Selasa, 07 Juli 2020

Follow us:

infobrand

infobrand

Membangun Brand Equity di Era New Normal

Posted by: 29-06-2020 15:28 WIB 225 viewer

Membangun Brand Equity di Era New Normal
Founder dan Sekjen Asian Association for Consumer Interests and Marketing sekaligus CEO PT Catur Pilar Jaya & CEO BMS Group, Dr. Ir. Sri Hartono MM. CMA. CHRA

JAKARTA, INFOBRAND.ID – Membangun sebuah brand tentunya tidak bisa dilakukan dengan cara yang instant. Perlu sebuah proses panjang agar brand tersebut bisa dikenal masyarakat luas yang pada akhirnya akan menimbulkan loyalitas tinggi sehingga terjadi return transaksi dari produk yang ditawarkan.

Hal ini disampaikan oleh Founder dan Sekjen Asian Association for Consumer Interests and Marketing sekaligus CEO PT Catur Pilar Jaya & CEO BMS Group, Dr. Ir. Sri Hartono MM. CMA. CHRA saat menjadi pembicara seminar di acara e-awarding ceremony Indonesia Digital Popular Brand Award 2020 yang diselenggarakan secara virtual pada Kamis (25/6) lalu.

“Pengalaman saya pribadi membangun ekuitas brand dari produk yang saya miliki itu bisa eksis di market butuh waktu yang sangat lama. Karena salaupun kita mencoba masuk dari sisi outline maupun dalam konteks yang lebih modern marketing digital, itupun juga tidak serta merta akan bisa mendorong sebuah brand bisa menjadi terkenal di tengah-tengah masyarakat,” terangnya.

IKLAN INFOBRAND.ID

Menurut Sri Hartono, untuk menjadi brand yang berhasil di pasar tentunya diperlukan perencanaan matang secara bersama. Selain itu juga dibutuhkan komitmen jangka panjang mulai dari top level sampai pada level eksekutor yang paling bawah. “Dan kondisi ini harus dilakukan secara berkesinambungan dengan proses kreatif yang sangat panjang,” tambahnya.

Dia menyampaikan, ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan saat pemasar akan membangun sebuah brand yaitu harus bisa memahami alasan membuat brand, lalu harus bisa menentukan industrinya, kemudian dapat menentukan target marketnya, dapat menjelaskan keunggulan yang ditawarkan serta siapa kompetitor dan mengapa konsumen harus membeli produk tersebut.

“Keenam langkah ini harus benar-benar dipahami oleh para pelaku pemasaran. Artinya, pada saat kita akan membangun sebuah brand, riset market itu menjadi suatu kebutuhan. Apalagi di era new normal sekarang ini, kita tidak bisa melakukan sebuah proses pemasaran untuk membangun sebuah brand hanya dengan bermodalkan badan sehat saja,” jelasnya.

“Di era new normal ini, kita dipaksa untuk melakukan riset market secara komprehensif, kemudian melakukan mapping dari kompetitor mana yang akan kita ambil. Apakah kita akan menjadi top leader atau kita akan menjadi follower itu urusan nanti. Yang terpenting adalah kita berani tampil dulu, apalagi kalau kita pendatang baru,” tutupnya.


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Subiakto Priosoedarsono: UKM Harus Punya Purpose dan Passion

Subiakto Priosoedarsono: UKM Harus Punya Purpose dan Passion
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Sektor UKM termasuk dalam sektor yang sangat terdampak selama masa pandemi COVID-19. Kondisi ini sangat berbeda dibandingkan p...


Local Branding: Jamu is the New Espresso

Local Branding: Jamu is the New Espresso
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Jamu dan Mpon-Mpon menjadi primadona sejak pandemi COVID-19 merebak. Penyebabnya yaitu karena dipercaya dapat menjaga daya tah...


Pentingnya Transformasi Digital dan Brand Leadership di Era Low Touch Economy

Pentingnya Transformasi Digital dan Brand Leadership di Era Low Touch Economy
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Dampak dari pandemi COVID-19 telah mengubah dunia menuju era Low Touch Economy. Era ini ditandai dengan interaksi antar indivi...


Strategi 3R Untuk Pelaku Bisnis: Rebound, Reboot dan Reborn

Strategi 3R Untuk Pelaku Bisnis: Rebound, Reboot dan Reborn
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Managing Partner Inventure sekaligus Program Director Indonesia Brand Forum (IBF), Yuswohady mengatakan bahwa sedikitnya...


Sign In
VIP Members

OPINIONS




Index

INFOBRAND LETTER




Index

BRAND PRACTITIONERS




Index
NABATI