Sabtu, 20 Juli 2019

Follow us:

infobrand

infobrand

Cara Bodrex Bangun Consumer Engagement di Media Digital

Posted by: 21-03-2019 17:09 WIB 1292 viewer

Cara Bodrex Bangun Consumer Engagement di Media Digital
General Manager (Bodrex) PT Tempo Scan Pacific, Deddy Angkakusuma (kiri) dan Tim. (dok. Istimewa)

INFOBRAND.ID – Transformasi digital saat ini masih menjadi perbincangan hangat di kalangan para pelaku brand. Bodrex misalnya. Sebagai salah satu brand yang berada di bawah naungan PT Tempo Scan Pasific, nama Bodrex tentu sudah tak asing lagi ditelinga sebagai obat sakit kepala. Kedekatan Bodrex dengan konsumennya pun begitu intens. Hal ini dilakukan untuk membangun loyalitas konsumen, terutama di era digital sekarang ini.

Dalam membangun kedekatan dengan konsumen, Bodrex mengandalkan media digital seperti Youtube dan juga sosial media seperti Facebook dan Instagram. Selain itu, support KOL serta thematic campaign juga kerap dilakukan untuk mempermulus rencananya menjadi yang populer di internet.

“Kami melihat media digital adalah bagian dari media mix sebagai evolusi dari media konvensional. Sehingga objective branding yang sebelumnya dilakukan di media konvensional harus di adjust agar fit dengan karakteristik di media digital. Objective yang diharapkan secara garis besar sama yaitu untuk membangun awareness dan product trial,” ujar Head of Brand Investment & Consumer Engagement – Adult VMS (Bodrex), Widodo Prasetio dalam surat elektronik yang diterima INFOBRAND.ID, Kamis (21/3/2019).

Menurut Widodo, brand yang dikenal dengan slogan ‘Selalu Oke Setiap Saat’ ini akan terus menciptakan konten-konten yang sifatnya edukatif, relevan dan bermanfaat bagi konsumen seputar tips kesehatan.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga akan terus membuat campaign yang menarik sesuai dengan objective per produknya dan terakhir membuat program penjualan yang menarik untuk drive pembelian di channel e-commerce.

“Memfokuskan pada campaign yang berpotensi viral meskipun campaign tersebut hanya satu kali burst per tahunnya,” kata dia.

Meski demikian, Widodo mengaku cukup kesulitan dalam menggali apa yang dibutuhkan konsumen melalui media digital. Karena menurutnya, interaksi digital tidak real seperti komunikasi langsung dengan konsumen melalui riset maupun brand activation.

“Yang bisa diukur adalah feedback dari campaign yang dilakukan dalam memberikan informasi terhadap kesesuaian brand promise dan consumer needs,” tandas pria lulusan S2 MM Universtas Indonesia ini. [ded]


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Menjajal Ekspansi Bisnis Rasa Internasional di MIRF 2019

Menjajal Ekspansi Bisnis Rasa Internasional di MIRF 2019
Di Malaysia, bisnis waralaba dan franchise telah secara konsisten didukung dan dipromosikan oleh pemerintah. Hal tersebut membawa dampak yang cukup po...


FranchiseGlobal.com Mulai Jajaki Pasar Asean

FranchiseGlobal.com Mulai Jajaki Pasar Asean
INFOBRAND.ID - Portal media franchise yang fokus mengulas seputar perkembangan bisnis franchise, lisensi dan kemitraan di Indonesia, FranchiseGlo...


Franchise Indonesia Disambut Baik di Malaysia Internasional Ritel & Franchise Exhibition 2019

Franchise Indonesia Disambut Baik di Malaysia Internasional Ritel & Franchise Exhibition 2019
INFOBRAND.ID - Bisnis franchise Indonesia kian berkembang pesat. Di bawah payung Perhimpunan Waralaba & Lisense Indonesia (Wali) bisnis-...


GreatDay HR Terapkan Kolaborasi Online dan Offline Dalam Membangun Brand

GreatDay HR Terapkan Kolaborasi Online dan Offline Dalam Membangun Brand
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Meski saat ini eranya sudah digital, tapi hal itu tak serta merta menyingkirkan pemasaran dengan sistem konvensional. Ju...