Kamis, 13 Agustus 2020

Follow us:

infobrand

infobrand

Ketua ASENSI: Franchise Butuh Kolaborasi untuk Survive

Posted by: 02-07-2020 13:36 WIB 348 viewer

Ketua ASENSI: Franchise Butuh Kolaborasi untuk Survive
Ilustrasi (Istimewa)

JAKARTA, INFOBRAND.ID - Era pandemi Covid-19 memberikan efek yang berbeda bagi industri franchise. Beberapa franchise cukup terpukul seperti resto, hotel, theme park, travel, dan pendidikan. Namun demikian, ada juga yang tak terdampak, bahkan menemukan momentumnya seperti franchise kesehatan, APD, apotek, serta makanan-minumal kesehatan yang healthy dan dianggap meningkatkan imunitas.

“Kondisinya seperti itu. Ada yang terdampak, ada yang menemukan momentum,” ujar Susanty Widjaya dalam acara Indonesia Brand Forum 2020 pada Rabu (1/7). Susanty sendiri adalah Ketua Asosiasi Lisensi Indonesia (ASENSI) dan Sekjen Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), juga pemiliki sejumlah waralaba, satu diantaranya yang adalah Bakmi Naga dan Mie Batavia. 

Sebagai industri yang terkena dampak (resto), Susanty mengakui situasinya tidak mudah. Seperti bisnis lain, pelaku jaringan franchise juga harus mesti benar-benar memikirkan strategi yang tepat dalam hal pengelolaan operasional dan branding.

IKLAN INFOBRAND.ID

Dalam urusan pengelolaan operasional, selain tetap harus menjaga cash flow, mereka juga mesti menjaga ritme bisnisnya. Untuk bisa survive, revival, dan tetap tumbuh (grow), produk atau layanan tetap mesti bisa diserap pasar agar bisnis tak ambruk. Itu artinya bisnis tetap harus jalan.

Salah satu hal penting yang juga dilakukan dalam urusan operasional adalah mengelola hubungan, kolaborasi dan kemitraan yang makin erat antara franchisor dan franchisee. “Dalam kondisi seperti ini, kita harus seperti keluarga. Saya sebagai franchisor harus maintain hubungan yang empatik dengan para franchisee,” ujar perempuan yang akrab disapa Susan ini.

Kini, Susan melanjutkan, dengan para franchisee-nya, dia melakukan beberapa hal untuk bisa survive. Pertama, sharing inovasi. Kepada para franchisee diberikan resep atau produk baru menyiasati pandemi seperti produk ready to serve dan bakmi siap rebus. Inovasi ini merupakan cara baru menghadapi perubahan perilaku dan protokol kesehatan di mana layanan dine-in berkurang.

Kedua, menjaga morale para franchisee dengan cara komunikasi yang kontinyu. Ketiga, memberi keringanan kepada fanchisee seperti royalty fee dan biaya marketing. “Sebab saya juga merasakan kesulitan mereka. Kami ada di perahu yang sama. Intinya, untuk survive dibutuhkan kolaborasi yang erat antara franchisor dan franchisee,” Susan menegaskan.

Di samping pengelolaan operasional yang tetap prima, Susan melanjutkan, pelaku franchise juga tetap harus menjaga brand-nya. Banyak hal bisa dilakukan untuk mem-branding-kan merek franchise, tapi intinya akan kembali untuk memenangkan benak (mind) juga hati (heart) para pelanggannya.

Di luar kondisi yang sulit ini, Susan bersyukur karena adanya pandemi juga membuat bisnisnya kian memiliki momentum untuk go-digital. Mereka bukan hanya meluaskan pasar ke kanal ecommerce, juga makin payless demi meminimalkan sentuhan fisik. “Jadi, ini memang berkahnya. Dan seperti dinyatakan Jack Ma, never give up, akan ada sinar matahari di tengah suasana mendung ini,” ujarnya menutup talkshow.


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Ini Strategi Melia Laundry di Masa New Normal

Ini Strategi Melia Laundry di Masa New Normal
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Dampak pandemi COVID-19 telah memukul semua sektor bisnis di tanah air, tak terkecuali bisnis franchise. Hal ini pun dir...


Pameran Waralaba FLEI 2020 Bakal Digelar Dipertengahan Oktober

Pameran Waralaba FLEI 2020 Bakal Digelar Dipertengahan Oktober
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Reed Panorama Exhibition dan Perhimpunan Waralaba & Lisensi Indo...


Ketua ASENSI: Franchise Butuh Kolaborasi untuk Survive

Ketua ASENSI: Franchise Butuh Kolaborasi untuk Survive
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Era pandemi Covid-19 memberikan efek yang berbeda bagi industri franchise. Beberapa franchise cukup terpukul seperti resto, ho...


Melirik Peluang Kemitraan Ayam Hootz Pasca Pandemi

Melirik Peluang Kemitraan Ayam Hootz Pasca Pandemi
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Popularitas bisnis ayam geprek memang tak perlu diragukan lagi untuk para pecinta kuliner tanah air. Bagi para pemula, bisnis...


Sign In
VIP Members

OPINIONS




Index

INFOBRAND LETTER




Index

BRAND PRACTITIONERS




Index
NABATI