Sabtu, 16 Januari 2021

Follow us:

infobrand

infobrand

Smartphone 5G Diluncurkan, Indonesia Siapkan Infrastruktur

Posted by: 25-11-2020 12:02 WIB 299 viewer

Teknologi komunikasi 5G akan segera menggantikan teknologi 4G yang saat ini merupakan teknologi tertinggi yang banyak digunakan di berbagai negara. Sejumlah produsen smartphone juga telah meluncurkan produk baru yang dilengkapi teknologi generasi 5 tersebut. Lalu bagaimana persiapan infrastruktur di Indonesia menyambut evolusi teknologi ini?

Smartphone 5G Diluncurkan, Indonesia Siapkan Infrastruktur
Smartphone 5G sudah diluncurkan dan akan dipasarkan di Indonesia.

Jakarta, INFOBRAND.ID – Teknologi komunikasi 5G akan segera menggantikan teknologi 4G yang saat ini merupakan teknologi tertinggi yang banyak digunakan di berbagai negara. Sejumlah produsen smartphone juga telah meluncurkan produk baru yang dilengkapi teknologi generasi 5 tersebut. Lalu bagaimana persiapan infrastruktur di Indonesia menyambut evolusi teknologi ini?

Sejumlah produsen smartphone sudah meluncurkan produk-produk baru yang dilengkapi teknologi 5G. Sebut saja Huawei, Oppo, VIVO, dan Samsung, yang sudah mulai memasarkan smartphone berbasis teknologi generasi 5. Produk-produk smartphone tersebut sudah pasti akan masuk ke pasar Indonesia. Dimana Indonesia diprediksi sebagai pengguna 5G terbesar di ASEAN.

Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Ismail mengatakan teknologi 5G merupakan evolusi dari teknologi mobile broadband setelah kemunculan teknologi 1G, 2G, 3G dan teknologi 4G saat ini.

"Artinya seluler yang berevolusi, layanan seluler yang sejak pertama diterbitkan itu first generation (1G), kemudian second generation (2G), fourth generation atau 4G dan sekarang dalam waktu dekat ini masuk ke era 5G atau generasi ke-5," ujar Ismail pada diskusi virtual dengan media di Jakarta, Selasa (24/11/2020)

Ismail mengatakan, untuk memanfaatkan teknologi generasi ke-5 (5G) tidak harus membangun semuanya dari perangkat baru.

"Jadi kalau memanfaatkan sebuah teknologi yang baru itu bukan berarti kita membangun semua dari baru, tapi itu berangkat dari apa yang sudah ada sekarang," ujar Ismail.

Ia optimis Indonesia bisa sejajar dengan negara lainnya dalam mengembangkan teknologi 5G.

"Semua negara sekarang sedang berlomba untuk menyiapkan network itu, jadi peluang kita ya sama besarnya dengan peluang-peluang negara yang lain. Karena ini sebuah keniscayaan, setiap ada perubahan evolusi teknologi itu, kita tidak ingin tertinggal," kata Ismail.

Karena itu, kata dia, Indonesia harus memiliki strategi agar tidak hanya menjadi pasar saja namun juga bisa memanfaatkan secara maksimal teknologi tersebut.

Pendiri dan pemerhati gawai dari komunitas Gadtorade Lucky Sebastian mengatakan bahwa vendor ponsel pintar sudah mengantisipasi kehadiran jaringan generasi kelima ini, karena mereka melihat ini kesempatan bagus untuk memasarkan produk.

“Indonesia ini salah satu pasar potensial, dengan penduduk keempat terbanyak di dunia, dan pengguna smartphone sedang berkembang, belum saturasi seperti di China dan Amerika,” ujarnya.

Indonesia Siapkan Infranstruktur 5G

Untuk menyiapkan insfrastruktur hadirnya teknologi 5G, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) membuka lelang penggunaan pita frekuensi radio 2,3 Ghz pada rentang 2.360 - 2.390 Mhz. Frekuensi tersebut nantinya akan digunakan operator seluler untuk mendorong adopsi jaringan 5G.

Dalam lelang ini, Kominfo akan melakukan seleksi sesuai ketentuan dalam Pasal 11 Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 9 Tahun 2018. Kominfo menyebut seleksi itu menjadi salah satu cara untuk mendukung transformasi digital di sektor ekonomi, sosial, dan pemerintahan. Sebab, masih ada blok frekuensi radio yang saat ini belum ditetapkan penggunanya.

 Pengadaan lelang penggunaan frekuensi 2,3 GHz yang dilakukan untuk keperluan penyelenggaraan jaringan bergerak seluler diperkirakan akan berdampak pada pasar ponsel pintar 5G.

Di samping itu, untuk mendorong adopsi jaringan 5G di Indonesia, pemerintah juga mempersiapkan tiga opsi frekuensi.

Pertama adalah lower band, ada dua opsi yaitu 700 MHz dan 800 MHz. Frekuensi 700 MHz saat ini masih dipakai untuk siaran TV analog, yang rencananya akan dimigrasi menjadi digital.

Untuk menerapkan 5G di frekuensi ini, Kominfo menunggu UU Penyiaran disahkan lebih dahulu. Kemudian untuk middle band, mulanya Indonesia memiliki dua opsi frekuensi, yakni 2,6 GHz dan 3,5 GHz.

Keduanya saat ini sudah dipakai untuk koneksi satelit, penggunanya seperti Indovision dan BRI. Di upper band, Indonesia memiliki frekuensi 26 GHz. Frekuensi ini masih kosong dan menjadi kandidat kuat untuk implementasi 5G, jika ingin segera dikomersilkan.


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Pulih, Penjualan Mobil Merangkak Naik

Pulih, Penjualan Mobil Merangkak Naik
JAKARTA - Pandemi covid-19 terbukti memberi dampak negatif pada sejumlah sektor bisnis. Termasuk otomotif, menjadi salah satu sektor yang mendapat imb...


Pelopor PLTS Atap Catat Peningkatan Permintaan Instalasi

Pelopor PLTS Atap Catat Peningkatan Permintaan Instalasi
JAKARTA - Sepanjang tahun 2020, Xurya Daya Indonesia (Xurya) sebagai startup lokal energi terbarukan yang mempelopori metode Rp 0,- (no upfront cost)...


Saat Pandemi Pelaku Usaha Ultra Mikro Beroperasi Nyaris Tanpa Libur

Saat Pandemi Pelaku Usaha Ultra Mikro Beroperasi Nyaris Tanpa Libur
JAKARTA - Survey Lembaga Riset Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) menunjukkan demi bertahan hidup saat pandemi pelaku usaha ultra m...


ShopeePay Bagikan Lima Inspirasi Resolusi Tahun 2021

ShopeePay Bagikan Lima Inspirasi Resolusi Tahun 2021
JAKARTA - Sepanjang tahun 2020 menjadi tahun yang penuh tantangan, di mana kita diajarkan untuk lebih bersyukur dan lebih sadar akan kebersihan, keseh...