Rabu, 21 Agustus 2019

Follow us:

infobrand

infobrand

Program Leadership Camp Untuk Bentuk Karakter Anak Bangsa

Posted by: 30-07-2018 16:15 WIB 636 viewer

Program Leadership Camp Untuk Bentuk Karakter Anak Bangsa
Suherman Widjaja Dosen Universitas Prasetya Mulya

Memiliki Visi misi untuk dapat membangun karakter anak bangsa, Suherman Widjaja yang saat ini merupakan seorang dosen di Universitas Prasetya Mulya President AMA Tanggerang Raya dan sekaligus sebagai Director Of Bussines Development and Lead Consultant BVDI Prasetya Mulya, akhirnya mencetuskan sebuah program untuk membentuk karakter anak bangsa dengan cara yang berbeda.

Awal-awal mula pergerakkan yang dilakukan Suherman ialah membuat suatu aktifitas yang berbeda bagi para mahasiswa baru di Universitas Prasetya Mulya, sebelum mahasiswa baru melakukan perkuliahan pertamanya Suherman mengirim mereka untuk melakukan aktifitas Outbound.

“Kalau di Kampus-kampus lain masih melakukan Ospek yang disuruh untuk melakukan yang aneh-aneh, ada gojlok segala macem, kalau di sini itu beda, kita lebih kepada bagaimana membangun karakter dan kemudian menamkan value-value Universitas Prasetya Mulya, karena jika dilihat kembali, program ospek itu tidak ada Gunanya untuk mahasiswa, lebih baik kita buat program yang bisa mendevelope mereka,” ujar Suherman saat Ditemui INFOBRAND.ID di Universitas Prasetya Mulya.

Program berikutnya yang dibuat Suherman bersama wakil dekan bidang kemahasiswaan ialah program ala Leadership Camp, Leadership Camp ini memiliki coaching system dan coaching season khusus untuk scientific choaching.

“Jadi bukan coaching seperti umumnya di perusahaan-perusahaan yang dijadikan sebagai ranah human resources atau human capital, tapi coaching yang menggali potensi diri dari para mahasiswa-mahasiswi, tujuan utamanya adalah untuk mengangkat potensi mereka dan sekaligus mereka bisa lebih aware terhadap lingkungan, orang-orang sekitar, dan yang paling penting bisa mengapresiasi orang lain,” pungkas Suherman.

Karena ditengarai Suherman yang selama ini terjadi, semakin intens problem yang menyebabkan konflik entah itu dengan sesama teman, team, dan terutama dengan orang-orang diatas mereka, itu disebabkan adanya perbedaan persepsi, menurut mereka gaya yang sekarang mereka (kaum muda) gaya yang mereka lakukan itu benar, atau oke oke saja, tapi ternyata hal itu ternyata tidak bisa diterima oleh generasi kelompok usia diatas mereka.

“Saya sering mendapati keluhan dari banyak orang diluar sana termasuk perusahaan, dunia pendidikan itu terjadi konflik yang sama, jadi saya sebagai dosen  yang aktif di organisasi beberapa asosiasi mendapat suara yang sama dari perguruan tinggi lain, bahwa mereka kewalahan dengan sikap anak-anak muda sekarang.

Untuk itu saat ini Suherman dengan kurang lebih 80 orang yang merupakan pimpinan organisasi kampus ini diajak untuk mengikuti program terbarunya yaitu Leadership Camp, dengan menggunakan coaching yang merupakan para CEO, Owner,  Founder, perusahaan swasta maupun pemerintah, serta Kementrian ESDM yang terbagung organisasi yang diketuai oleh Suherman sendiri.

“Kegiatan ini adalah pertama bagi komunitas kami, dimana kami turun langsung merangkul  para generasi muda, dengan harapan mereka akan menjadi future leaders pada saat keluar dari gerbang kampus mereka, karena mereka nanti akan turun ke masyarakat , itulah yang membuat saya beserta dosen-dosen Prasetya Mulya lainya merasa terpanggil untuk membekali mereka tak hanya ilmu pengetahuan, tapi juga life skills dan life caracter,” tegas Suherman.

Metode pembelajaran Leadership Camp sendiri dengan cara one by one coaching, untuk mengetahui dulu potensi dari masing-masing, yang tentu saja akan membantu mereka untuk membuka wawasan mereka tentang persepsi orang-orang disekitar kita.

“Inilah yang akhirnya akan membuat mereka jadi lebih lengkap wawasan berfikirnya, bahwa persepsi itu berbeda-beda karena adanya generasi gap, karena jika dihitung secara demografis minimal ada 5 generasi saat ini yaitu generasi traditional, generasi baby boomers, generasi X, generasi Z dan generasi A (alpha) yang masih anak-anak,” jelas Suherman.

Dengan mengusung Tema “How to Appreciatte Others” lah Suherman berharap kedepanya kegiatan ini dapat dijadikan trigger atau movement bagi anak-anak bangsa, Suherman menjelaskan akan masuk ke sekolah-sekolah dan kampus – kampus lain yang paling relatif dekat untuk mengisi dunia industri di society.

“Jadi didoakan sama-sama program sukses sesuai harapan dan para peserta akan menjadi agen perubahan untuk arah yang lebih baik di generasinya,” tutup Suherman.


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Brand Adalah Doa

Brand Adalah Doa
Seorang pujangga kelas dunia, William Shakespeare (1564 – 1616) pernah mengatakan “What is in a name” , apalah arti sebuah nama....


Tips Memilih Klinik Kecantikan yang Aman dan Terpercaya

Tips Memilih Klinik Kecantikan yang Aman dan Terpercaya
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Klinik kecantikan menjadi salah satu tempat favorit kaum hawa untuk memanjakan tubuh mereka agar tetap terlihat cantik d...


Pentingnya Memanfaatkan Kekuatan Cerita Untuk Branding

Pentingnya Memanfaatkan Kekuatan Cerita Untuk Branding
SURABAYA, INFOBRAND.ID - Metode bercerita atau story telling merupakan metode yang cukup efektif dalam menarik perhatian audiens. Dimana melalui sebua...


Gancar Premananto: Pameran Bisa Digunakan Untuk Membangun Merek

Gancar Premananto: Pameran Bisa Digunakan Untuk Membangun Merek
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Pengamat ekonomi sekaligus dosen Universitas Airlangga (Unair), Dr. Gancar Candra Premananto, MSi., CMA mengatakan bahwa suatu...


Sign In
VIP Members

BRAND UPDATES











Index

PRODUCT UPDATE






Index

OPPORTUNITIES UPDATE




Index