Kamis, 04 Juni 2020

Follow us:

infobrand

infobrand

Riset Kebutuhan Dan Keinginan Konsumen

Posted by: 05-08-2018 18:28 WIB 2480 viewer

Riset Kebutuhan Dan Keinginan Konsumen
Suherman Widjaja Dosen Universitas Prasetiya Mulya

Memahami pasar dan dengan kebutuhan dan keinginannya adalah langkah awal untuk menghindari kegalauan dalam menghadapi generation gap atau kesenjangan generasi. Dengan mengetahui kebutuhan dan keinginan setiap generasi yang menjadi konsumen anda, maka perusahaan akan bisa menyesuaikan semua aktifitas pemasarannya selaras dengan hal tersebut.

Perusahaan jadi punya panduan dalam menciptakan profuk yang akan dicari oleh konsumen karena sesuai kebutuhan dan keinginannya. Pun bisa mempersiapkan jenis dan gaya layanan yang baik menurut konsumen. Jadi, apa yang diciptakan dan ditawarkan bukan lagi berdasarkan tebak-tebakan atau preferensi dari perusahaan tapi berdasarkan ekspektasi konsumen.

Ini penting untuk selalu diingat setiap pemasar dan pebisnis, bahwa focus utama adalah konsumen, dengan demikian smua mesti bermuara pada apa yang disenangi konsumen. Ada beberapa pebisnis dan pemasar yang kadang membuat dan melakukan sesuatu berdasarkan keinginan dirinya dan lupa bahwa mereka membuat produk bukan untuk dibeli sendiri.

IKLAN INFOBRAND.ID

Untuk menggali kebutuhan dan keinginan tersebut, perlu dilakukan penelitia atau riset pasar yang ditunjukkan kepada target pasar atau calon konsumen. Kita bisa memilih diantara metode riset yang ada, masing masing memiliki karateristik dan keunggulan terendiri.

Metode pertama adalah riset sekunder, ini menggunakan hasil olahan data dari pihak ketiga, bisa berupa riset kuantatif maupun riset kualitatif, dengan kemajuan teknologi dibarengi spirit berbagi yang semakin besar dari masyarakat, maka metode ini adalah yang paling ekonomis bahkan bisa dlakukan tanpa biaya, banyak hasil riset yang dipublikasikan, secara gratis di internet, laman pribadi dipublikasikan secara gratis di internet, laman pribadi, maupun media social.

Anda tinggal memilih jenis risetnya, industri yag diinginkan, serta atribut riset yang dicari. Konsumsi waktu riset sekunder yag relevan kemudian memilih hasil riset yang sesuai kebutuhan. Namun di balik banyak keuntungan, metode ini memiliki keterbatasan, biasanya informasi yang disajikan tidak terlalu detail dan spesifik.

Kedua adalah metode survey yang bersifat kuantitatif. Survey bisa meneliti variable yang bervariasi cukup besar, ini sangat baik untuk pengukuran variabel terhadap jumlah populasi responden yang besar dan bagus untuk menghasilkan jawaban atas pertanyaan yang spesifik.

Biaya yang dibutuhkan relative tergantung besarnya jumlah populasi untuk membiayai intesif partisipan atau informan, biaya desain survey, serta administrasi survey, serta administrasi survey, biasanya survey ini menggunakan daftar sejumlah pertanyaan (kuesioner), dengan kemajuan teknologi bisa juga digunakan survey online untuk menekan biaya dan mempercepat prosesnya.

Metodologi ketiga yakni focus group, merupakan riset kualitatif yang sering dikenal dengan istilah FGD-kependekan dari focus group discussion, karena dilakukan dengan diskusi antar informan dan moderator untuk menggali informasi secara mendalam.

Metode ini bagus untuk eksplorasi secara mendalam mengupas berbagai pertanyaan. Biaya yang dikeluarkan sedang, untuk membiayai pelaksanaan FGD, biaya moderasi, dan insentif partisipasi/informan.

Metode keempat adalah wawancara atau in-depth interview, yaitu riset kualitatif yang dilakukan dengan mengajukan pertanyaan hampir sama dengan FGD. Interview dilakukan kepada responden satu persatu. Biaya relative murah, tergantung dari jumlah responden.

Metode yang kelima adalah observasi atau pengamatan yang dilakukan terhadap perilaku responden atas suatu kejadian atau momen ang ingin diteliti, misalnya mengamati bagaimana perilaku seseorang dalam rangkaian proses mulai dari mencari informasi suatu produk, proses menentukan pilihannya, sampai pada bagaimana dia mengonsumsi produk yang telah dibelinya. Durasi waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pengamatan termasuk cukup panjang dan tergantung pada variabel yang ingin diamati.

Demikian lima metode yang bisa dipilih untuk memahami kebutuhan dan keinginan dari target konsumen.


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Covid 19 dan Transformasi Saluran Pembelian Online

Covid 19 dan Transformasi Saluran Pembelian Online
Terjadinya penurunan penjualan drastis di semua pelaku bisnis saat ini, membuat pengusaha khawatir dan gusar akan masa depan bisnisnya, ketakutan akan...


Pandemi Covid-19 : Masihkah Konsumen Setia pada Merek?

Pandemi Covid-19 : Masihkah Konsumen Setia pada Merek?
Kesetiaan merek adalah sikap konsumen dalam memilih dan membeli merek produk tertentu yang disenangi serta konsisten terhadap merek tersebut dibanding...


Memprediksi Perubahan Perilaku Konsumen di New Normal

Memprediksi Perubahan Perilaku Konsumen di New Normal
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Dampak dari wabah covid-19 secara mendalam akan membentuk stay @ home lifestyle yang bakal menjadi kenormalan baru atau...


Dampak Virus Corona, Pelaku Bisnis Dipaksa Go Digital

Dampak Virus Corona, Pelaku Bisnis Dipaksa Go Digital
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Ketidakpastian kapan wabah virus corona atau covid-19 akan berakhir membuat para pelaku bisnis banyak yang beralih ke ra...


Sign In
VIP Members

OPINIONS




Index

INFOBRAND LETTER




Index

BRAND PRACTITIONERS




Index