Sabtu, 16 Januari 2021

Follow us:

infobrand

infobrand

Uji Efektifitas Capai 90%, 4 Vaksin COVID-19 Siap Edar: Berapa Harganya?

Posted by: 23-11-2020 17:28 WIB 352 viewer

Sejak COVID-19 mewabah jadi pandemic, berbagai negara dan perusahaan farmasi berlomba untuk menciptakan vaksin. Baru-baru ini 4 perusahaan farmasi mengklaim telah berhasil melakukan uji coba vaksin COVID-19 dengan efektifitas mencapai 90% lebih. Vaksin tersebut telah mengantongi ijin untuk diedarkan dan siap digunakan. Lalu, berapa kisaran harga vaksin-vaksin tersebut?

Uji Efektifitas Capai 90%, 4 Vaksin COVID-19 Siap Edar: Berapa Harganya?
Ada 4 vaksin yang memiliki efektifitas hingga 90%. Vaksin tersebut siap edar dan digunakan massal.

Jakarta, INFOBRAND.ID – Sejak COVID-19 mewabah jadi pandemic, berbagai negara dan perusahaan farmasi berlomba untuk menciptakan vaksin. Baru-baru ini 4 perusahaan farmasi mengklaim telah berhasil melakukan uji coba vaksin COVID-19 dengan efektifitas mencapai 90% lebih. Vaksin tersebut telah mengantongi ijin untuk diedarkan dan siap digunakan. Lalu, berapa kisaran harga vaksin-vaksin tersebut?

Berikut adalah perusahaan farmasi yang telah berhasil menciptakan vaksin COVID-19 dengan efektifitas yang telah diuji dan siap digunakan massal:

  1. Vaksin BNT162b2 Buatan Pfizer dan BioNTech (Amerika dan Jerman)

Pfizer Inc bekerja sama dengan perusahaan bioteknologi Jerman, BioNTech mengklaim kandidat vaksin yang dikembangkannya 95% efektif dan tidak memiliki efek samping serius. Vaksin yang dikembangkan oleh Pfizer dan BioNTech disebut dengan nama BNT162b2, dengan menggunakan m-RNA. Teknologi ini sebelumnya digunakan Jerman dalam pengembangan vaksin kanker eksperimental. Uji coba fase dua dan tiga digabungkan dan mulai dilakukan pada 27 Juli 2020.

Pfizer Inc dan BioNTech, telah setuju memasok 100 juta dosis ke Amerika Serikat. Harga yang disepakati adalah 39 dollar AS atau setara Rp 552.435 untuk dua suntikan. Artinya, per dosis vaksin Pfizer dihargai sekitar 19,50 dollar AS atau setara Rp 276.217, dengan opsi memasok 500 juta dosis di bawah ketentuan baru.

  1. Vaksin CoronaVac Buatan Sinovac Biotech (China)

Vaksin virus corona eksperimental yang dikembangkan Sinovac Biotech, CoronaVac, memicu respons imun yang cepat namun menghasilkan tingkat antibodi lebih rendah daripada orang yang sudah pulih dari penyakit Covid-19.

Diberitakan Aljazeera, 18 November 2020, para peneliti mengatakan vaksin CoronaVac memberikan perlindungan yang cukup. CoronaVac dan empat vaksin emsperimental lainnya yang dikembangkan di China saat ini tengah menjalani uji coba tahap akhir untuk menentukan keefektifannya dalam mencegah Covid-19.

Dikabarkan Reuters, 16 Oktober 2020, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Kota Jiaxing Timur mengatakan dua dosis kandidat vaksin CoronaVac diperkirakan akan menelan biaya 200 yuan atau setara Rp 421.408,75 per dosis. Adapun, vaksinasi pada kelompok berisiko tinggi telah dimulai.

Ratusan ribu orang telah diberi vaksin eksperimental dalam uji coba tahap akhir, sebagai bagian dari program inukulasi darurat pada Juli 2020. Vaksin CoronaVac disebut mampu memicu respons imun yang cepat, tapi menghasilkan tingkat antibodi lebih rendah daripada orang yang telah pulih dari infeksi Covid-19.

Namun, otoritas China belum merilis rincian harga secara resmi vaksin Covid-19 potensial yang dikembangkan Sinovac Biotech. Sementara itu, Bio Farma Indonesia telah mencapai kesepakatan untuk setidaknya membeli 40 juta dosis dari Sinovac, dengan biaya sekitar Rp 200.000 per dosis.

  1. Vaksin mRNA-1273 Buatan Moderna (Amerika)

Perusahaan bioteknologi Amerika Serikat, Moderna, bekerja sama dengan National Institutes of Health mengembangkan vaksin corona, dengan nama mRNA-1273. Moderna Inc mengklaim kandidat vaksinnya mempunyai efektivitas 94,5 persen, berdasarkan data awal uji klinis fase tiga.

Analisis tersebut mengevaluasi 95 kasus infeksi Covid-19 yang dikonfirmasi di antara 30.000 peserta uji coba. Sebanyak 90 kasus yang diamati merupakan kelompok plasebo, yang dibandingkan dengan 5 kasus pada kelompok penerima dua dosis vaksin.

Selain itu, Moderna menyebut tidak ditemukan masalah keamanan yang signifikan pada vaksinnya. Secara umum, vaksin aman dengan sebagian efek samping yang dapat ditoleransi dengan kategori ringan atau sedang.

Dilansir CNA, Minggu (22/11/2020), harga vaksin dibanderol perusahaan antara 25 hingga 37 dollar AS atau setara Rp 354.125 hingga Rp 524.105 per dosisnya

  1. Vaksin Sputnik V Buatan Gamaleya Center (Rusia)

Rusia mengklaim menjadi negara pertama yang menciptakan vaksin virus corona, dan diberi nama Sputnik V.(THE RUSSIAN DIRECT INVESTMENT FUND/Handout via REUTERS) Vaksin Sputnik V Rusia yang dikembangkan Gamaleya Center, juga mengklaim keefektifan vaksinnya mencapai 92 persen.

Vaksin terbukti manjur di antara sekelompok sukarelawan yang menjadi bagian dari uji coba fase tiga. Kendati begitu, laporan awal kemanjuran vaksin Sputnik V belum dipublikasikan dalam jurnal medis yang ditinjau sejawat.

Sebagai tambahan informasi, Rusia menjadi negara pertama yang mendaftarkan dan menyetujui vaksin virus corona. Gamaleya mengembangkan vaksin vektor virus menggunakan versi lemah adenovirus penyebab flu biasa utuk memperkenalkan lonjakan protein virus SARS-CoV-2 ke tubuh. Vaksin menggunakan dua jenis adenovirus, dengan suntikan kedua diberikan setelah 21 hari untuk meningkatkan respons kekebalan.

Sputnik V mengklaim, vaksin virus corona baru mereka akan lebih murah dari vaksin buatan Pfizer dan Moderna. Klaim ini disampaikan melalui akun Twitter resminya pada Minggu (22/11).

"Pengumuman harga vaksin Pfizer US$ 19,5 per dosis dan vaksin Moderna US$ 25-US$ 37 per dosis, berarti harga sebenarnya adalah US$ 39 dan US$ 50-US$ 74 per orang. Satu orang membutuhkan dua dosis vaksin Pfizer, Moderna, dan Sputnik V. Harga Sputnik V akan jauh lebih rendah," tulis Sputnik.


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Pulih, Penjualan Mobil Merangkak Naik

Pulih, Penjualan Mobil Merangkak Naik
JAKARTA - Pandemi covid-19 terbukti memberi dampak negatif pada sejumlah sektor bisnis. Termasuk otomotif, menjadi salah satu sektor yang mendapat imb...


Pelopor PLTS Atap Catat Peningkatan Permintaan Instalasi

Pelopor PLTS Atap Catat Peningkatan Permintaan Instalasi
JAKARTA - Sepanjang tahun 2020, Xurya Daya Indonesia (Xurya) sebagai startup lokal energi terbarukan yang mempelopori metode Rp 0,- (no upfront cost)...


Saat Pandemi Pelaku Usaha Ultra Mikro Beroperasi Nyaris Tanpa Libur

Saat Pandemi Pelaku Usaha Ultra Mikro Beroperasi Nyaris Tanpa Libur
JAKARTA - Survey Lembaga Riset Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) menunjukkan demi bertahan hidup saat pandemi pelaku usaha ultra m...


ShopeePay Bagikan Lima Inspirasi Resolusi Tahun 2021

ShopeePay Bagikan Lima Inspirasi Resolusi Tahun 2021
JAKARTA - Sepanjang tahun 2020 menjadi tahun yang penuh tantangan, di mana kita diajarkan untuk lebih bersyukur dan lebih sadar akan kebersihan, keseh...