Kamis, 23 Mei 2019

Follow us:

infobrand

infobrand

Membangun Rencana Transformasi Bisnis Digital

Posted by: 09-05-2019 15:58 WIB 175 viewer

Membangun Rencana Transformasi Bisnis Digital
Dave Ulrich

INFOBRAND.ID - Penyesalan terbesar di dunia investor Silicon Valley adalah melewati kesempatan menanamkan modal di bisnis Facebook diawal pengembangannya. Di tahun 2003, Mark Zuckerberg bereksperimen membangun situs web di universitas Harvard dengan mem-posting 2 pasang foto wanita dan pria untuk di-voting oleh pengunjung situs, siapa yang paling cakep. Setelah berjalan beberapa hari, situs ini diprotes dan dipaksa tutup karena dianggap melanggar privacy pemilik foto yang dipakai tanpa izin. Namun Mark tidak berhenti.

Di Januari 2004, Mark mulai membangun cikal bakal Facebook dengan membuat situs tempat mahasiswa berinteraksi yang berisi database foto dan data pribadi mahasiswa di beberapa sekolah terkemuka seperti Harvard, Yale, dan Stanford. Di tahun berikutnya ketika pendanaan sudah dibutuhkan, Mark berjualan ke beberapa firma private equity, namun banyak ditolak karena rencana bisnis pendapatannya yang dianggap tidak jelas. Mark cuman menyampaikan, "saya ingin membangun database untuk mahasiswa, rencana selanjutnya untuk me-monetisasi situs ini saya belum tahu."

Tidak semua perusahaan memiliki kesempatan bertemu dan berinvestasi di perusahaan start-up seperti Facebook. Namun semua perusahaan harus mulai membangun organisasi yang berbasis digital untuk bertumbuh dan menghindari interupsi bisnis yang mematikan. Kasus digitalisasi di industri media dan munculnya perusahaan transportasi berbasis on-line menjadi peringatan serius. Namun, studi oleh Deloitte pada tahun 2018 di Asia Pacific menunjukkan hanya 26% perusahaan yang disurvei memiliki strategi digital yang sudah mapan.

Dalam bertransformasi menjadi organisasi yang berbasis digital, perusahaan memerlukan rencana bisnis digital yang unggul, yang dapat merubah data menjadi informasi, lalu digunakan untuk mengambil keputusan yang lebih cepat. Menurut Professor Dave Ulrich, yang disebut sebagai Guru Manajemen nomor 1 di dunia versi Majalah Forbes USA, ada 5 langkah untuk membangun rencana transformasi bisnis digital.

Build a Business Case merupakan langkah pertama untuk membangun rasa keterdesakan untuk berubah. Pimpinan dan karyawan perlu sadar akan ancaman dari disrupsi teknologi seperti artificial intelligence, kompetisi on-line, dan virtual reality bagi kelangsungan usaha. Disrupsi teknologi ini perlu dilihat sebagai peluang untuk bertumbuh. Dalam hal ini, bagian Sumber Daya Manusia (SDM) dapat memfasilitasi komunikasi internal dalam membangun kesadaran tren digital misalnya melalui blogs atau vlogs, group chats, program penghargaan inovasi digital dan lainnya. Komunikasi yang sederhana namun berulang dapat merubah ketakutan karyawan terhadap teknologi mejadi  harapan dan inovasi.

Selanjutnya Form a Digital Business Team dapat dilakukan dengan membentuk tim lintas fungsional yang tidak hanya terdiri dari orang Teknologi Informasi (TI), tetapi juga mewakili fungsi-fungsi lainnya sehingga semua fungsi dapat saling memberi dan mengakses informasi untuk membangun agenda digital.

Di langkah Articulate Digital Business Outcomes, tim digital lintas fungsional yang telah dibentuk melakukan analisis visi dan tujuan transformasi yang ingin dicapai. Tujuan yang ingin dicapai sebaiknya spesifik dan terukur. Konsep Balanced Scorecard (BSC) menjadi penting untuk diterapkan. Tujuan dalam transformasi bisnis digital tidaklah semata-mata diukur dengan keberhasilan finansial atau indikator lagging seperti nilai penjualan atau laba. Dalam transformasi digital ukuran pelanggan dan proses atau disebut indikator leading harusnya menjadi perhatian yang lebih penting.

Dalam kasus penyesalan para investor di atas, terdapat misalignment antara investor yang terlalu menekankan ukuran monetisasi ketika Mark Zuckenberg lebih menginginkan Facebook fokus kepada pengembangan jumlah pengguna di tahap awal. Ketika misalignment seperti ini terjadi dalam perusahaan, banyak proyek transformasi digital yang berpotensi jangka panjang akan "layu sebelum berkembang" karena ketidaksabaran dari direksi.

Terakhir, Audit Current Digital State perlu dilaksanakan untuk memahami gap antara tujuan dengan realita yang terjadi sekarang. Hasil audit akan menjadi basis awal melakukan langkah Crafting Digital Business Plan. Disiapkan oleh Digital Business Team dan disetujui oleh Direksi, rencana bisnis digital akan menghasilkan langkah yang spesifik untuk menerjemahkan visi dan tujuan transformasi menjadi aksi. Rencana bisnis tersebut harus memiliki langkah kerja yang spesifik dan program follow-up yang jelas untuk memonitor hasil implementasi secara berkala.

Dalam tahap implementasi, tidak semua program digital yang direncanakan akan berhasil, seperti pengalaman kegagalan Mark di tahun pertama kuliahnya. Namun, tanpa mencoba untuk bertransformasi, tidak akan tercipta peluang untuk bertumbuh menghadapi disrupsi teknologi yang pasti akan terjadi.

Suwardi Luis

CEO of GML Performance Consulting

Published on Kompas , 4 Mei 2019


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Rahasia Agar Tetap Fokus Berkendara Selama Puasa

Rahasia Agar Tetap Fokus Berkendara Selama Puasa
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Menjalani aktivitas di tengah ibadah puasa menjadi tantangan besar bagi umat muslim di seluruh dunia. Terutama bagi mere...


Membangun Rencana Transformasi Bisnis Digital

Membangun Rencana Transformasi Bisnis Digital
INFOBRAND.ID - Penyesalan terbesar di dunia investor Silicon Valley adalah melewati kesempatan menanamkan modal di bisnis Facebook diawal pengembangan...


4 Cara Nikmati Liburan Keluarga Saat Ramadhan ala OYO Hotel

4 Cara Nikmati Liburan Keluarga Saat Ramadhan ala OYO Hotel
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Berpuasa bukanlah suatu halangan untuk bisa menikmati liburan. Apalagi, puasa tahun ini bertepatan dengan musim libur se...


6 Faktor Utama Agar Brand Bisa Tumbuh di Pasar Kompetitif

6 Faktor Utama Agar Brand Bisa Tumbuh di Pasar Kompetitif
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Pada tahun 2018 lalu, perekonomian di Indonesia berkinerja cukup baik. Begitu juga dengan pasar FMCG (Fast Moving Consum...