Ahad, 17 Februari 2019

infobrand




Kemenperin Dorong Industri Daur Ulang di Sektor Otomotif

Posted by: 11-02-2019 09:16 WIB 25 viewer

Kemenperin Dorong Industri Daur Ulang di Sektor Otomotif
Foto: dok istimewa

Kementerian Perindustrian mendorong implementasi industri daur ulang atau recycle industry untuk sektor otomotif. Konsep tersebut dinilai mampu mendongkrak daya saing ekspor manufaktur Tanah Air, sekaligus bisa berkontribusi dalam menerapkan circular economy yang menjadi bagian dari industri 4.0.

“Sekarang 73% ekspor kita ditopang dari industri manufaktur dan sektor otomotif menjadi salah satu andalan,” ucap Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat Seminar Nasional Kesiapan Sumber Daya manusia Industri Manufaktur Menghadapi Revolusi Industri 4.0 di SMK Ananda Mitra Industri Deltamas di Cikarang, Jawa Barat, Rabu (6/2).

Pada Januari-September 2018, jumlah ekspor mobil utuh (completely built up/CBU) mencapai 187.752 unit. Angkanya naik 10,4% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Kemudian, ekspor sepeda motor dari Indonesia, pada 2018 naik melejit 46,3% menjadi 575.000 unit. Ekspor sektor otomotif diperkirakan jumlahnya terus naik seiring rencana diterapkannya kebijakan fiskal, seperti harmonisasi tarif dan revisi besaran Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

Karena itu, Menperin mengajak para pelaku industri otomotif nasional agar terus meningkatkan daya saingnya, dengan bersinergi mengusung ekonomi berkelanjutan melalui daur ulang, salah satunya plastic recycle. Tren saat ini, komponen besar dalam kendaraan seperti, bumper, fender, dan dashboard pada mobil tidak lagi menggunakan stainless steel, tetapi menggunakan kandungan plastik.

Ajakan Menperin tersebut sekaligus untuk mengakomodasi standar-standar keberlanjutan dari 10 prioritas nasional di dalam inisiatif Making Indonesia 4.0. “Plastik itu bukan sampah, dari segi cost plastik adalah bahan baku yang relatif lebih kompetitif dibanding yang lain, dan menyerap emisi lebih rendah,” kata Airlangga.

Menurut Airlangga, apabila industri otomotif menggunakan virgin plastic, maka biaya produksi akan lebih mahal. Terlebih apabila dengan impor virgin plastic, kebutuhan devisa akan menjadi lebih tinggi, karena saat ini Indonesia baru mampu memproduksi

satu juta ton virgin plastic, padahal kebutuhannya mencapai lima juta ton. “Karena itu pemerintah mendorong yang namanya circular economy, yang bagian juga dari industri 4.0,” tegasnya.

Menperin menilai, kapasitas daur ulang plastik di Tanah Air masih jauh dari standar, padahal masih bisa ditingkatkan. Saat ini, di dalam negeri baru mampu mendaur ulang 12,5 persen dari standar industri yang seharusnya yakni 25 persen.

Padahal kata Airlangga, konsep ekonomi berkelanjutan dinilai dapat meningkatkan nilai tambah di dalam negeri. “Circular economy itu penting, karena akan menjadi kunci daya saing industri ke depan, semakin banyak recycle industry, semakin kompetitif,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu implementasi industri daur ulang di sektor otomotif yang sudah berjalan adalah pembuatan blok mesin, 80% persen sudah menggunakan material daur ulang. “Karena aluminum alloy itu masuk recycle material, saya tegaskan kembali bahwa recycle industry ini adalah sesuatu yang harus dilakukan, jadi tidak perlu khawatir,” ujar Airlangga.
Kemudian apabila dilihat dari persektoral, aluminium sendiri sudah menjadi salah satu yang circular economy-nya tinggi, yakni sudah di atas 70%, sehingga komponen kendaraan yang menggunakan bahan recycle aluminium,  seperti blok mesin dan pelek mobil lebih kompetitif dan memiliki daya saing tinggi.  “Kalau misalnya industrinya harus 100 persen virgin aluminum, mobil tidak akan ada yang kompetitif, karena cost-nya akan tinggi,” jelas Airlangga.

Agar terus meningkatkan daya saing, konsep ekonomi berkelanjutanini tak hanya untuk aluminium dan plastik saja, karena baja yang merupakan salah satu komponen utama dalam bodi mobil bisa didaur ulang melalui scrap. “Makanya, industri recycle ini terus kami dorong. Bahkan, di dalam WEF kemarin, didorong pula circular economy untuk perbankan, jadi perbankan untuk mendukung circular economy,” jelasnya.

Subtitusi impor

Airlangga menambahkan, ekonomi berkelanjutanini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengimplementasikan kebijakan substitusi impor yang menjadi prioritas Kementerian Perindustrian di tahun 2019, sehingga sebisa mungkin bahan baku yang tadinya impor, dibuat di dalam negeri. “Sekarang pemerintah sudah memakai formula, untuk mengurangi impor adalah substitusi impor, kemudian untuk mendorong ekspor dengan meningkatkan investasi berorientasi ekspor,” imbuhnya.

Dengan formula yang diterapkan tersebut, diharapkan terjadi loncatan pertumbuhan ekonomi nasional yang signifikan. Karena, kata Airlangga, target Making Indonesia 4.0 adalah capaian 10 besar perekonomian terkuatdi dunia pada tahun 2030.

Kemudian untuk meningkatkan investasi yang berorientasi ekspor, pemerintah  menggenjot melalui keringanan pajak antara lain tax holiday dan super deductible tax atau pengurangan pajak di atas 100 persen. “Insentif fiskal ini akan diberikan kepada industri yang terlibat dalam program pendidikan vokasi serta melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang) untuk menghasilkan inovasi,” tegas Airlangga.

Airlangga menyampaikan, penerapan super deductible tax sejalan dengan inisiatif di dalam peta jalan Making Indonesia 4.0. Artinya, pemberian fasilitas ini selain melengkapi insentif fiskal tax allowance dan tax holiday, akan mengakselerasi industri manufaktur nasional agar siap menuju revolusi industri 4.0.

“Insentif pajak ini juga diberikan guna mempercepat peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) Indonesia dalam menyongsong revolusi industri keempat. Untuk bertransformasi ke era industri digital, dibutuhkan reskilling agar mereka mampu berkompetisi,” paparnya.

Pengembangan SDM terampil merupakan salah satu strategi guna menangkap peluang bonus demografi yang akan dialami Indonesia pada tahun 2020-2030. Tumbuhnya jumlah angkatan kerja yang produktif ini dapat menggenjot kinerja ekonomi nasional.

Kemenperin telah menggulirkan berbagai program pendidikan dan pelatihan vokasi dalam menuju era industri 4.0. Misalnya, pendidikan vokasi yang link and match antara industri dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).  Untuk pengembangan SDM di politeknik, Kemenperin punya program skill for competitiveness (S4C) yang bekerja sama dengan Swiss dalam menerapkan pendidikan sistem ganda (teori dan praktik).

 


Kemenperin Daur Ulang

Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


UMKM Indonesia Masih Belum Maksimal Garap Peluang Go Digital, Kenapa?

UMKM Indonesia Masih Belum Maksimal Garap Peluang Go Digital, Kenapa?
INFOBRAND.ID – Di era digital ini, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) perlu mendapat dukungan maksimal dari pemerintah. Hal ini sejalan deng...


Kemendag Dukung Pelaksanaan BUMN-UKM Great Sale 2019 di Solo

Kemendag Dukung Pelaksanaan BUMN-UKM Great Sale 2019 di Solo
Kementerian Perdagangan berkomitmen terus meningkatkan pemasaran produk usaha kecil menengah (UKM), salah satunya melalui keikutsertaan dalam pameran....


Kemenperin Dorong Industri Daur Ulang di Sektor Otomotif

Kemenperin Dorong Industri Daur Ulang di Sektor Otomotif
Kementerian Perindustrian mendorong implementasi industri daur ulang atau recycle industry untuk sektor otomotif. Konsep tersebut dinilai mampu mendon...


Terra Drone Berinvestasi di Perusahaan Jasa Drone AeroGeosurvey Indonesia

Terra Drone Berinvestasi di Perusahaan Jasa Drone AeroGeosurvey Indonesia
Pada Januari 2019, telah dilakukan kolaborasi antara Terra Drone dengan AeroGeosurvey Indonesia melalui investasi berupa modal dan teknologi. Sebagai...


GOJEK Bersama Bank Indonesia Sulawesi Utara Beri Pelatihan Wirausaha untuk 200 UMKM

GOJEK Bersama Bank Indonesia Sulawesi Utara Beri Pelatihan Wirausaha untuk 200 UMKM
Guna mendukung inisiatif Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sulawesi Utara, GOJEK, perusahaan penyedia layanan mobile on-demand dan pembayaran berbasis...


Indonesia Properti Expo 2019 Siap Digelar

Indonesia Properti Expo 2019 Siap Digelar
PT Adhouse Clarion Events didukung DPD REI DKI Jakarta, dan PT Bank Tabungan Negara (BTN) Persero Tbk resmi menggelar pameran Indonesia Properti Expo...


Aqua dan Bluebird Resmi Jalin Kerjasama

Aqua dan Bluebird Resmi Jalin Kerjasama
Bluebird group resmi mengumumkan kerjasama dengan Danone-Aqua sebagai pemenuhan hidrasi para pengemudi di seluruh anak usaha Bluebird Group yang melip...


BNI & PNM Salurkan Kur Melalui Program Mekaar Naik Kelas

BNI & PNM Salurkan Kur Melalui Program Mekaar Naik Kelas
Menginjak usia ke-12 tahun kerja sama antara PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI dengan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM,...


Gandeng Lazada, Huawei Pasang Harga Mengejutkan untuk Huawei Y7 Pro 2019

Gandeng Lazada, Huawei Pasang Harga Mengejutkan untuk Huawei Y7 Pro 2019
Memasuki tahun baru 2019 Huawei langsung menggebrak dengan menghadirkan smartphone kelas entry-level terbaru Huawei Y7 Pro 2019. Dengan menggandeng ma...


Bantu Pulihkan Palu, PT Bank BRIsyariah Tbk Laksanakan CSR

Bantu Pulihkan Palu, PT Bank BRIsyariah Tbk Laksanakan CSR
PT Bank BRIsyariah Tbk terus berupaya dekat dengan masyarakat. Terbaru, BRIsyariah melakukan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate...


Indosat Ooredoo Business Connect Medan 2019 Membangun Mata Rantai Ekonomi Melalui Digitalisasi

Indosat Ooredoo Business Connect Medan 2019 Membangun Mata Rantai Ekonomi Melalui Digitalisasi
Indosat Ooredoo dengan strategi akselerasi B2B sebagai mesin pertumbuhan baru, kembali menggelar roadshow event business connect di Kota Medan. Indosa...


Bank Mandiri dan PT Pos Indonesia Perluas Layanan Top Up

Bank Mandiri dan PT Pos Indonesia Perluas Layanan Top Up
Bank Mandiri resmi jalin kerjasama dengan PT Pos Indonesia (Persero) guna memperluas layanan top up Mandiri e-money untuk mengakselerasi gerakan non-t...


Gandakan Kapasitas, Alibaba Cloud Luncurkan Data Center Kedua di Indonesia

Gandakan Kapasitas, Alibaba Cloud Luncurkan Data Center Kedua di Indonesia
Alibaba Cloud, perusahaan komputasi awan milik Alibaba Group, hari ini meluncurkan data center keduanya di Indonesia untuk menjawab permintaan pelangg...


Kemenperin Gelar IID Awards Tahun Depan, IKM Perlu Inovasi Desain Kemasan

Kemenperin Gelar IID Awards Tahun Depan, IKM Perlu Inovasi Desain Kemasan
Industri kecil dan menengah (IKM) perlu memperhatikan desain kemasan dan merek produknya yang lebih menarik dan kekinian sehingga bisa diminati konsum...


Indonesia-EFTA Tandatangani Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehesif

Indonesia-EFTA Tandatangani Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehesif
Indonesia resmi menjalin kerjasama dengan empat negara yang tergabung dalam European Free Trade Association (EFTA), yaitu Swiss, Liechtenstein, Island...


Sign In
VIP Members

OPINIONS











Index