Rabu, 11 Desember 2019

Follow us:

infobrand

infobrand

Elshinta Semarang Tangkal Hoax Lewat Independensi Pemberitaan

Posted by: 13-11-2019 13:47 WIB 240 viewer

Elshinta Semarang Tangkal Hoax Lewat Independensi Pemberitaan
Kepala Biro Elshinta Radio Semarang Yuniar Kustanto

Jaringan radio siaran yang fokus menggarap segmen pemberitaan atau news, Elshinta Radio, semakin konsisten dalam menyampaikan kebenaran dan fakta guna menangkal isu hoax. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Biro Elshinta Radio Semarang Yuniar Kustanto ketika dihubungi Redaksi melalui sambungan telp di Jakarta, Selasa (12/11).

Menurut dia, sebagai stasiun radio yang telah puluhan tahun mengudara di Indonesia, Elshinta mempunyai tanggung jawab penting untuk menyampaikan nilai-nilai  kebenaran kepada khalayak.

“Saat ini banyak berita-berita hoax yang beredar luas. Apalagi, tidak sedikit media abal-abal yang menyampaikan informasi secara tidak berimbang. Menurut saya, media terpercaya yang bisa dikonfirmasi kebenarannya adalah radio,” ujarnya.

Elshinta Biro Semarang, sambung Yuniar, juga senantiasa mengedepankan prinsip-prinsip kebenaran sesuai dengan etika pers yang berlaku dalam menjalankan aktivitas penyiaran.

“Itu sudah menjadi keharusan kami dalam bekerja sebagai stasiun berita radio,” tuturnya.

Prioritas independensi dalam menyampaikan berita membawa Elshinta Semarang menjadi salah satu radio paling berpengaruh di Ibu Kota Jawa Tengah itu. Dalam catatannya, Elshinta masuk dalam kategori sepuluh besar radio dengan pendengar terbanyak di Semarang.

Dari sisi infrastruktur dan kemampuan siaran, Elshinta Semarang juga memiliki jangkauan yang cukup handal. Untuk diketahui, coverage Elshinta di Kota Atlas itu mencakup wilayah Kudus, Jepara, Pati, dan Rembang untuk sisi timur. Kemudian pada sisi barat, siaran Elshinta Semarang  bisa didengar hingga Kota Kendal. Lalu, pada sisi selatan mampu mencakup Kota Boyolali.

“Pendengar kami sebagian besar adalah pengendara mobil dengan usia mulai dari 30 tahun. Kalau untuk kategori kelas sosial, biasanya kalangan menengah. Selain itu, siaran Elshinta Semarang juga banyak didengar oleh kalangan birokrat lokal sebagai sumber informasi terpercaya,” imbuhnya.

Dalam pemilihan topik, Yuniar menyebut pihaknya diberi kebebasan oleh entitas pusat untuk mengangkat isu yang ingin dibahas. Walaupun demikian, prioritas pemberitaan harus tetap didominasi oleh konten lokal dengan porsi 60%. Sisanya, adalah siaran bersifat nasional.

“Pedoman kami adalah bagaimana mengangkat isu-isu lokal yang related dengan kepentingan publik, mulai dari tingkatan kota/kabupaten hingga provinsi. Lalu, untuk pembahasan isu nasional biasanya adalah tema-tema yang bisa dikonversi menjadi isu lokal, seperti soal BPJS yang sedang ramai dibicarakan akhir-akhir ini,”  terangnya.

Sebagai upaya memperluas basis pendengar, Elshinta memiliki strategi yang cukup unik, yaitu merangkul komunitas-komunitas yang ada di masyarakat. Langkah menggaet simpul massa itu dinilai cukup efektif untuk mempertahankan eksistensi perusahaan agar terus mendapat tempat di hati publik.

Sebagai refleksi, kampanye “Ayo Dengar Radio” terbukti mampu meningkatkan minat masyakarat untuk mendengarkan radio. Data 2018 menyebutkan bahwa terjadi kenaikan jumlah pendengar Elshinta untuk wilayah Jakarta dari sebelumnya 1,4 juta orang menjadi 1,7 juta orang.

“Untuk wilayah Semarang sendiri saya yakin pasti akan ikut naik. Sebab, Jakarta merupakan barometer semua daerah,” tegasnya.

Sebagai informasi, Elshinta pertama kali bersiaran pada medio 60-an. Kala itu, Elshinta menyuguhkan konten siar berupa lagu-lagu lokal dengan kategori top 40.

Dalam perkembangannya, pada 1997-1998, mulai terjadi pergeseran orientasi materi penyiaran. Konten pemberitaan yang bersifat news update menjadi cukup mendominasi. Hal itu terjadi karena dinamika di dalam negeri yang tengah bergojolak menjelang pergantian pucuk kekuasaan di Indonesia.

“Saat itu sedang krisis ekonomi, demo dimana-mana, dan situasi sangat kacau. Melihat hal tersebut, kami kemudian menerjunkan semua personil ke lapangan untuk meliput. Lambat laun, konsep siaran berita semakin relevan untuk menciptakan pasar,” terang Yuniar.

Tepat pada 14 Febuari 2000, Elshinta kemudian memfokuskan diri sebagai radio siaran berita 24 jam full tanpa  musik dengan program andalan News and Talk.


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Baru Melantai di Bursa, Emiten Pengolahan Kayu Ini Siap Pacu Ekspor ke Jepang

Baru Melantai di Bursa, Emiten Pengolahan Kayu Ini Siap Pacu Ekspor ke Jepang
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Emiten pengolahan kayu PT Indonesia Fibreboard Industry Tbk (IFII) berencana untuk memacu ekspor ke pasar kayu Jepang. H...


Resmi IPO, Saham Indonesia Fibreboard Naik 69,52% dan Langsung ARA

Resmi IPO, Saham Indonesia Fibreboard Naik 69,52% dan Langsung ARA
JAKARTA, INFOBRAND.ID - PT Indonesia Fibreboard Industry Tbk (IFII) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui pencatatan saham perdana (ini...


Groundbreaking Lubricants Technology Center: Investasi Teknologi dan Services Masa Depan

Groundbreaking Lubricants Technology Center: Investasi Teknologi dan Services Masa Depan
Dalam menjalankan visinya untuk menjadi perusahaan pelumas kelas dunia, PT Pertamina Lubricants, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang bergerak...


PANASONIC GOBEL AWARDS KE – 22, Panasonic Beri Penghargaan Bagi Kreator Konten Digital

PANASONIC GOBEL AWARDS KE – 22, Panasonic Beri Penghargaan Bagi Kreator Konten Digital
INFOBRAND.ID - Revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan  pesatnya perkembangan dunia digital membuat saluran  kreatifitas menjadi sem...