Eklin, Pendongeng Kreatif untuk Anak Maluku Sabet SATU Indonesia Award 2021


Penerima SATU Indonesia Awards 2020 Bidang Pendidikan Eklin Amtor de Fretes (kanan) “Pendongeng Kreatif untuk Anak Maluku”. Penerima SATU Indonesia Awards 2020 Bidang Pendidikan Eklin Amtor de Fretes (kanan) “Pendongeng Kreatif untuk Anak Maluku”.

JAKARTA, INFOBRAND.ID - Eklin Amtor de Fretes, pendongeng asal Maluku sukses mendirikan Youth Interfaith Peace Camp, sebuah program untuk berbagi tentang nilai perdamaian dan menghidupkan perdamaian lewat kreativitas dan keseharian hidup. Sebanyak 90 pemuda lintas iman di Maluku (Islam, Kristen, Katholik, Agama Suku Nuaulu) telah mengikuti Youth Interfaith Peace Camp.

Setelah membuat program itu, Eklin mulai berdongeng untuk menyampaikan pesan terkait pendidikan perdamaian bagi anak-anak kecil di Maluku guna melawan cerita-cerita konflik yang membawa segregasi wilayah di Maluku melalui Dongeng Damai atau Dodi seperti nama dari boneka yang ia gunakan sebagai alat peraga dalam berdongeng.

Hebatnya lagi pada tahun 2019, Eklin membuat program baru yaitu Belajar di Rumah Dongeng Damai yang di dalamnya berisikan pelajaran Bahasa Inggris, Bahasa Jerman, dan kelas seni. Hal ini rutin dilakukan untuk anak-anak di daerah Maluku agar anak-anak dapat mendongeng dengan berbagai bahasa sambil melakukan seni.

“Mengajarkan ilmu tidak melulu soal akademis namun juga nilai positif yang bisa diajarkan sedari dini. Harapannya agar dongeng bisa tetap hidup tidak hanya menjadi media pendidikan tapi khususnya dapat menghidupkan nilai dan merawat perdamaian di Maluku,” ujar Eklin.

Berkat prestasi tersebut, Eklin menerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2020 Bidang Pendidikan. Semangat Eklin dalam memajukan dunia pendidikan dan merawat perdamaian sejalan dengan cita-cita Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa dan tujuan empat SDGs, yakni Pendidikan Berkualitas.

Sebagai pendongeng Kreatif untuk Anak Maluku, Eklin bercerita tentang pesan perdamaian, yakni pluralisme dan toleransi, bersama dengan bonekanya yang bernama Dodi (Dongeng Damai). Dia mendongeng dengan pendidikan karakter yang kontekstual, disesuaikan dengan keberadaan dan kebutuhan anak-anak yang menerima pendidikan karakter melalui dongeng-dongeng.

Prof. Fasli Jalal merespons positif kontribusi yang dilakukan Eklin & Alena apalagi dalam dunia pendidikan. Menurutnya tujuan pendidikan lebih dari sekedar agar memperoleh pekerjaan. Hal penting lainnya yaitu untuk membangun karakter dan juga membantu kemajuan bangsa karena kekuatan masa depan bangsa terletak di tangan masyarakat yang berpendidikan.


Tags : #astra #satuindonesiaaward