Rabu, 26 Juni 2019

Follow us:

infobrand

infobrand

Riset Kebutuhan Dan Keinginan Konsumen

Posted by: 05-08-2018 18:28 WIB 758 viewer

Riset Kebutuhan Dan Keinginan Konsumen
Suherman Widjaja Dosen Universitas Prasetiya Mulya

Memahami pasar dan dengan kebutuhan dan keinginannya adalah langkah awal untuk menghindari kegalauan dalam menghadapi generation gap atau kesenjangan generasi. Dengan mengetahui kebutuhan dan keinginan setiap generasi yang menjadi konsumen anda, maka perusahaan akan bisa menyesuaikan semua aktifitas pemasarannya selaras dengan hal tersebut.

Perusahaan jadi punya panduan dalam menciptakan profuk yang akan dicari oleh konsumen karena sesuai kebutuhan dan keinginannya. Pun bisa mempersiapkan jenis dan gaya layanan yang baik menurut konsumen. Jadi, apa yang diciptakan dan ditawarkan bukan lagi berdasarkan tebak-tebakan atau preferensi dari perusahaan tapi berdasarkan ekspektasi konsumen.

Ini penting untuk selalu diingat setiap pemasar dan pebisnis, bahwa focus utama adalah konsumen, dengan demikian smua mesti bermuara pada apa yang disenangi konsumen. Ada beberapa pebisnis dan pemasar yang kadang membuat dan melakukan sesuatu berdasarkan keinginan dirinya dan lupa bahwa mereka membuat produk bukan untuk dibeli sendiri.

Untuk menggali kebutuhan dan keinginan tersebut, perlu dilakukan penelitia atau riset pasar yang ditunjukkan kepada target pasar atau calon konsumen. Kita bisa memilih diantara metode riset yang ada, masing masing memiliki karateristik dan keunggulan terendiri.

Metode pertama adalah riset sekunder, ini menggunakan hasil olahan data dari pihak ketiga, bisa berupa riset kuantatif maupun riset kualitatif, dengan kemajuan teknologi dibarengi spirit berbagi yang semakin besar dari masyarakat, maka metode ini adalah yang paling ekonomis bahkan bisa dlakukan tanpa biaya, banyak hasil riset yang dipublikasikan, secara gratis di internet, laman pribadi dipublikasikan secara gratis di internet, laman pribadi, maupun media social.

Anda tinggal memilih jenis risetnya, industri yag diinginkan, serta atribut riset yang dicari. Konsumsi waktu riset sekunder yag relevan kemudian memilih hasil riset yang sesuai kebutuhan. Namun di balik banyak keuntungan, metode ini memiliki keterbatasan, biasanya informasi yang disajikan tidak terlalu detail dan spesifik.

Kedua adalah metode survey yang bersifat kuantitatif. Survey bisa meneliti variable yang bervariasi cukup besar, ini sangat baik untuk pengukuran variabel terhadap jumlah populasi responden yang besar dan bagus untuk menghasilkan jawaban atas pertanyaan yang spesifik.

Biaya yang dibutuhkan relative tergantung besarnya jumlah populasi untuk membiayai intesif partisipan atau informan, biaya desain survey, serta administrasi survey, serta administrasi survey, biasanya survey ini menggunakan daftar sejumlah pertanyaan (kuesioner), dengan kemajuan teknologi bisa juga digunakan survey online untuk menekan biaya dan mempercepat prosesnya.

Metodologi ketiga yakni focus group, merupakan riset kualitatif yang sering dikenal dengan istilah FGD-kependekan dari focus group discussion, karena dilakukan dengan diskusi antar informan dan moderator untuk menggali informasi secara mendalam.

Metode ini bagus untuk eksplorasi secara mendalam mengupas berbagai pertanyaan. Biaya yang dikeluarkan sedang, untuk membiayai pelaksanaan FGD, biaya moderasi, dan insentif partisipasi/informan.

Metode keempat adalah wawancara atau in-depth interview, yaitu riset kualitatif yang dilakukan dengan mengajukan pertanyaan hampir sama dengan FGD. Interview dilakukan kepada responden satu persatu. Biaya relative murah, tergantung dari jumlah responden.

Metode yang kelima adalah observasi atau pengamatan yang dilakukan terhadap perilaku responden atas suatu kejadian atau momen ang ingin diteliti, misalnya mengamati bagaimana perilaku seseorang dalam rangkaian proses mulai dari mencari informasi suatu produk, proses menentukan pilihannya, sampai pada bagaimana dia mengonsumsi produk yang telah dibelinya. Durasi waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pengamatan termasuk cukup panjang dan tergantung pada variabel yang ingin diamati.

Demikian lima metode yang bisa dipilih untuk memahami kebutuhan dan keinginan dari target konsumen.


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Gancar Premananto: Pameran Bisa Digunakan Untuk Membangun Merek

Gancar Premananto: Pameran Bisa Digunakan Untuk Membangun Merek
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Pengamat ekonomi sekaligus dosen Universitas Airlangga (Unair), Dr. Gancar Candra Premananto, MSi., CMA mengatakan bahwa suatu...


Catat! Ini 10 Langkah Jadi Pengusaha Sukses Untuk Generasi Milenial

Catat! Ini 10 Langkah Jadi Pengusaha Sukses Untuk Generasi Milenial
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Tak bisa dipungkiri kalau era digital telah melahirkan generasi milenial. Selain melek teknologi, mereka juga memiliki i...


Rahasia Agar Tetap Fokus Berkendara Selama Puasa

Rahasia Agar Tetap Fokus Berkendara Selama Puasa
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Menjalani aktivitas di tengah ibadah puasa menjadi tantangan besar bagi umat muslim di seluruh dunia. Terutama bagi mere...


Membangun Rencana Transformasi Bisnis Digital

Membangun Rencana Transformasi Bisnis Digital
INFOBRAND.ID - Penyesalan terbesar di dunia investor Silicon Valley adalah melewati kesempatan menanamkan modal di bisnis Facebook diawal pengembangan...