Sabtu, 05 Desember 2020

Follow us:

infobrand

infobrand

LPEI Eximbank Bantu Salurkan Pinjaman 500 Miliar Untuk UMKM Berorientasi Ekspor

Posted by: 19-11-2020 10:40 WIB 515 viewer

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank diberi mandat untuk menyalurkan pinjaman dengan alokasi dana senilai Rp 500 miliar untuk pembiayaan UMKM berorientasi ekspor. Mandat tersebut diberikan melalui program Penugasan Khusus Ekspor (PKE) yang sudah berjalan sejak September lalu. Adapun jangka waktu PKE ini berlangsung hingga 31 Desember 2025.

LPEI Eximbank Bantu Salurkan Pinjaman 500 Miliar Untuk UMKM Berorientasi Ekspor
Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank Bantu UMKM Berorientasi Ekspor.

Jakarta, INFOBRAND.ID - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank diberi mandat untuk menyalurkan pinjaman dengan alokasi dana senilai Rp 500 miliar untuk pembiayaan UMKM berorientasi ekspor. Mandat tersebut diberikan melalui program Penugasan Khusus Ekspor (PKE) yang sudah berjalan sejak September lalu. Adapun jangka waktu PKE ini berlangsung hingga 31 Desember 2025.

Mandat tersebut berdasarkan KMK 372/KMK.08/2020 tentang Penugasan Khusus kepada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia Dalam Rangka Mendukung Sektor Usaha Kecil dan Menengah Berorientasi Ekspor (PKE UKM) sebagai salah satu program pemulihan ekonomi nasional (PEN) selama pandemi Covid-19.

Direktur Pelaksana II Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Indonesia Eximbank), Djoko Retnadi mengatakan bahwa LPEI melalui Keputusan Menteri Keuangan (KMK) tersebut diberi amanah untuk menyalurkan pinjaman dengan alokasi dana senilai Rp 500 miliar untuk pembiayaan UMKM berorientasi ekspor.

Pinjaman diberikan untuk pelaku usaha pada segmen kecil dan menengah menurut UU No.20 Tahun 2008 yang berorientasi ekspor dengan tujuan seluruh negara mencakup seluruh sektor usaha dan komoditas baik barang atau jasa. Djoko menyebutkan, dari alokasi dana Rp 500 miliar, dana yang baru terserap hingga saat ini mencapai Rp 247 miliar.

Menurutnya, kriteria UKM yang mendapat mengakses pembiayaan yakni memiliki kegiatan usaha minimal 2 tahun, memiliki laporan keuangan 2 tahun terakhir, serta UKM yang memiliki raihan penjualan di bawah Rp 50 miliar setahun.

“Jadi jika ada UKM yang penjualannya melebihi angka Rp 50 miliar dalam setahun tidak boleh menikmati fasilitas pinjaman ini. Karena pembiayaan ini khusus untuk UKM yang penjualannya di bawah Rp 50 miliar setahun,” jelasnya.

Djoko menambahkan, bagi UKM yang memanfaatkan fasilitas pembiayaan ini dikenakan suku bunga maupun margin sebesar enam persen. Menurutnya, suku bunga tersebut sudah ternasuk mendapatkan fasilitas perlindungan piutang dagang ekspor dan premi penjaminan kredit.

“Itu sudah all in, tidak ada biaya lagi,” sebutnya.

Lebih menariknya lagi, lanjut Djoko, selain suku bunga maupun margin sebesar 6 persen, untuk jaminan atau agunan yang dikenakan hanya 30 persen.

“Misalnya jika mau pinjam Rp 1 miliar, maka agunan atau aset yang diserahkan ke LPEI cukup 30 persennya saja atau Rp 300 juta,” ungkapnya.

Perlu diketahui, LPEI memiliki tiga pilar bisnis, yakni pembiayaan, penjaminan, asuransi dan jasa konsultasi. Kepala Divisi Jasa Konsultasi LPEI Gerald Grisanto menjelaskan, bahwa di LPEI memiliki tiga level pembiayaan, yakni pembiayaan bersifat komersial, pembiayaan berasal dari program pemerintah dan pembiayaan yang sifatnya Corporate Social Responsibility.

“Yang komersial sifatnya sama seperti pembiayaan di bank-bank lain, tapi kalau fokus pembiayaan kami di ekspor. Untuk program pemerintah suku bunganya rendah sekali karena pembiayaan diperoleh dari dana penyertaan modal negara (PMN). Kalau yang sifatnya CSR memang penggunaannya di fokuskan untuk komunitas,” jelas Gerald.


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Ingin Dapatkan Promo Harbolnas 2020, Begini Caranya

Ingin Dapatkan Promo Harbolnas 2020, Begini Caranya
JAKARTA - Hari belanja nasional (Harbolnas) menjadi kesempatan menarik bagi masyarakat yang ingin berbelanja secara online. Pasalnya pada kesempatan i...


Diminati Masyarakat, Dunots Crispy Donuts Tambah Outlet Baru

Diminati Masyarakat, Dunots Crispy Donuts Tambah Outlet Baru
DEPOK - Dunots Crispy Donuts varian donuts jenis baru yang tengah ngehits kembali menambah outlet. Pembukaan outlet yang dilakukan Jumat (27/11/2020),...


FIF Group Salurkan Bansos ke 5 Yayasan

FIF Group Salurkan Bansos ke 5 Yayasan
JAKARTA - PT Federal International Finance (FIFGROUP) melaksanakan program rutin memberikan bantuan sosial kepada masyarakat. Bantuan yang dilaksanaka...


Siapkan Layanan 5G, Tiga Operator Seluler Ternama Ikut Lelang Frekuensi 2,3 GHz

Siapkan Layanan 5G, Tiga Operator Seluler Ternama Ikut Lelang Frekuensi 2,3 GHz
Jakarta, INFOBRAND.ID – Untuk menyiapkan insfrastruktur hadirnya teknologi 5G, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) membuka lelang p...