Senin, 16 September 2019

Follow us:

infobrand

infobrand

Kemenperin Optimis Kinerja Industri Semen Bakal Meningkat Tahun Ini

Posted by: 11-06-2019 10:47 WIB 170 viewer

Kemenperin Optimis Kinerja Industri Semen Bakal Meningkat Tahun Ini
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (dok. Kemenperin)

JAKARTA, INFOBRAND.ID - Direktur Industri Semen, Keramik, dan Pengolahan Bahan Galian Nonlogam, Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian Adie Rochmanto P. mengatakan bahwa kinerja industri semen tahun ini diprediksi akan mengalami peningkatan dibanding tahun lalu.

Menurutnya, hal ini berkaitan dengan upaya pemerintah untuk terus menciptakan iklim usaha yang kondusif di Tanah Air. “Setelah pemilu, aktivitas industri manufaktur diharapkan akan kembali berjalan normal,” kata Adie dalam siaran persnya.

Adie optimis pertumbuhan sektor IKFT yang mencakup industri semen, akan menyentuh di angka 4,3 persen sepanjang tahun ini. Target tersebut melonjak dari capaian pada kuartal I tahun 2019 sebesar 3,6 persen.

“Dalam jangka panjang, industri semen akan tetap tumbuh signifikan. Hal ini seiring gencarnya proyek infrastruktur dan pembangunan properti,” ungkapnya.

Dia juga mengungkapkan kalau utilisasi industri semen tahun ini akan lebih baik dari tahun lalu atau di atas 75 persen. Utilisasi ini memperhitungkan pasar domestik dan ekspor yang terus berkembang.

“Kami berharap membaiknya ekonomi kita pascapemilu ini setidak-tidaknya memberikan leverage bagi utilisasi kapasitas kita sekarang,” imbuhnya.

Kemenperin menargetkan, ekspor semen dan klinker bisa mencapai 7 juta ton pada 2019, naik 24 persen dibandingkan 2018 sebanyak 5,64 juta ton. Hal ini dilakukan guna mendongkrak penjualan semen tahun ini.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menegaskan, pihaknya juga terus mendorong peningkatan konsumsi semen di pasar domestik melalui beberapa peluang proyek yang sedang berjalan, terutama yang dicanangkan oleh pemerintah. Misalnya, program pembangunan sektor infrastruktur, properti, dan manufaktur.

Langkah lainnya, Kemenperin mengarahkan kepada industri penggilingan semen (grinding plant) di dalam negeri yang menggunakan bahan baku klinker, diharapkan dapat menyerap dari produksi lokal. Upaya ini guna mengurangi impor produk serupa.

Airlangga menjelaskan, kebijakan-kebijakan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk menjaga iklim usaha tetap kondusif sehingga industri semen nasional dapat tumbuh dan berkembang. “Kami juga mendorong diversifikasi produk barang-barang dari semen serta penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) semen secara wajib,” imbuhnya.

Saat ini pasar semen domestik mengalami kelebihan pasokan. Kapasitas produksi industri semen terintegrasi di dalam negeri mencapai 109,9 juta ton per tahun, sementara konsumsi pada tahun 2018 sekitar 69,6 juta ton.

“Industri semen di dalam negeri memang kondisinya sedang over capacity. Dahulu pertumbuhan permintaan semen memang tinggi, sehingga investor berlomba-lomba membuat pabrik dan investasi namun dalam perjalanannya pertumbuhan tidak sebesar yang diperkirakan sehingga saat ini terjadi over capacity," jelas Menperin.

Di samping itu, yang juga menjadi hal penting, Kemenperin meminta kepada pelaku industri semen di dalam negeri agar terus membangun ekosistem inovasi untuk meningkatkan keunggulan kompetitif di tengah persaingan yang semakin ketat baik di tingkat regional maupun internasional. Inovasi tersebut bisa menjadi keuntungan bagi perusahaan karena lebih efisien terutama dalam mengatasi kelebihan kapasitas produksi semen nasional.

“Industri semen diharapkan dapat melakukan transformasi sesuai dengan perkembangan teknologi terkini di era revolusi industri 4.0 yang dapat diterapkan secara bertahap,” tutur Menperin. Hal ini untuk mencari langkah-langkah efisiensi dan optimalisasi proses produksi agar mencapai hasil yang maksimal.

Menurut Airlangga, pembangunan industri strategis seperti pabrik semen perlu dijaga keberlanjutannya karena membawa efek berganda bagi perekonomian daerah dan nasional, antara lain penyerapan tenaga kerja dan penumbuhan industri kecil berbasis semen yang bisa dikembangkan.

“Industri semen merupakan industri yang dapat mendorong penumbuhan industri lokal khususnya untuk industri barang dari semen,” tegasnya. [ded]


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Ini Strategi BNI Syariah dalam Mengoptimalkan Bisnis Pembiayaan Konsumer

Ini Strategi BNI Syariah dalam Mengoptimalkan Bisnis Pembiayaan Konsumer
JAKARTA, INFOBRAND.ID – BNI Syariah memaparkan sejumlah strategi yang dilakukannya dalam mengoptimalkan bisnis pembiayaan konsumen. Salah satuny...


Bekraf dan Kemenlu Inisiasi Pembentukan Komite Khusus Ekonomi Kreatif ASEAN

Bekraf dan Kemenlu Inisiasi Pembentukan Komite Khusus Ekonomi Kreatif ASEAN
Wakil-wakil negara ASEAN berkomitmen untuk memajukan kerja sama bidang ekonomi kreatif di Kawasan. Kerja sama tersebut diharapkan dapat meningkatkan i...


Siap Menanti Produksi Massal Mobil ESEMKA

Siap Menanti Produksi Massal Mobil ESEMKA
INFOBRAND.ID - PT Solo Manufaktur Kreasi (PT SMK), produsen lokal yang memproduksi mobil ESEMKA telah bekerjasama dengan lebih dari 30 industri penyed...


Singapura Diprediksi Jadi Calon Destinasi Halal Favorit di Asia pada 2026

Singapura Diprediksi Jadi Calon Destinasi Halal Favorit di Asia pada 2026
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Potensi wisata halal diperkirakan mencapai 200 miliar US Dollar pada tahun 2020 dan meningkat 300 miliar US Dollar pada 2026....