Rabu, 23 Oktober 2019

Follow us:

infobrand

infobrand

Kenaikan Dolar Tidak Berpengaruh Pada Bisnis Franchise di Indonesia

Posted by: 28-09-2018 16:37 WIB 605 viewer

Kenaikan Dolar Tidak Berpengaruh Pada Bisnis Franchise di Indonesia
Ketua Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) sekaligus Ketua Komite Tetap KADIN Bidang Waralaba, Lisensi dan Kemitraan, Levita Supit (Istimewa)

INFOBRAND.ID - Kondisi nilai tukar rupiah saat ini terus tergerus terhadap Dolar Amerika Serikat (AS). Dimana nilainya per hari ini (28/9/2018) mencapai hampir Rp15 ribuan (tepatnya di angka Rp14.901-red). Imbasnya, sudah pasti akan berpengaruh pada kehidupan sehari-hari, seperti kebutuhan pokok dan lain sebagainya.

Meski demikian, kenaikan dolar rupanya bukanlah sesuatu yang membuat para pelaku bisnis franchise yang ada di Indonesia menjadi heboh bukan kepalang. Hal ini disampaikan oleh Ketua Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) sekaligus Ketua Komite Tetap KADIN Bidang Waralaba, Lisensi dan Kemitraan, Levita Supit saat berbincang dengan wartawan INFOBRAND.ID, Kamis (27/9/2018) kemarin di Jakarta.

Menurut Levita, meskipun dolar mengalami kenaikan, tapi bisnis franchise di Indonesia tetap berjalan sebagaimana mestinya. Bahkan kata dia, belum ada pelaku usaha yang komplain terkait dengan hal tersebut. Karena naiknya dolar hanya sementara, bukan sesuatu yang long term.

“Kenaikan dolar itu tidak terlalu berpengaruh untuk bisnis franchise di Indonesia. Kalau untuk waralaba asing mungkin iya, karena mereka kontensnya itu kan pakai US Dolar. Tapi kalau yang lainnya tidak terlalu,” ujarnya.

Justru kata dia, pemerintah saat ini telah memberikan hasil yang cukup bagus untuk bisnis franchise di Indonesia, salah satunya adalah dengan pembangunan infrastruktur jalan.

“Coba misalnya saya kirim ayam ke Papua, saya biasanya sampai sana sudah agak-agak busuk karena jalannya tau sendiri kan kayak gimana. Tapi sekarang, dengan adanya jalan tol sekarang pengiriman barang lebih gampang, lebih cepat, lebih aman, terjamin dan jaraknya juga jauh lebih dekat,” jelasnya.

“Kalau dulu kan tidak ada infrastruktur yang jelas. Seharusnya pengiriman 5 hari jadi 10 hari. Belum lagi keamanannya di jalan, yang tadinya pengirimannya penuh sampai sana tinggal setengah kontainer. Jadi kalau saya lihat sih pelaku usaha tidak terlalu worry ya dengan kenaikan dolar. Dan belum ada juga komplain-komplain yang berarti yang kita terima dari pelaku usaha,” pungkasnya. [ded]


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Perhimpunan WALI Ingin Bisnis Franchise Indonesia Go Internasional

Perhimpunan WALI Ingin Bisnis Franchise Indonesia Go Internasional
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Berdiri sejak 20 tahun lalu, Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) masih menjadi asosiasi andalan yang menjadi ruj...


Emir Pohan: Legalitas, Instrumen Keberhasilan Franchise

Emir Pohan: Legalitas, Instrumen Keberhasilan Franchise
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Hukum menjadi sesuatu yang sangat penting dalam berkehidupan di negara ini. Semua kegiatan maupun aktivitas harus mengacu pada...


WFA Percaya Merek Waralaba Indonesia Bisa Berkembang di Pasar ASEAN

WFA Percaya Merek Waralaba Indonesia Bisa Berkembang di Pasar ASEAN
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Troy Franklin, COO South East Asia World Franchise Associates (WFA) meyakini kalau merek waralaba Indonesia memiliki peluang y...


Amalia E. Maulana: Branding & Franchise

Amalia E. Maulana: Branding & Franchise
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Branding bukan hanya seputar menjadikan sebuah nama atau merek menjadi Top of Mind saja. Akan tetapi, aktivitas branding terse...