Senin, 03 Oktober 2022

Follow us:

infobrand

infobrand

5 Kesalahan Dalam Menerapkan Digital Public Relations

Posted by: 09-09-2022 19:37 WIB 343 viewer

5 Kesalahan Dalam Menerapkan Digital Public Relations
Digital Public Relations.

INFOBRAND.ID - Perkembangan teknologi digital telah membawa berbagai aktivitas bisnis dari ranah offline ke online. Tak terkecuali aktivitas digital public relations, mulai beralih dari offline ke online atau biasa disebut dengan Digital PR.

Namun demikian dalam kontek digital PR masih banyak yang belum memahami sepenuhnya. Karena dalam konteks digital PR, ternyata banyak yang salah paham perihal digital PR. Untuk menjalankan digital PR, berpindah platform ke digital saja tidak cukup.

Ada banyak perubahan dan perkembangan dalam praktik digital PR, yang kini, PR bukan lagi sekadar publikasi media, brand awareness, ataupun reputasi. Digital PR memiliki dampak bisnis yang lebih nyata dan terukur.

Untuk penjelasan lebih lengkap mengenai kesalahan tentang digital PR, berikut pemaparan CEO Media Buffet, Bima Marzuki di Youtube Media Buffet.

  1. Digital PR Bukan Melakukan Social Media

Mungkin selama ini sebagian praktisi brand menganggap bahwa memuat konten di media sosial termasuk digital PR, dan memuat klarifikasi dalam bentuk verbal atau tertulis di media sosial juga termasuk digital PR. Menurut Bima, aktivitas tersebut tersebut hanyalah aktivitas social media, tapi bukan aktivitas digital PR.

“Sampai sekarang, masih banyak praktisi PR yang menganggap kalau menyampaikan informasi di platform digital adalah suatu keberhasilan dalam menjadi jembatan informasi brand ke publik. Padahal, digital PR gak sampai di situ,” ujarnya.

Dijelaskan, digital PR itu by definition berakar dari SEO, algoritma Google, domain authority, backlink, dan reputasi dari suatu website. Sedangkan konten Instagram dan Twitter tidak memiliki dampak langsung terhadap performa SEO website brand kamu.

Digital PR adalah integrasi antara public relations dan digital marketing. Bukan menjalankan media sosial dan aktivitas PR secara beriringan. Karena itu, pemahaman akan beberapa aspek digital marketing, utamanya SEO, sangat penting untuk dikuasai. Dan media sosial itu hanyalah satu dari sekian cabang keilmuan dalam digital marketing.

  1. Belum Memahami dan Trial-error Digital Marketing

Digital marketing adalah keilmuan yang memiliki banyak cabang di dalamnya. Ada 9 jenis digital marketing, diantaranya content marketing, Search Engine Optimization, SEM, email marketing, social media marketing, paid advertising, affiliate marketing, mobile marketing, influencer marketing,  dan masih banyak lagi.

Dalam digital PR, cabang digital marketing yang utamanya diintegrasikan oleh public relations adalah SEO dan content marketing. Jadi digital PR gak serta-merta menggunakan semua aspek dalam digital marketing.

Ada kalanya banyak cabang digital marketing digunakan, tapi hanya sebagai penunjang atas aktivitas digital PR yang sedang berjalan. Trial error dalam digital marketing itu butuh proses yang cukup kompleks.

Misalnya terdapat user testing dalam proses perbaikan UI/UX website. Lalu ada juga A/B testing dalam perbaikan website, yang bentuknya mirip-mirip dengan user testing dalam UI/UX. Belum lagi riset keyword dalam SEO. Banyak riset dan trial-error yang perlu kamu lakukan dalam mengaplikasikan digital marketing.

  1. Berhenti Sampai di Inbound Traffic

Memang, salah satu dampak dari digital marketing adalah peningkatan traffic pada website brand atau perusahaan. Tapi apakah sekadar peningkatan traffic pada website itu belum cukup. Karena meningkatnya traffic tidak akan ada artinya kalau hanya berhenti di situ. Traffic adalah awareness, dan dalam strategi funneling, awareness hanyalah tahap awal dari output digital marketing.

Dalam konsep digital PR, traffic hanya salah satu parameter brand awareness. Salah satu, karena sebenarnya kami di Media Buffet PR sudah membuktikan bahwa impact dari campaign digital PR sangat mungkin lebih dari sekadar awareness, tapi juga bisa kita extend ke digital reputation dan leads. Ini yang sudah kami lakukan dan terlihat hasilnya pada dua klien kami, Shell dan IdScore.

Digital PR bisa membawa dampak lebih jauh hingga ke leads dan dengan kolaborasi  konversi. Dengan digital PR, maka traffic yang datang bisa dikondisikan dengan pengetahuan akan produk yang muncul dari proses content marketing yang dilakukan.

  1. Mengandalkan Effort Organik

Proses optimasi dalam SEO membutuhkan waktu yang cukup lama. Karena itu, effort organik mungkin tidak cukup kalau brand kamu masuk dalam industri dengan persaingan yang ketat. Kalau cuma bikin konten tanpa ada effort-effort lainnya, maka peningkatan traction bisa aja baru didapat beberapa bulan ke depan.

Backlink itu juga sangat penting dalam digital PR, apalagi backlink dari media. Karena website media cenderung punya domain authority (DA) tinggi. Artinya website media lebih mudah memuncaki peringkat Google. Backlink yang datang dari website dengan DA tinggi, akan lebih berdampak terhadap DA dari website brand yang dituju.

Lantas bagaimana mendapatkan backlink dari website media yang kredibel? Salah satu cara alternatif yang bisa ditempuh adalah dengan melakukan placement advertorial dalam bentuk artikel ke website media. Influencer marketing juga bisa jadi opsi, selama ada narasi yang mengarahkan audiens kepada website brand kamu, dengan secercah edukasi produk agar traffic yang datang gak sia-sia.

  1. Tidak Mendalami Cara Kerja Google & SEO

Bicara digital PR, menurut Bima, haram hukumnya kalau tidak bicara SEO. Karena proses integrasi utamanya adalah dengan aspek SEO dan content marketing. Karena itu belajar SEO itu wajib bagi yang mau menguasai digital PR.

Kenapa belajar SEO ini penting, karena akan mendapat insight akan audience behavior. Ketika seseorang mencari sesuatu, mereka akan googling dulu sebelum lari ke media sosial. Reputasi suatu brand juga bisa terlihat di Google, entah dalam bentuk review ataupun bintang. Akan jadi salah besar ketika kita membuat strategi komunikasi, entah itu public relations, digital marketing, apapun itu, tanpa mengacu kepada audience behavior.

Itulah lima kesalahan tentang pemahaman Digital PR yang masih sering terdengar di luar sana. Dengan memahami Digital PR yang sebenarnya, tentunya akan dapat melakukan transformasi PR dari konvensional dengan digital dengan hasil lebih baik lagi.


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


INFOBRAND Rilis Pemenang Indonesia Digital Popular Brand Award 2022

INFOBRAND Rilis Pemenang Indonesia Digital Popular Brand Award 2022
INFOBRAND.ID - Jumlah pengguna internet dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Kondisi tersebut memberikan peluang bagi pelaku bisnis dan br...


INFOBRAND Rilis Pemenang Top Digital Public Relations Award 2022

INFOBRAND Rilis Pemenang Top Digital Public Relations Award 2022
INFOBRAND.ID - ktivitas Public Relations (PR) tidak dapat dipisahkan dalam keberlangsungan bisnis dan perusahaan. PR memiliki peran penting dalam memb...


Keuntungan Menggunakan TikTok Marketing

Keuntungan Menggunakan TikTok Marketing
INFOBRAND.ID - Hadirnya TikTok menambah daftar media sosial yang memiliki potensi membantu pelaku brand dalam melakukan digital marketing. TikTok menj...


Strategi Digital Marketing Membuat Bisnis Berkembang di Era Digital

Strategi Digital Marketing Membuat Bisnis Berkembang di Era Digital
INFOBRAND.ID - Di era digital, aktivitas marketing perlu bertransformasi menjadi digital marketing. Digital marketing adalah jenis pemasaran yang memp...