GOJEK Bersama Bank Indonesia Sulawesi Utara Beri Pelatihan Wirausaha untuk 200 UMKM

GOJEK Bersama Bank Indonesia Sulawesi Utara Beri Pelatihan Wirausaha untuk 200 UMKM
Guna mendukung inisiatif Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sulawesi Utara, GOJEK, perusahaan penyedia layanan mobile on-demand dan pembayaran berbasis...


Indonesia Properti Expo 2019 Siap Digelar

Indonesia Properti Expo 2019 Siap Digelar
PT Adhouse Clarion Events didukung DPD REI DKI Jakarta, dan PT Bank Tabungan Negara (BTN) Persero Tbk resmi menggelar pameran Indonesia Properti Expo...


Aqua dan Bluebird Resmi Jalin Kerjasama

Aqua dan Bluebird Resmi Jalin Kerjasama
Bluebird group resmi mengumumkan kerjasama dengan Danone-Aqua sebagai pemenuhan hidrasi para pengemudi di seluruh anak usaha Bluebird Group yang melip...


BNI & PNM Salurkan Kur Melalui Program Mekaar Naik Kelas

BNI & PNM Salurkan Kur Melalui Program Mekaar Naik Kelas
Menginjak usia ke-12 tahun kerja sama antara PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI dengan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM,...


Gandeng Lazada, Huawei Pasang Harga Mengejutkan untuk Huawei Y7 Pro 2019

Gandeng Lazada, Huawei Pasang Harga Mengejutkan untuk Huawei Y7 Pro 2019
Memasuki tahun baru 2019 Huawei langsung menggebrak dengan menghadirkan smartphone kelas entry-level terbaru Huawei Y7 Pro 2019. Dengan menggandeng ma...


Bantu Pulihkan Palu, PT Bank BRIsyariah Tbk Laksanakan CSR

Bantu Pulihkan Palu, PT Bank BRIsyariah Tbk Laksanakan CSR
PT Bank BRIsyariah Tbk terus berupaya dekat dengan masyarakat. Terbaru, BRIsyariah melakukan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate...


Indosat Ooredoo Business Connect Medan 2019 Membangun Mata Rantai Ekonomi Melalui Digitalisasi

Indosat Ooredoo Business Connect Medan 2019 Membangun Mata Rantai Ekonomi Melalui Digitalisasi
Indosat Ooredoo dengan strategi akselerasi B2B sebagai mesin pertumbuhan baru, kembali menggelar roadshow event business connect di Kota Medan. Indosa...


Bank Mandiri dan PT Pos Indonesia Perluas Layanan Top Up

Bank Mandiri dan PT Pos Indonesia Perluas Layanan Top Up
Bank Mandiri resmi jalin kerjasama dengan PT Pos Indonesia (Persero) guna memperluas layanan top up Mandiri e-money untuk mengakselerasi gerakan non-t...


Gandakan Kapasitas, Alibaba Cloud Luncurkan Data Center Kedua di Indonesia

Gandakan Kapasitas, Alibaba Cloud Luncurkan Data Center Kedua di Indonesia
Alibaba Cloud, perusahaan komputasi awan milik Alibaba Group, hari ini meluncurkan data center keduanya di Indonesia untuk menjawab permintaan pelangg...


Kemenperin Gelar IID Awards Tahun Depan, IKM Perlu Inovasi Desain Kemasan

Kemenperin Gelar IID Awards Tahun Depan, IKM Perlu Inovasi Desain Kemasan
Industri kecil dan menengah (IKM) perlu memperhatikan desain kemasan dan merek produknya yang lebih menarik dan kekinian sehingga bisa diminati konsum...


Sign In
VIP Members

OPINIONS








Index