Berkah Fuso Warisan, Usia 20 Tahun Masih Sehat dan Bertenaga, Rejeki Jalan Terus 


Maman berpose dengan Truk Fuso miliknya, saat dalam perjalanan mengantar barang. Maman berpose dengan Truk Fuso miliknya, saat dalam perjalanan mengantar barang.

JAKARTA - Mengenakan kaos merah setelan celana pendek warna cokelat dan sandal jepit. Selembar kain sarung dikalungkan di leher, bersandar di kepala truk sambil mengangkat jepol tanda “OK”. Foto itu dikirimkan kepada Infobrand.id dengan bangga menunjukkan aktivitasnya sehari-hari sebagai seorang supir truk, di kampung halamannya, di Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, Minggu (29/11/2020).

Namanya Muhammad Firmansyah, pemuda berusia 29 tahun itu telah menjalani profesinya sejak dia lulus SMA, tahun 2009. Foto tersebut menggambarkan salah satu aktivitasnya saat mengantarkan peralatan tenda untuk keperluan pesta. Dalam foto menunjukkan pukul 05.56 sore, menjelang shalat mahgrib, truknya terlihat parkir di pelataran masjid, di daerah Pamenang, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi.

“Ini mau ngantar tenda ke Pamenang,” tulis Maman dalam pesan singkat memberi keterangan foto yang dikirimkan kepada infobrand.id melalui messenger.

Truk yang terlihat dalam foto, menurut Maman, adalah truk warisan dari sang bapak, jenis Mitsubishi Colt Diesel Ragasa 120Ps rakitan tahun 2000, yang dibeli di tahun 2009 seharga Rp105 juta dalam kondisi bekas. Awalnya truk tersebut digunakan bergantian, Maman dan bapaknya untuk mengangkut pasir, yang merupakan pekerjaan sang Bapak sejak mudanya. Setelah dua tahun, sang Bapak membeli truk satu lagi, jenis Mitsubishi Colt Diesel 120Ps rakitan tahun 1995, seharga Rp50 juta.

Akhirnya truk pertama sah diwariskan kepada Maman. Truk tersebut awalnya menggunakan bak pendek, setelah berjalan 7 tahun digunakan untuk mengangkut pasir, di tahun 2016 truk diupgrade menggunakan bak tinggi. Dengan bak yang lebih besar, Maman tidak lagi hanya mengangkut pasir, tapi juga mengangkut barang lainnya, seperti tandan buah sawit, getah karet, hingga perlengkapan tenda.

Truk warisan itu kini benar-benar membawa berkah dan menghidupi keluarga kecilnya. Bagaimana tidak, dalam satu hari Maman bisa mengangkut pasir 2-3 kali trip, setiap trip dia mendapatkan keuntungan bersih Rp100 ribu, atau Rp200-300 ribu dalam satu hari. Belum lagi ketika ada permintaan mengangkut sawit atau karet, dengan bayaran Rp170-200 ribu per ton, dengan kapasitas maksimal 7 ton, dia bisa mendapatkan bayaran Rp1-2 juta, plus uang jalan Rp400 ribu sekali jalan. Lebih beruntung lagi ketiga ada orderan mengangkut tenda, dia bisa mendapatkan upah Rp1,2 juta hanya untuk 3 jam perjalan pulang pergi.

“Kalau ngangkut pasir itu setiap hari ada, tapi untuk mengakut sawit, getah atau tenda, itu sebulan 2-3 kali pasti ada saja,” ujar ayah satu anak ini.

Maman juga mengaku bangga dengan truk warisan sang Bapak, karena meskipun dibilang sudah tua, tapi masih handal. Dengan keluaran tahun 2000, berarti truk itu saat ini telah berusia 20 tahun. Namun demikian truk tetap handal untuk digunakan setiap hari. Dan selama penggunaan selama 11 tahun, truk itu tidak pernah rewel atau mengalami permasalahan yang berarti.

Untuk perawatan, menurutnya juga sangat gampang, cukup ganti oli mesin setiap 5.000 kilometer. Untuk suku cadang juga mudah dicari, karena banyak orang lain yang menggunakan, ketika terjadi masalah juga sangat mudah untuk menemukan orang yang bisa membantu untuk memperbaikinya.

“Ganti oli harusnya setiap 5.000 kilometer, tapi karena dipakai setiap hari, saya ganti setiap bulan, saya beli oli sendiri harga Rp35 ribu, kalau beli 10 liter cuma Rp300 ribu, plus filter Rp45 ribu, penggantiannya juga saya lakukan sendiri,” ungkap Maman.

Untuk konsumsi bahan bakar minyak (BBM), truk yang menggunakan solar itu juga tergolong cukup irit, sekitar 5-6 kilometer per liter. Dengan konsumsi BBM tersebut, dibanding dengan tenaga yang dihasilkan, dan mobilitasnya yang cukup tinggi, menurutnya sebuah keuntungan yang sangat besar bagi dia dan pengguna truk yang dikenal dengan sebutan Fuso ini.

Terakhir, yang membuat Maman semakin menyukai Mitsubishi Fuso itu, ternyata dari segi penampilan tidak ketinggalan dengan truk yang lebih muda. Sebagai anak muda yang menyukai hal-hal yang kekinian, dia pun telah memvariasi truk miliknya dengan tampilan yang lebih menarik, seperti memberikan cat warna hijau yang kontras dengan truk yang dikenal dengan sebutan si kepala kuning ini.  

“Saya juga suka untuk bagian kepala, mudah untuk diolah dan divariasi. Bemper dan spakbornya gampang dicarinya,” ujar Maman yang telah memvariasi bagian kepala truk dengan tempelan gambar Bung Karno itu.

Dengan pengalaman selama 11 tahun menggunakan Truk Fuso, Maman punya keinginan untuk memiliki truk baru yang lebih tangguh lagi. Untuk truk baru itu dia melirik generasi terbaru si kepala kuning, yakni Colt Diesel Ps125 HD Canter keluaran 2007. Harapannya dengan mobil baru tersebut, karena mobil yang lebih bertenaga, rejekinya juga semakin lancar.

Maman juga yakin dengan kehandalan truk tersebut, sebab saat ini rata-rata untuk kegiatan pengangkutan, masyarakat maupun perusahaan mengandalkan Colt Diesel Ps125 HD Canter itu. Saking populer dan tingginya permintaan untuk tipe tersebut, sampai saat ini truk tersebut masih diproduksi untuk keluaran terbarunya.

“Kalau Canter harga baru sekitar Rp300 juta itu kosongan tanpa bak. Kalau bekas tergantung tahun, tahun 2007 sekitar Rp110 juta belum ada bak, kalau sama bak Rp130 juta. Kalau yang tahun 2010 sekitar Rp160-170 sudah sama bak. Saya pengen ganti itu, mudah-mudahan ada rezeki,” ujar Maman penuh harap.

Truk Mitsubishi Fuso jenis Colt Diesel Ragasa 120Ps milik Maman dengan variasi lampu warna-warni terlihat menarik di malam hari.
Namun demikian, saat ini Maman sudah cukup bersyukur dengan truk warisan yang dimilikinya, karena masih tetap sehat, dan masih dapat digunakan untuk bekerja setiap hari. Cara dia memvariasi truk, menurutnya menjadi salah satu bentuk rasa syukur itu.

Ditambah dengan lampu warna-warni yang terlihat lebih menarik di malam hari, menurutnya membuatnya semakin bersemangat dalam bekerja, dan menghilangkan rasa bosan. Lebih dari itu, dengan tampilan truk yang menarik, ternyata juga semakin banyak orderannya, karena truk yang digunakan terlihat tetap sehat.(ags)


Tags : #fuso