Kamis, 25 April 2019

Follow us:

infobrand

infobrand

Riset Kebutuhan Dan Keinginan Konsumen

Posted by: 05-08-2018 18:28 WIB 586 viewer

Riset Kebutuhan Dan Keinginan Konsumen
Suherman Widjaja Dosen Universitas Prasetiya Mulya

Memahami pasar dan dengan kebutuhan dan keinginannya adalah langkah awal untuk menghindari kegalauan dalam menghadapi generation gap atau kesenjangan generasi. Dengan mengetahui kebutuhan dan keinginan setiap generasi yang menjadi konsumen anda, maka perusahaan akan bisa menyesuaikan semua aktifitas pemasarannya selaras dengan hal tersebut.

Perusahaan jadi punya panduan dalam menciptakan profuk yang akan dicari oleh konsumen karena sesuai kebutuhan dan keinginannya. Pun bisa mempersiapkan jenis dan gaya layanan yang baik menurut konsumen. Jadi, apa yang diciptakan dan ditawarkan bukan lagi berdasarkan tebak-tebakan atau preferensi dari perusahaan tapi berdasarkan ekspektasi konsumen.

Ini penting untuk selalu diingat setiap pemasar dan pebisnis, bahwa focus utama adalah konsumen, dengan demikian smua mesti bermuara pada apa yang disenangi konsumen. Ada beberapa pebisnis dan pemasar yang kadang membuat dan melakukan sesuatu berdasarkan keinginan dirinya dan lupa bahwa mereka membuat produk bukan untuk dibeli sendiri.

Untuk menggali kebutuhan dan keinginan tersebut, perlu dilakukan penelitia atau riset pasar yang ditunjukkan kepada target pasar atau calon konsumen. Kita bisa memilih diantara metode riset yang ada, masing masing memiliki karateristik dan keunggulan terendiri.

Metode pertama adalah riset sekunder, ini menggunakan hasil olahan data dari pihak ketiga, bisa berupa riset kuantatif maupun riset kualitatif, dengan kemajuan teknologi dibarengi spirit berbagi yang semakin besar dari masyarakat, maka metode ini adalah yang paling ekonomis bahkan bisa dlakukan tanpa biaya, banyak hasil riset yang dipublikasikan, secara gratis di internet, laman pribadi dipublikasikan secara gratis di internet, laman pribadi, maupun media social.

Anda tinggal memilih jenis risetnya, industri yag diinginkan, serta atribut riset yang dicari. Konsumsi waktu riset sekunder yag relevan kemudian memilih hasil riset yang sesuai kebutuhan. Namun di balik banyak keuntungan, metode ini memiliki keterbatasan, biasanya informasi yang disajikan tidak terlalu detail dan spesifik.

Kedua adalah metode survey yang bersifat kuantitatif. Survey bisa meneliti variable yang bervariasi cukup besar, ini sangat baik untuk pengukuran variabel terhadap jumlah populasi responden yang besar dan bagus untuk menghasilkan jawaban atas pertanyaan yang spesifik.

Biaya yang dibutuhkan relative tergantung besarnya jumlah populasi untuk membiayai intesif partisipan atau informan, biaya desain survey, serta administrasi survey, serta administrasi survey, biasanya survey ini menggunakan daftar sejumlah pertanyaan (kuesioner), dengan kemajuan teknologi bisa juga digunakan survey online untuk menekan biaya dan mempercepat prosesnya.

Metodologi ketiga yakni focus group, merupakan riset kualitatif yang sering dikenal dengan istilah FGD-kependekan dari focus group discussion, karena dilakukan dengan diskusi antar informan dan moderator untuk menggali informasi secara mendalam.

Metode ini bagus untuk eksplorasi secara mendalam mengupas berbagai pertanyaan. Biaya yang dikeluarkan sedang, untuk membiayai pelaksanaan FGD, biaya moderasi, dan insentif partisipasi/informan.

Metode keempat adalah wawancara atau in-depth interview, yaitu riset kualitatif yang dilakukan dengan mengajukan pertanyaan hampir sama dengan FGD. Interview dilakukan kepada responden satu persatu. Biaya relative murah, tergantung dari jumlah responden.

Metode yang kelima adalah observasi atau pengamatan yang dilakukan terhadap perilaku responden atas suatu kejadian atau momen ang ingin diteliti, misalnya mengamati bagaimana perilaku seseorang dalam rangkaian proses mulai dari mencari informasi suatu produk, proses menentukan pilihannya, sampai pada bagaimana dia mengonsumsi produk yang telah dibelinya. Durasi waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pengamatan termasuk cukup panjang dan tergantung pada variabel yang ingin diamati.

Demikian lima metode yang bisa dipilih untuk memahami kebutuhan dan keinginan dari target konsumen.


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Yuswohady : Inovasi Bukan Semata Kebutuhan, Tetapi Survivalnya Setiap Perusahaan

Yuswohady : Inovasi Bukan Semata Kebutuhan, Tetapi Survivalnya Setiap Perusahaan
INFOBRAND.ID – Yuswohady selaku Managing Partner, Inventure mengatakan inovasi bukan hanya menjadi kebutuhan melainkan sudah menjadi upaya survi...


Terkait Inovasi, Dosen Unair: Pilihannya 'Change or Be Changed'

Terkait Inovasi, Dosen Unair: Pilihannya 'Change or Be Changed'
INFOBRAND.ID – Kata-kata inovasi saat ini menjadi salah satu tema sentral, terutama di era revolusi industry 4.0 ini. Dimana semua jenis organis...


Siasat Sukses Membangun Brand di Era Digital

Siasat Sukses Membangun Brand di Era Digital
Satu dekade terakhir terjadi perubahan perilaku masyarakat dalam mencari informasi. Media digital belakangan ini menjadi source utama masyarakat dalam...


Millennials  & Creativity

Millennials & Creativity
Memang tak mudah untuk mendapat gelar Startup Unicorn.   Tapi Indonesia punya anak-anak muda kreatif yang menggawangi perusahaan rintisan&nb...


Fenomena Dual Screen

Fenomena Dual Screen
PT The  Nielsen  Company Indonesia (Nielsen) cukup adaptif melihat  perkembangan media di Indonesia.  Kami  punya  layan...


Membangun Marketing Channel di Media Digital

Membangun Marketing Channel di Media Digital
Sejatinya media digital bisa menjadi sarana yang powerfull untuk melakukan serangkaian aktifitas marketing. Namun, hingga saat ini media digital baru...


Strategic Branding Management

Strategic Branding Management
Mengembangkan brand dibutuhkan alokasi resources yang  tepat. Tak hanya pada alokasi budget marcom, tak kalah penting adalah memilih orang yang t...


Membidik Pasar Milenial

Membidik Pasar Milenial
Berbicara digital dan milenial  itu dua hal yang saling berhubungan.   Enabler atau teknologi nya adalah digital, customernya  ada...


Menjadi Digital Brand Champion

Menjadi Digital Brand Champion
Tak dipungkiri bila marketing digital mempengaruhi market offline. Founder & Chairman TRAS N CO Indonesia, Tri Raharjo mengungkapkan, sebagian bes...


Perspektif Membangun Brand di Sektor Pariwisata

Perspektif Membangun Brand di Sektor Pariwisata
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebesar 20 juta sampai akhir 2019. Selama 4 tahun target  kunj...


Keniscayaan Membangun Brand Lewat Digital

Keniscayaan Membangun Brand Lewat Digital
Perkembangan teknologi informasi merubah peradaban manusia. Bila dulu untuk mendapat informasi peristiwa hari ini, baru esok harinya masyarakat dapat...


Digital Branding Atau Tergerus?

Digital Branding Atau Tergerus?
Membangun merk di dunia digital menjadi kewajiban bagi pemilik brand yang ingin eksis menjaga market sharenya. Pasalnya, tren perilaku konsumen di era...


Usaha Sendiri Atau Franchise, Mana Lebih Untung?

Usaha Sendiri Atau Franchise, Mana Lebih Untung?
Ada banyak strategi yang bisa dipilih saat baru akan mulai merintis sebuah usaha, bisa dengan membuka usaha sendiri atau pun dengan membeli bisnis fra...


Edukasi Digital Branding bagi Decision Makers yang masih Zaman OLD

Edukasi Digital Branding bagi Decision Makers yang masih Zaman OLD
Membangun citra sebuah brand menjadi salah satu hal penting dalam dunia bisnis untuk keluar dari kerumunan pilihan brand yang begitu banyak bagi konsu...


Kenaikan Dolar Tidak Berpengaruh Pada Bisnis Franchise di Indonesia

Kenaikan Dolar Tidak Berpengaruh Pada Bisnis Franchise di Indonesia
INFOBRAND.ID - Kondisi nilai tukar rupiah saat ini terus tergerus terhadap Dolar Amerika Serikat (AS). Dimana nilainya per hari ini (28/9/2018) mencap...


Sign In
VIP Members

BRAND UPDATES








Index

EDITOR NOTES




Index

OPINIONS







Index