Kamis, 21 Januari 2021

Follow us:

infobrand

infobrand

Mengintip Peluang Bisnis Kuliner Indonesia di Luar Negeri

Posted by: 23-06-2020 11:47 WIB 722 viewer

Mengintip Peluang Bisnis Kuliner Indonesia di Luar Negeri
Restoran Mas Surabaya di Belanda (dok. Yusuf Wibisono)

JAKARTA, INFOBRAND.ID – Bisnis kuliner Indonesia ternyata tidak hanya digemari oleh penduduk lokal saja. Di luar negeri banyak ditemukan restoran-restoran yang menyediakan masakan Asia khususnya Indonesia. Salah satunya adalah Restoran Mas Surabaya di Belanda milik Yusuf Wibisono.

Saat menjadi narasumber dalam acara Business Talk on Friday (BTF) akhir pekan lalu yang dimoderatori oleh Amak Yaqoub, PhD Candidate Rijksuniversiteit Groningen, Yusuf yang basicnya sebagai seorang perawat itu mengaku sudah 5 tahun membuka bisnis kuliner di negeri Kincir Angin tersebut.

“Awal ke Belanda itu tahun 2010 dalam program perawat. Tapi mulai buka restoran itu tahun 2015,” ucap Yusuf melalui video conference.

IKLAN INFOBRAND.ID

Alasan Yusuf membuka bisnis kuliner di Belanda lantaran melihat potensinya yang begitu besar. Menurutnya, tak sedikit warga lokal yang suka dengan masakan Indonesia. Sehingga dia dan istri memutuskan untuk membuka usaha kuliner disana.

“Kebetulan saya dan istri hobi masak. Terus peluangnya di Belanda juga bagus. Karena kebetulan juga disini cuma ada 2 restoran Indonesia, jadi peluang saya untuk berkembang itu besar sekali,” terang Yusuf dalam diskusinya dengan Dr. Gancar C. Premananto, CMA selaku Ketua Program Magister Manajemen FEB Universitas Airlangga yang saat itu juga menjadi narasumber BTF.

Untuk membuka restoran di Belanda, Yusuf mengaku telah menghabiskan dana sebesar 50 ribu euro atau sekitar 800 jutaan. Nilai tersebut sudah termasuk perijinan buka usaha, sewa tempat serta membeli peralatan masak dan bahan baku awal.

Soal bahan baku, Yusuf mengatakan kalau dirinya sudah menjalin kerjasama dengan supplier-supplier lokal, sehingga dirinya tidak perlu impor dari Indonesia. Adapun menu-menu khas Indonesia yang ia jual di Belanda seperti nasi campur, gado-gado, soto, bakmi, nasi goreng, nasi kuning, rendang, sayur lodeh dan masakan lainnya.

“Awalnya kita survei dulu restoran Indonesia yang ada disana. Apa saja yang laku. Karena memang harus banyak pilihannya. Dan disini yang beli hampir 90% warga Belanda. Untungnya masakan kita sudah banyak dikenal mereka. Jadi tidak terlalu sulit untuk menjualnya,” tutupnya.


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Punya PPC, TaniHub Tak Kuwalahan Dibanjiri Pengiriman

Punya PPC, TaniHub Tak Kuwalahan Dibanjiri Pengiriman
JAKARTA - Peningkatan Gross Revenue Growth TaniHub Group, perusahaan rintisan bidang digital (Startup) yang bergerak di bidang pertanian (Agritech) se...


Ambil Langkah Tepat di Masa Pandemi, TaniHub Torehkan Pertumbuhan 639%

Ambil Langkah Tepat di Masa Pandemi, TaniHub Torehkan Pertumbuhan 639%
JAKARTA - Pandemi covid-19 memang berdampak negatif pada bisnis. Namun tidak dipungkiri pula adanya sejumlah sektor yang justru tumbuh lebih baik. Tan...


Molla, Minuman Serbuk Bit Merah dapat Menjaga Kesuburan Wanita

Molla, Minuman Serbuk Bit Merah dapat Menjaga Kesuburan Wanita
JAKARTA - Sistem reproduksi wanita merupakan sistem tubuh yang paling rentan dan dapat dengan mudah terluka atau terinfeksi. Oleh karena itu, setiap w...


MediaTek Dimensity 1200 dan 1100 Bikin Teknologi 5G yang Lebih Kuat

MediaTek Dimensity 1200 dan 1100 Bikin Teknologi 5G yang Lebih Kuat
JAKARTA - Perusahaan semikondutor global MediaTek meluncurkan chipset smartphone Dimensity 1200 dan Dimensity 1100 5G terbaru dengan fitur AI, kamera,...