Senin, 16 September 2019

Follow us:

infobrand

infobrand

Siap Menanti Produksi Massal Mobil ESEMKA

Posted by: 09-09-2019 10:21 WIB 52 viewer

Siap Menanti Produksi Massal Mobil ESEMKA
Pabrik mobil ESEMKA (Istimewa)

INFOBRAND.ID - PT Solo Manufaktur Kreasi (PT SMK), produsen lokal yang memproduksi mobil ESEMKA telah bekerjasama dengan lebih dari 30 industri penyedia komponen otomotif lokal dan sudah melakukan persiapan untuk produksi massal. Hal ini disampaikan oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto di sela mendampingi Presiden Joko Widodo pada peresmian pabrik PT SMK di Solo, Jawa Tengah, Jumat (6/9) lalu.

Airlangga memastikan, peresmian pabrik mobil ESEMKA senantiasa akan memberikan efek berganda bagi perekonomian di Indonesia, salah satunya adalah membuka lapangan kerja baru. “Pada tahap awal akan menyerap 300 tenaga kerja untuk satu shift. Kalau kapasitasnya nanti bertambah, tentu bertambah juga jumlah tenaga kerjanya. Ini untuk tenaga kerja lokal,” ungkapnya.

Airlangga memproyeksi industri otomotif di Indonesia ke depannya terus ekspansif seiring dengan adanya peningkatan investasi. Apalagi, bagi mereka yang menghasilkan produk di bawah Rp200 juta, seperti PT SMK ini dinilai punya peluang bisnis yang prospektif.

“Dengan harga tersebut, menjadi sarana migrasi bagi para pemilik motor yang ingin memiliki mobil pertama kali. Apalagi, PT SMK ini kan menghasilkan jenis pikap, yang dapat menunjang produktivitas. Nah, seperti jenis komersial ini, dilihat juga yang penting itu kapasitas muatan isinya. Artinya, semakin bisa menampung banyak muatannya, potensi lakunya tinggi,” paparnya.

Selain itu, Airlangga juga mengatakan bahwa PT SMK telah memiliki Tanda Pendaftaran Tipe (TPT) yang telah diterbitkan oleh Kementerian Perindustrian untuk enam jenis kendaraan roda empat. Dimana empat diantaranya merupakan kendaraan komersial tipe pick up single cabin yang diberi nama BIMA - ESEMKA, lalu satu tipe penumpang double cabin yang diberi nama DIGDAYA - ESEMKA dan satu tipe lagi kendaraan penumpang minivan dengan nama BORNEO – ESEMKA.

“Sebagai principal otomotif nasional, saat ini PT SMK telah memiliki fasilitas produksi yang telah siap beroperasi, antara lain lini pengecatan body, lini perakitan mobil type monocoque, type chassis, gasoline engine, diesel engine, transmisi dan axle,” tuturnya.

Pada tahun pertama PT SMK akan memproduksi sebanyak 3.500 unit pick up BIMA - ESEMKA dengan kapasitas produksi total sebesar 12.000 unit per tahun. Selain itu, Kemenperin juga akan terus mendorong ketersediaan bahan baku untuk industri komponen otomotif, sehingga tidak perlu impor.

“Mobil buatan anak bangsa ini diharapkan tidak banyak didominasi oleh komponen impor, sehingga TKDN harus menjadi prioritas mobil ESEMKA,” ungkap Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Harjanto.


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Ini Strategi BNI Syariah dalam Mengoptimalkan Bisnis Pembiayaan Konsumer

Ini Strategi BNI Syariah dalam Mengoptimalkan Bisnis Pembiayaan Konsumer
JAKARTA, INFOBRAND.ID – BNI Syariah memaparkan sejumlah strategi yang dilakukannya dalam mengoptimalkan bisnis pembiayaan konsumen. Salah satuny...


Bekraf dan Kemenlu Inisiasi Pembentukan Komite Khusus Ekonomi Kreatif ASEAN

Bekraf dan Kemenlu Inisiasi Pembentukan Komite Khusus Ekonomi Kreatif ASEAN
Wakil-wakil negara ASEAN berkomitmen untuk memajukan kerja sama bidang ekonomi kreatif di Kawasan. Kerja sama tersebut diharapkan dapat meningkatkan i...


Siap Menanti Produksi Massal Mobil ESEMKA

Siap Menanti Produksi Massal Mobil ESEMKA
INFOBRAND.ID - PT Solo Manufaktur Kreasi (PT SMK), produsen lokal yang memproduksi mobil ESEMKA telah bekerjasama dengan lebih dari 30 industri penyed...


Singapura Diprediksi Jadi Calon Destinasi Halal Favorit di Asia pada 2026

Singapura Diprediksi Jadi Calon Destinasi Halal Favorit di Asia pada 2026
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Potensi wisata halal diperkirakan mencapai 200 miliar US Dollar pada tahun 2020 dan meningkat 300 miliar US Dollar pada 2026....