Rabu, 19 Juni 2019

Follow us:

infobrand

infobrand

Innovating Jogja 2019, Mendorong Inovasi Produk Lokal Berdaya Saing Global

Posted by: 10-04-2019 14:02 WIB 236 viewer

Innovating Jogja 2019, Mendorong Inovasi Produk Lokal Berdaya Saing Global
Innovating Jogja 2019

INFOBRAND.ID - Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Ngakan Timur Antara menjelaskan, saat ini pemerintah tengah gencar mendorong ekspor produk lokal melalui pemanfaatan teknologi digital. Salahsatunya produk kerajinan, tenun dan batik.

Tujuannya, kata dia, produk yang dihasilkan industri dapat berdaya saing global. “Maka akan kita kuatkan inovasi ini ke sektor industri,” kata Ngakan dalam keterangan pers, Rabu (10/4).

BPPI Kemenperin, kata dia, dapat menjadi penyokong utama terbentuknya ekosistem inovasi yang melahirkan riset-riset berkualitas dan memberi manfaat bagi kemajuan industri nasional. Menurutnya, guna menghasilkan inovasi yang sesuai kebutuhan di dunia industri, BPPI terus menggandeng sektor swasta untuk ikut berkontribusi dalam kegiatan riset atau alih teknologi yang mendukung kemajuan sektor manufaktur nasional

Mengacu catatan Kemenperin, hingga saat ini jumlah balai litbang yang ada di lingkungan BPPI Kemenperin sebanyak 11 Balai Besar dan 11 Balai  Riset Standardisasi (Baristand) Industri. Setelah sukses dengan kegiatan Innovating Jogja di tahun 2016 dan 2018, dia menjalaskan, pada tahun ini Kemenperin melalui Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) di Yogyakarta kembali meluncurkan kegiatan Innovating Jogja 2019.

Kepala BBKB Yogyakarta Titik Purwati Widowati mengatakan, kegiatan Innovating Jogja tahun ini menitikberatkan pada penumbuhan usaha yang bergerak pada bidang kerajinan dan batik. Apalagi, batik merupakan salah satu produk unggulan yang berkontribusi cukup besar bagi perekonomian nasional melalui capaian ekspornya.

Kemenperin juga mencatat, nilai ekspor dari produk kriya nasional pada Januari-November 2018 mampu mencapai 823 juta dolar AS atau naik dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 820 juta dolar AS. Adapun industri kerajinan di Indonesia jumlahnya cukup banyak, yaitu lebih dari 700 ribu unit usaha dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 1,32 juta orang.

“Kegiatan Innovating Jogja kali ini sama saja seperti dahulu, tapi bedanya saat ini kita sedang genjot industri batik untuk menghasilkan startup kerajinan dan batik di Yogyakarta yang inovatif,” katanya.

Menurut Titik, pada tahun 2019, pihaknya tidak hanya menyeleksi calon peserta yang memiliki inovasi di bidang kerajinan dan batik, tetapi juga mereka yang berminat untuk memanfaatkan teknologi kompor listrik batik tulis hasil penelitian BBKB.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kemenperin) menargetkan ekspor produk tenun dan batik mampu menembus 58,6 juta miliar dolar AS pada 2019 ini dengan mendorong industri melakukan inovasi teknologi. Artinya, target ekspor tersebut jauh lebih besar dibanding capaian ekspor tahun lalu berkisar 53,3 juta dolar AS.


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Kontroversi Larangan Iklan Rokok di Internet

Kontroversi Larangan Iklan Rokok di Internet
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Iklan rokok saat ini banyak ditemui di berbagai situs semacam Youtube, Instagram dan Game Online. Inilah alasan kenapa K...


Pencarian Rumah Meningkat Usai Lebaran, Rata-rata Dibawah Rp500 Juta

Pencarian Rumah Meningkat Usai Lebaran, Rata-rata Dibawah Rp500 Juta
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Tren pencarian rumah mengalami peningkatan sebesar 120 persen usai lebaran. Hal ini berdasarkan data dari portal propert...


Kemenperin Optimis Capaian Industri Halal Tembus USD25 Miliar Tahun Ini

Kemenperin Optimis Capaian Industri Halal Tembus USD25 Miliar Tahun Ini
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto optimis pencapaian industri halal di tahun 2019 ini mampu menembus target yang...


Kemenperin Serius Garap Kawasan Industri Halal

Kemenperin Serius Garap Kawasan Industri Halal
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mengakselerasi pembangunan kawasan industri halal di dalam negeri. Sedikitnya aka...