33 Merek Raih Indonesia Digital Popular Brand Award 2018


Indonesia Digital Popular Brand Award Indonesia Digital Popular Brand Award

JAKARTA – Sejumlah 33 merek atau brand berhasil meraih penghargaan dalam ajang Indonesia Digital Popular Brand Award (IDPBA) 2018 yang digelar Tras N Co Indonesia bekerja sama dengan Infobrand.id, dan IMFocus di Hotel Ayana, Jakarta, Jumat malam. 

 

Brand-brand tersebut meriah penghargaan karena telah sukses membangun popularitas serta meningkatkan aktivitas brand-nya melalui media digital atau internet sehingga unggul dan popular dibandingkan brand lainnya.

 

Ketigapuluhtiga merek tersebut adalah sebagai berikut, Bank BCA (Kategori Produk Deposito, Kartu Kredit, Kartu Repaid, Call Center Bank, Internet Banking, Mobile Banking), SHARP (Kategori TV LED, AC, Mesin Cuci, Vacuum Cleaner, Mesin Fax), Tata Motors (Kategori Truck & Bus), Marcks (Kategori Bedak Muka Tabur), Salicyl (Kategori Bedak Kesehatan), NusaBoard (Kategori Atap Fiber Cement, Calcium Cilicate Board), Citicon (Kategori Bata/Beton Ringan). 

 

Selanjutnya adalah LGS (Kategori Celana Dalam Pria), KalsiBoard (Kategori Calcium Cilicate Board), Emco (Kategori Cat Kayu Dan Besi), Grand Elephant (Kategori Bata/Beton Ringan), IDEALIFE (Kategori Obat Nyamuk Elektrik), Relaxa (Kategori Permen Mint), Fastron (Kategori Oli Mobil), NIS (Kategori Regulator Tabung Gas), Carvil (Kategori Sandal), OBH Combi (Kategori Obat Batuk), Onda ( Kategori Kran Air), Campina (Kategori Es Krim).

 

Selain itu juga Rucika (Kategori Pipa Air PVC), BNI Taplus (Kategori Produk Tabungan), Fiesta (Kategori Stik Kentang Siap Goreng, Bakso Kemasan Siap Masak), BNI Syariah (Kategori Tabungan Syariah), Prudential (Kategori Perusahaan Asuransi, Asuransi Jiwa dan Asuransi Kesehatan), Good Day (Kategori Kopi Instan), Kapal Api (Kategori Kopi Bubuk), Citilink (Kategori Low Cost Carrier), Bank BTN (Kategori KPR), Terminix (Kategori Pembasmi Hama), Bodrex (Kategori Obat Sakit Kepala), Bodrex Flu Dan Batuk (Kategori Obat Flu), Hemaviton (Kategori Multivitamin), Revlon (Kategori Maskara, Foundation, Eyeliner). 

 

Berbeda dengan sebelumnya, penghargaan IDPBA yang kali ini merupakan ke delapan kalinya atau memasuki tahun keempat sejak diadakan pertama tahun 2015, memberikan lebih banyak penghargaan dan kategori.

 

Menurut Founder & Chairman Tras N Co Indonesia sekaligus penggagas IDPBA, Tri Raharjo, dinamisnya dunia digital saat ini menuntut para pemasar digital untuk cepat beradaptasi, berbenah diri, kreatif mengolah konten dan konsisten berkomunikasi melalui sarana digital.

 

Hal ini, lanjut dia, seiring dengan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang mencatat pengguna internet sebesar 54,68% dari total populasi Indonesia yang mencapai 262 juta orang atau 143,26 juta di tahun 2017.

 

“Dengan data itu, merek-merek yang tidak mampu melakukan hal tersebut, menurut hasil yang kami lakukan, popularitas mereka akan tergusur oleh merek lain, Bahkan brand multinasional sekalipun,” kata Tri Raharjo dalam jumpa pers  sebelum acara pemberian penghargaan.

 

Tri Raharjo menyatakan optimistis bahwa mayoritas merek telah berbenah diri dan beradaptasi dengan dunia digital. “Artinya, digitalisasi saat ini mau tidak mau akan menjadi fokus bagi brand-brand untuk berlomba-lomba meraih kepercayaan netizen,” katanya.

 

Lebih lanjut dikatakan Tri Raharjo, Indonesia Digital Popular Brand Award merupakan sebuah penghargaan bergengsi bagi brand-brand di Indonesia  yang telah sukses membangun popularitas serta meningkatkan aktivitas brand-nya melalui media digital atau internet.

 

Di samping itu, IDPBA juga merupakan suara netizen dalam mencari, membicarakan, simbol popularitas dan kepercayaan  dalam memilih merek atau produk di internet.

 

“Dengan menggunakan logo Indonesia Digital Popular Brand Award 2018 maka sebuah brand akan mendapat kepercayaan konsumen di internet dari para netizen dalam memilih sebuah produk,” katanya.

 

Youtube dan traffic website

Alex Iskandar, CEO IMFocus menjelaskan, sebelum penghargaan Indonesia Digital Popular Brand Award 2018 diberikan kepada merek-merek di Indonesia, IMFocus melakukan riset melalui survey terhadap 150 kategori produk lebih dari 1000 brand yang dilakukan sejak Desember 2017 hingga Februari 2018.

 

Survey ini murni melalui data engine pihak ketiga yang bersifat independen, kredibel, dan akuntabel dengan menggunakan tiga parameter penilaian yakni Social Media Based, Website Based, dan Search Engine Based.

 

Yang menarik dari survey ini ada dua penilaian baru yaitu Youtube pada social media menggantikan Twitter pada tahun lalu. Dan Traffic pada penilaian website based yang tahun lalu tidak ada.

 

Menurut Alex, berdasarkan survey youtube di Indonesia merupakan search engine kedua setelah google.  Youtube sering dijadikan channel jika seseorang mereview sebuah brand.  “Kami juga melihat orang lebih suka menonton video. Sementara twitter lebih banyak digunakan untuk politik ,” ujarnya.

 

Tentang traffic, Tri Raharjo mengatakan bahwa traffic  utamanya pada digital marketing adalah calon customer dari sebuah  brand. Ketika traffic-nya semakin tinggi konversi terjadinya transaksi akan semakin baik.  “Sehingga traffic jadi alat ukur kita, karena ketika traffic semakin bagus kredibilitas dari merek berarti diakui dan popularitas tinggi,” jelasnya. (gor)

Sumber : Berita Satu


Tags : Indonesia Digital Popular Brand Award