Sabtu, 13 Juli 2024

Follow us:

infobrand
10th INFOBRAND

Teken MoU dengan BEI, Menkop UKM Dukung UMKM Segera Melantai di Bursa

Posted by: 1186 viewer

Teken MoU dengan BEI, Menkop UKM Dukung UMKM Segera Melantai di Bursa
Acara penandatanganan Mou Kemenkop UKM dengan BEI untuk mendukung percepatan UMKM melantai di bursa saham/Istimewa

INFOBRAND.ID, JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menandatangani nota kesepahaman dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mendukung percepatan UMKM melantai di bursa saham melalui penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO).

“Saya kira ini akan mempercepat (ada akselerasi), kalau kita sama-sama inkubasi supaya bisa IPO. Saya kira sudah ada inkubator, yang mungkin juga kita perlu terus empowering supaya semakin banyak,” kata Teten dalam acara Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kementerian Koperasi dan UKM dengan PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (7/6/2023).

Dia menambahkan, saat ini dari 864 perusahaan yang telah melantai di bursa saham, baru 4 persen atau 33 UMKM yang sudah IPO. Rendahnya jumlah UMKM yang telah berhasil go public, dijelaskan Teten karena sekitar 30 juta UMKM masih belum mengakses perbankan dan 6 juta di antaranya mengakses pembiayaan kepada rentenir.

IKLAN INFOBRAND.ID

Untuk itu, Teten berharap Bursa Efek Indonesia bisa menginkubasi para pelaku UMKM potensial untuk menawarkan sahamnya yang berujung pada peningkatan ekonomi Indonesia.

“Kebab Bab Rafi sekarang targeted, kita didik, kita bikin shortlist mana bisa inkubasi, kita dorong IPO. Mungkin dengan cara seperti itu, ekonomi Indonesia kan cukup baik, jadi koordinasi ekonomi kita meskipun dunia sangat baik itu cukup baik. Itu keunikan UMKM sendiri,” ujarnya.

Menurutnya lagi, melalui keterlibatan BEI sebagai inkubator, Teten meyakini target 100 UMKM yang go public bisa lebih cepat tercapai karena selama ini pelaku UMKM bergerak secara mandiri yang membuat proses menuju IPO semakin panjang. Bahkan tak menutup kemungkinan jika nantinya warteg dan bakso akan IPO dengan pendampingan dari BEI.

“Sebenarnya ini sudah banyak kegiatan usaha yang sejenis misalnya warung bakso, warteg-warteg, usaha-usaha lainnya yang bisa kita agregasi sehingga kalau minimumnya nilai Rp50 miliar itu saya kira bisa, tapi memang perlu keterlibatan inkubator," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Dalam Iman Rachman menuturkan bahwa salah satu tantangan terbesar UMKM adalah pendanaan. Pelaku UMKM disebutnya hanya mengenal pinjaman melalui perbankan, padahal ada skema alternatif pendanaan seperti dalam bentuk pendanaan ekuitas atau modal.

IKLAN INFOBRAND.ID

“Ini menjadi tujuan kami melakukan penjajakan kerja sama yaitu dengan tujuan mempererat pasar modal dan mendorong insan pelaku UMKM untuk masuk ke pasar modal melalui IPO sebagai akses pembiayaan yg pasti,” tandasnya.

Baca berita lainnya di Google News


Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV

Article Related


Hadir di Indonesia, Shop.Com Klaim akan Bawa Produk Jamu Mendunia

Hadir di Indonesia, Shop.Com Klaim akan Bawa Produk Jamu Mendunia
INFOBRAND.ID - Perkembangan industri e-commerce dan besarnya market Indonesia mendorong perusahaan e-commerce dari berbagai negara masuk ke pasar Indo...


Ini Bukti NETA V-II Aman Menerjang Banjir

Ini Bukti NETA V-II Aman Menerjang Banjir
INFOBRAND.ID, JAKARTA - PT NETA Auto Indonesia membuktikan bahwa mobil listrik NETA V-II tetap aman dikendarai pada kondisi genangan dan banjir dangka...


Galaxy Z Flip6 rilis di Indonesia, Ini Spek dan Harganya

Galaxy Z Flip6 rilis di Indonesia, Ini Spek dan Harganya
INFOBRAND.ID, JAKARTA - Samsung meluncurkan ponsel lipat Galaxy Z Flip6 di Indonesia yang hadir dengan kamera utama sebesar 50 MP, yang dirilis bersam...


Japota Gandeng JKT48 Luncurkan Inovasi Baru Japota Nipis Pedas

Japota Gandeng JKT48 Luncurkan Inovasi Baru Japota Nipis Pedas
INFOBRAND.ID – Sukses dengan empat varian yang menjadi favorit konsumen, Japota, merek snack keripik kentang produksi Calbee Wings, meluncurkan...