Senin, 30 November 2020

Follow us:

infobrand

infobrand

Kreatif Manfaatkan Teknologi, Ixobox Dulang Kesuksesan Bisnis Barbershop

Posted by: 11-09-2019 13:09 WIB 1120 viewer

Kreatif Manfaatkan Teknologi, Ixobox Dulang Kesuksesan Bisnis Barbershop
IxoBox

“Merapikan dan memotong rambut adalah merupakan keahlian kami. Penampilan adalah sesuatu yang sangat penting, oleh karenanya kami selalu memberikan kualitas dan model rambut yang sesuai dengan kepribadian dan keinginan para pelanggan. Lebih dari itu, kami senantiasa peduli dengan kesehatan, waktu & uang anda.”

Penggalan paragraf di atas dipetik dari laman resmi Ixobox, sebuah haircut house kekinian dengan konsep transaksi full digital. Ya, konsep yang diusung oleh Ixobox memang tidak main-main. Dalam era Revolosi 4.0, brand yang berdiri pada 2015 itu menjadi pelopor gerai potong rambut yang sangat digital.

Dalam sebuah talkshow yang bertemakan digital marketing yang diselenggarakan oleh TRAS N CO di Jakarta, bulan lalu (30/8), Direktur Ixobox Danny Anthonius mengungkapkan bahwa pihaknya membuat sejumlah gebrakan baru saat pertama kali berkecimpung dalam bisnis barbershop.

“Jadi saat kami mulai masuk ke industri franchise dan memilih segmen barbershop, kami harus membuat beda dan  unggul dari pada yang lainnya. Saat awal running kami punya misi untuk menduplikasikan usaha ini sebanyak-banyaknya, baik dari sisi konsumen dan juga mitra. Perbedaannya apa?  Nah, yang membedakan kami adalah teknologi pembayaran yang dihadirkan oleh Ixobox,” ujarnya.

Danny mengungkapkan, teknologi mesin pembayaran self-service yang disebut kiosk machine itu digadang-gadang menjadi yang pertama di Indonesia dalam bisnis barbershop. Untuk menggunakan teknologi ini, customer terlebih dahulu melakukan transaksi pada kiosk machine. Nantinya,  pelanggan akan mendapatkan bukti pembayaran yang sekaligus dijadikan sebagai nomor urut antrian untuk kemudian diserahkan kepada hair stylist.

“Saat ini kami juga menerima transaksi dengan uang elektronik atau e-wallet. Jika dulu customer bayarnya cash dengan memasukan uang ke kiosk machine, sekarang mereka tinggal scan saja di mesin. Bayarnya juga bermacam-macam, bisa pakai Gopay, Ovo, kartu debit, maupun kartu kredit,” tuturnya.

Bahkan, sambung Danny, pihak manajemen tengah menggodok konsep terbaru guna mengoptimalkan kegiatan operasional pada setiap gerainya. Nantinya, struk transaksi yang diterima oleh konsumen akan berisi QR Code yang akan digunakan sebagai akses listik hair stylist dalam menangani customer. Adapun, dalam satu kali pelayanan dibatasi waktu sekitar 20 menit. Lebih dari durasi tersebut maka akses listrik pada setiap tools akan terhenti secara otomatis.

Konsep canggih tersebut merupakan salah satu inovasi yang dihadirkan oleh jajaran manajeman pusat dengan tujuan untuk meningkatkan kepercayaan investor atau franchisee dalam berbisnis dengan Ixobox.

“Kami juga ada aplikasi pemantauan laporan keuangan secara real time. Jadi, kapan pun dan di manapun mitra bisnis kami berada, mereka dapat langsung memantau transaksi di gerainya. Sistem yang kami kembangkan ini berusaha meminimalisir risiko fraud yang ada di outlet,” ungkapnya.

Fleksibilitas, transparansi usaha, serta dukungan kecanggihan teknologi, menjadikan Ixobox sebagai salah satu model bisnis terbaik yang bisa digarap oleh para pemodal. Untuk diketahui, saat ini Ixobox telah memiliki lebih dari 50 gerai yang tersebar di berbagai wilayah, seperti Bandung, Surabaya, Medan, Makassar dan Pekanbaru. Adapun, paket investasi yang ditawarkan kepada invenvestor adalah sebesar Rp400 juta dengan skema bagi hasil omset 50%:50%. Dari angka tersebut seluruh kegiatan operasional, SDM, branding, serta sistem dan manajemen usaha akan di-support oleh IxoBox Pusat. Rekanan hanya perlu menyediakan tempat usaha.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Redaksi, Ixobox merupakan salah satu unit usaha yang berada dibawah naungan Kino Grup sebagai entitas induk. Kino Grup, melalui  PT Kino Indonesia Tbk., merupakan produsen yang telah lama dikenal bermain pada industri consumer goods, food, dan personal care.

Perambahan segmen bisnis barbershop dengan skema franchise diyakini sebagai langkah diversifikasi usaha oleh entitas yang dimiliki oleh taipan Harry Sanusi itu.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia, Kino Grup diketahui mencatatkan pertumbuhan penjualan sekitar 30% pada sepanjang semester I/2019 menjadi Rp2,2 triliun. Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama 2018 dengan Rp1,7 triliun.

Meroketnya sales Kino Grup ikut mendongkrak cuan perseroan yang tercatat tumbuh 406% selama paruh pertama 2019. Jika pada tutup buku semester I/2018 Kino Grup menorehkan laba bersih Rp71 Miliar, maka pada semester I/2019 lalu perseroan berhasil mengumpul untung sebesar Rp361 miliar. Melejitnya laba bersih tersebut tidak lepas dari akumulasi keuntungan pembelian dalam diskon yang sebesar Rp264 miliar.


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Menyulap Eks Lokalisasi Doli Jadi Kawasan Edu Wisata

Menyulap Eks Lokalisasi Doli Jadi Kawasan Edu Wisata
JAKARTA - Bicara brand, Doli menjadi nama tempat yang sudah sangat dikenal masyarakat. Namun sayang, dikenalnya sebagai tempat lokalisasi yang konon t...


Digelar Secara Daring, PWN 2020 akan Diramaikan 30 Merek Waralaba

Digelar Secara Daring, PWN 2020 akan Diramaikan 30 Merek Waralaba
JAKARTA - Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Bina Usaha dan Pelaku Distribusi, Direktorat Jenderal Dalam Negeri, menggandeng Perhimpunan Waral...


Perusahaan Ambil Bagian Bangkitkan UMKM Pasca Pandemi

Perusahaan Ambil Bagian Bangkitkan UMKM Pasca Pandemi
JAKARTA - Pemerintah melalui kementerian terkait terus memberikan perhatiannya pada industri UMKM pasca pandemi. Misalnya dukungan kepada UMKM berupa...


Bangkit Pasca Pandemi Covid-19, UMKM Siap Go Digital

Bangkit Pasca Pandemi Covid-19, UMKM Siap Go Digital
JAKARTA - Akibat pandemic covid-19 penjualan industri usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) merosot hampir 23%. Sebanyak 20% pelaku UMKM mengalami ham...