Sabtu, 22 Januari 2022

Follow us:

infobrand

infobrand

Freeport akan Jadi Perusahaan Tambang Bawah Pertama di Asia Tenggara Gunakan Teknologi 5G

Posted by: 10-01-2022 18:19 WIB 131 viewer

Freeport akan Jadi Perusahaan Tambang Bawah Pertama di Asia Tenggara Gunakan Teknologi 5G
Tambang bawah tanah milik Freeport Indonesia.

JAKARTA, INFOBRAND.ID - PT Freeport Indonesia akan bekerja sama dengan Telkom Group untuk menerapkan teknologi 5G Mining di wilayah kerja pertambangan yang dikelola perusahaan. Setelah diterapkan nanti, Freeport Indonesia akan menjadi perusahaan tambang pertama di Asia Tenggara, yang menggunakan teknologi jaringan internet 5G dalam operasionalnya.

Erick Thohir, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), mengatakan bahwa 5G Mining akan meningkatkan konektivitas integrasi dengan penerapan hyper connect network. Rencananya di sana ada kecanggihan autonomous car atau autonomous truck.

“Persiapan ini kami maksimalkan antara Freeport dan Telkom,” katanya saat groundbreaking smelter Freeport Indonesia, Selasa (12/10/2021).

Erick menuturkan bahwa teknologi 5G Mining juga diterapkan untuk menjaga keamanan operasional dan perlindungan bagi tenaga kerja di dalamnya. Rencananya, kata dia, Presiden Joko Widodo akan datang ke lokasi pertambangan Freeport Indonesia untuk meresmikan 5G Mining.

“Sesuai transformasi di dunia mengenai Revolusi Industri 4.0, kami berencana 6 bulan lagi, Presiden (Joko Widodo) dapat hadir di Freeport untuk meresmikan 5G Mining. Ini yang pertama di Asia Tenggara, hasil kerja sama Freeport dengan Telkom Group,” ujarnya.

Freeport Indonesia sendiri baru melakukan groundbreaking smelter di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik dengan investasi mencapai Rp42 triliun. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa smelter Freeport Indonesia itu dapat mengolah 1,7 juta konsentrat single line terbesar di dunia dengan produksi tembaga dapat mencapai 600.000 tembaga.

Harga copper sekarang lagi supercycle, yaitu US$9.400 per ton. Jadi investasi yang Rp42 triliun atau US$3,5 miliar, pendapatan dari copper saja sudah US$5,4 miliar. Sementara itu, untuk pemurnian logam berharga di smelter tersebut membutuhkan investasi US$200 juta dengan kapasitas produksi emas 35–54 ton.

“Tentu ini bagi holding Freeport revenue-nya, tapi smelting cuma dikasih tolling,” katanya.


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Inovasi Pigeon Hadirkan Botol Susu dengan Motif Batik

Inovasi Pigeon Hadirkan Botol Susu dengan Motif Batik
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Pigeon, brand terkemuka produk perawatan bayi terus membuktikan diri sebagai perusahaan yang inovatif. Bukan hanya dari segi k...


Grab Jadi Platform Pertama Dukung Pemetaan Acuan Dasar Pembangunan Nasional

Grab Jadi Platform Pertama Dukung Pemetaan Acuan Dasar Pembangunan Nasional
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Grab perusahaan transportasi on demand yang mengklaim sebagai aplikasi super terkemuka di Asia Tenggara digandeng Badan...


Pertama di Indonesia, Madurasa Hadirkan Kemasan Botol Terbalik

Pertama di Indonesia, Madurasa Hadirkan Kemasan Botol Terbalik
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Mengkonsumsi madu telah menjadi tren baru selama masa pandemi covid-19 yang berlangsung dalam dua tahun terakhir. Uniknya, ber...


Sharp Kenalkan SALLI Asisten Virtual Siap Layani 24 Jam

Sharp Kenalkan SALLI Asisten Virtual Siap Layani 24 Jam
JAKARTA, INFOBRAND.ID - PT Sharp Electronics Indonesia secara resmi meluncurkan layanan service center berbasis sistem Artificial Intelligence di tahu...


Sign In
VIP Members

MOST POPULAR











Index

BRANDING & CSR






Index

BRAND ACHIEVEMENTS





Index