Senin, 10 Agustus 2020

Follow us:

infobrand

infobrand

Masa Pandemi Covid-19, Penjualan Produk Fesyen Pria Cottonology Meningkat 60%

Posted by: 22-07-2020 10:53 WIB 159 viewer

Masa Pandemi Covid-19, Penjualan Produk Fesyen Pria Cottonology Meningkat 60%
dok. Cottonology

BANDUNG, INFOBRAND.ID – Produsen fesyen pria asal Bandung, Cottonology berhasil melewati masa krisis pandemi pada tiga bulan pertama saat wabah tersebut dinyatakan masuk ke Indonesia. Seolah melawan tren, penjualan produk pakaian pria yang didirikan oleh Carolina Danella Laksono ini justru meningkat 60 persen. Salah satu faktor yang mendorong peningkatan ini adalah peraturan PSBB yang ditetapkan pemerintah untuk daerah-daerah yang termasuk zona merah dan kuning.

Pemasaran online yang mendominasi pertumbuhan bisnis Cottonology membuat masyarakat dari berbagai daerah, khususnya yang masih rawan dengan potensi penyebaran Covid 19, memilih untuk membeli produk pakaian untuk bekerja dan bersantai selama di rumah lewat e-dagang yang sudah populer di Indonesia.

“Celana boxer adalah salah satu produk yang cukup diminati saat wabah ini karena cocok dipakai di rumah karena mayoritas work from home. Bahan katunnya juga nyaman, karena banyak juga konsumen kami yang bekerja selama WFH sambil pegang laptop duduk di lantai, bukan di kursi. Mereka lebih suka pakai celana yang nyaman bahannya,” ujar Carolina dalam keterangan resminya.

IKLAN INFOBRAND.ID

Perempuan lulusan University of California, Berkeley ini mengatakan, meski industri fesyen terpengaruh pandemi, namun kreatifitas tanpa mengurangi kualitas dalam menciptakan produk-produk baru adalah strategi jitu untuk tetap eksis selama masa sulit seperti ini.

“Walau kami tahu daya beli konsumen untuk produk busana menurun, namun kami tidak bertoleransi terhadap kualitas. Selain bahan katun pilihan, kita pun menggunakan zat pewarna khusus dari Jepang. Jadi kalau dicuci hingga 70 kali pun tidak akan luntur. Istilahnya, warna menjadi terkunci,” tuturnya.

“Meski demikian, harga pun tetap terjangkau oleh semua kalangan. Supaya semua lapisan bisa membelinya sehingga kami terus berproduksi. Dampak ekonominya, Cottonology di masa pandemi ini bisa menyerap tambahan tenaga kerja baru di bagian produksi di atas 5 persen. Ini cukup signifikan dalam menggerakan sektor mikro di Bandung,” tambahnya.

Untuk terus bisa menambah jumlah tenaga kerja yang mayoritas berasal dari masyarakat sekitar Bandung, Cottonology pun meluncurkan item-item baru selama wabah korona ini.

“Tenaga kerja kami bukan sekedar di bagian produksi seperti menjahit atau menenun saja, tapi juga bagian desainernya. Misalnya kemeja, kenapa menjadi salah satu produk terlaris kami, karena desainnya yang memang mengikuti tren pasar dengan menggunakan teknik tenun, bukan cetak, jadi corak luar dan dalam bajunya sama. Ada tiga orang tim desainer lulusan teknologi tekstil di Cottonology, dan mereka mahir mengoperasikan mesin-mesin berteknologi Jerman dan Jepang yang kami miliki,” katanya

Ke depannya, Cottonology akan terus membutuhkan desainer baru demi memenuhi permintaan pasar yang semakin bertambah.

“Saat ini kami juga merilis parfum Cottonology Ocean Blue. Bagi kami, fesyen itu tidak saja tentang apa yang kita lihat, tapi juga apa yang kita rasa. Kalau indah di mata namun tidak nyaman untuk dihirup, maka filosofi fesyen itu tidak tercapai. Sebab bagi kami, fesyen adalah aktualisasi diri secara utuh, bukan sekedar mata saja," jelasnya

Sebagai informasi, Cottonology merupakan bagian dari PT GM Textile, perusahaan yang telah eksis di Indonesia lebih dari 60 tahun dengan fokus pada produksi kain tenun.  Cottonology berhasil masuk top selling ranked  di platform e-dagang Indonesia seperti Shopee, Lazada, BliBli, Tokopedia dan BukaLapak. Saat ini Cottonology telah menjual lebih dari 400 ribu item pakaian pria di seluruh Indonesia. Dalam proses produksi, UKM ini melibatkan penjahit lokal di sekitar Bandung yang terdiri dari perajin rumahan, individu, atau lepasan.


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Berkah Beton Sadaya Ekspansi ke Kalimantan Tengah

Berkah Beton Sadaya Ekspansi ke Kalimantan Tengah
Salah satu persiapan eksternal yang dilakukan adalah dengan mengundang tokoh masyarakat adat Dayak, Drs. Duwel Rawing, mantan bupati Katingan dua peri...


Sierad Produce Ganti Nama Jadi Sreeya Sewu Indonesia

Sierad Produce Ganti Nama Jadi Sreeya Sewu Indonesia
JAKARTA, INFOBRAND.ID – PT Sierad Produce Tbk (Perseroan) kini resmi berganti nama menjadi PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk. Nama dan branding baru...


PT TASPEN Cairkan Gaji Pensiunan PNS ke-13 Hari Ini

PT TASPEN Cairkan Gaji Pensiunan PNS ke-13 Hari Ini
JAKARTA, INFOBRAND.ID - PT TASPEN (Persero) akan membayar gaji ke-13 Penerima Pensiun dan Penerima Tunjangan hari ini, Senin (10/8), sesuai dengan Per...


Oppo Juga Meluncurkan Jam Tangan Pintar Berteknologi Modern, Harganya?

Oppo Juga Meluncurkan Jam Tangan Pintar Berteknologi Modern, Harganya?
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Bersamaan dengan peluncuran Reno4, Oppo juga meluncurkan jam tangan pintar untuk pasar Indonesia yakni Oppo Watch pada Kamis (...


Sign In
VIP Members

OPINIONS




Index

INFOBRAND LETTER




Index

BRAND PRACTITIONERS




Index
NABATI