Senin, 27 September 2021

Follow us:

infobrand

infobrand

BPOM: Iklan Obat Tradisional Harus Obyektif

Posted by: 14-09-2021 13:26 WIB 71 viewer

BPOM: Iklan Obat Tradisional Harus Obyektif
Ilustrasi obat tradisional/Istimewa

JAKARTA, INFOBRAND.ID - Direktur Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Dwiana Andayani menyatakan, klaim iklan obat tradisional yang diperbolehkan tayang di media saat ini hanya untuk kepentingan pengobatan pribadi.

Sehingga, dia meminta informasi yang disampaikan harus obyektif agar tak menyesatkan konsumen. 

"Jadi, kira-kira gejala apa yang bisa didiagnosa sendiri untuk self medication itu yang diperbolehkan," kata dia dalam sebuah webinar mengenai obat tradisional dan suplemen kesehatan, Selasa (14/9/2021).

Maklum, sebagian besar pemanfaatan obat tradisional dan suplemen kesehatan untuk keperluan pengobatan sendiri, maka klaim pada iklan perlu disesuaikan dengan kemampuan masyarakat awam dalam menilai gejala yang mereka rasakan.

Informasi yang disampaikan pun harus obyektif, lengkap dan tidak menyesatkan untuk melindungi masyarakat dari penggunaan produk yang berlebihan dan tak benar.

Produsen boleh mencantumkan khasiat, kegunaan dan informasi tentang hal-hal yang perlu diperhatikan konsumen seperti adanya kontraindikasi dan efek samping.

Lebih lanjut, iklan tidak memanfaatkan kekhawatiran masyarakat pada suatu masalah kesehatan dan menimbulkan persepsi khusus di masyarakat yang mengakibatkan penggunaan berlebihan dan tidak benar.

Di masa pandemi saat ini, BPOM tidak membolehkan klaim produk obat tertentu termasuk herbal yang mengaitkan dengan penyembuhan 

Covid-19. Menurut dia, belum ada produk suplemen kesehatan dan obat tradisional yang terbukti memberikan efek yang bermakna pada Covid-19.

"Tidak diperbolehkan mengaitkan (obat) dengan penggunaan untuk Covid-19 selama tak ada bukti klinis yang mendukung," ujarnya.

BPOM juga tidak memperbolehkan produsen produk memasukkan testimoni dalam klaim mereka karena sangat subjektif dan bias.

Dwiana mengatakan, iklan obat perlu mendapatkan persetujuan BPOM untuk menandakan informasi dalam iklan itu sudah valid, akurat, objektif dan konsumen bisa percaya informasi yang diberikan benar serta tidak menyesatkan.

"Iklan obat tradisional dan suplemen kesehatan wajib didaftarkan dulu di Badan POM, memperoleh persetujuan, baru boleh ditayangkan. Bila iklan tidak melalui persetujuan Badan POM dulu, bagian pengawasan akan menarik iklan dan memberikan sanksi pada pelaku usaha," paparnya lagi.

BPOM berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga lain untuk melakukan pengawasan iklan seiring banyaknya media yang digunakan produsen.


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


PT. Multistrada Arah Sarana, Tbk Laporkan Kenaikan Pendapatan Periode Semester Pertama 2021

PT. Multistrada Arah Sarana, Tbk Laporkan Kenaikan Pendapatan Periode Semester Pertama 2021
JAKARTA, INFOBRAND.ID - PT. Multistrada Arah Sarana, Tbk (MASA) melaporkan pendapatan perusahaan mencapai USD 199 juta selama semester pertama 2021, a...


TaniHub Ajak World Bank Group, dan Microsoft Percepat Proses Digitaliasi Ekosistem Pertanian Indonesia

TaniHub Ajak World Bank Group, dan Microsoft Percepat Proses Digitaliasi Ekosistem Pertanian Indonesia
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Bertepatan dengan Hari Tani Nasional, TaniHub Group, Kelompok Bank Dunia, dan Microsoft berkolaborasi dalam memprak...


Hadirkan Program Santripreneur, Kemenperin Bina Lebih dari 10 Ribu Santri

Hadirkan Program Santripreneur, Kemenperin Bina Lebih dari 10 Ribu Santri
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Kementerian Perindustrian berkomitmen untuk terus melaksanakan program Santriprerneur dengan tujuan mendorong pertumbuhan dan...


Student Company Latih Siswa SMA/SMK Jadi Wirausaha

Student Company Latih Siswa SMA/SMK Jadi Wirausaha
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Student Company, program edukasi yang digagas Prestasi Junior Indonesia/PJI, Citibank NA Indonesia PT AIG Insurance Indonesia...


Sign In
VIP Members

MOST POPULAR






Index

BRANDING & CSR






Index