Ahad, 06 Desember 2020

Follow us:

infobrand

infobrand

Kini Pegadaian Terima Gadai Efek hingga Rp20 Miliar

Posted by: 19-10-2020 16:52 WIB 260 viewer

Kini Pegadaian Terima Gadai Efek hingga Rp20 Miliar
Sosialisasi produk gadai efek Pegadaian dilakukan secara virtual.

JAKARTA - Pegadaian terus mengembangkan bisnis dengan produk gadai efek. Dengan produk ini, investor individu maksimal bisa mendapatkan pinjaman dengan skema gadai sampai maksimal Rp.5 miliar, sedangkan investor korporasi dapat memperoleh pinjaman sampai Rp.20 miliar.

Demikian diungkapkan Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto dalam webinar di Jakarta Senin, (19/10/2020). Lebih lanjut Kuswiyoto menyatakan bahwa produk ini memiliki beberapa kelebihan. Pertama, efek tidak berpindah tangan, tetap dimiliki oleh nasabah. Kedua, hak yang melekat seperti kupon dan hak atas aksi korporasi tetap dimiliki investor. Dan ketiga, tujuan penggunaan dana fleksibel sesuai kebutuhan investor, bisa untuk kebutuhan produktif, konsumtif maupun kebutuhan investasi.

Adapun efek yang diterima sebagai jaminan gadai ada 2 (dua) jenis yaitu saham dan obligasi. Untuk saham yang diterima adalah saham unggulan dengan indeks LQ 45 dan haircut Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) maksimal dari 30%. Sedangkan obligasi yang diterima adalah Obligasi Ritel Indonesia (ORI) dan Surat Utang Negara (SUN).

Haircut merupakan persentase tertentu dari suatu saham yang ditetapkan oleh KPEI sebagai pengurang nilai pasar wajar saham. Dalam menetapkan nilai haircut, KPEI dibantu dengan Komite Haircut sebagai salah satu organ Perusahaan yang turut menetapkan kriteria dan menentukan besarannya.

Selanjutnya, ke depan barang jaminan akan dikembangkan sesuai kebutuhan investor. Misalnya saham-saham non LQ 45 maupun obligasi korporasi pun dapat diterima sebagai jaminan gadai. Tentunya dengan kriteria penilaian tertentu yang ditetapkan Pegadaian dan disepakati oleh investor.

Sementara itu Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk Pegadaian Harianto Widodo mengatakan bahwa sampai dengan Kamis, 15 Oktober 2020 Pegadaian telah menyalurkan pinjaman gadai saham dengan omset sebesar Rp.350 miliar.

“Saya optimis, ke depan pengembangan produk ini akan tumbuh lebih baik. Gadai efek ini bisa menjadi alternatif pendanaan yang baik dan efisien sehingga menguntungkan investor. Pasalnya, sewa modalnya kompetitif dengan biaya administrasi yang ringan. Jangka waktu pinjaman juga relatif fleksibel dengan range pinjaman mulai Rp.1 juta,” ujar Harianto.

Produk gadai efek merupakan reaktivasi dari produk gadai saham yang diluncukan tahun 2007. Reaktivasi ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dana para investor tanpa membatasi pemanfaatan dananya. Produk ini dapat diakses melalui aplikasi Pegadaian Digital sehingga mempermudah transaksi melintasi jarak maupun waktu. Selain cepat dan akurat, juga sangat sesuai dengan protokol kesehatan dalam rangka memutus penyebaran virus Covid-19.


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Ingin Dapatkan Promo Harbolnas 2020, Begini Caranya

Ingin Dapatkan Promo Harbolnas 2020, Begini Caranya
JAKARTA - Hari belanja nasional (Harbolnas) menjadi kesempatan menarik bagi masyarakat yang ingin berbelanja secara online. Pasalnya pada kesempatan i...


Diminati Masyarakat, Dunots Crispy Donuts Tambah Outlet Baru

Diminati Masyarakat, Dunots Crispy Donuts Tambah Outlet Baru
DEPOK - Dunots Crispy Donuts varian donuts jenis baru yang tengah ngehits kembali menambah outlet. Pembukaan outlet yang dilakukan Jumat (27/11/2020),...


FIF Group Salurkan Bansos ke 5 Yayasan

FIF Group Salurkan Bansos ke 5 Yayasan
JAKARTA - PT Federal International Finance (FIFGROUP) melaksanakan program rutin memberikan bantuan sosial kepada masyarakat. Bantuan yang dilaksanaka...


Siapkan Layanan 5G, Tiga Operator Seluler Ternama Ikut Lelang Frekuensi 2,3 GHz

Siapkan Layanan 5G, Tiga Operator Seluler Ternama Ikut Lelang Frekuensi 2,3 GHz
Jakarta, INFOBRAND.ID – Untuk menyiapkan insfrastruktur hadirnya teknologi 5G, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) membuka lelang p...