Senin, 04 Juli 2022

Follow us:

infobrand

infobrand

Freeport akan Jadi Perusahaan Tambang Bawah Pertama di Asia Tenggara Gunakan Teknologi 5G

Posted by: 10-01-2022 18:19 WIB 843 viewer

Freeport akan Jadi Perusahaan Tambang Bawah Pertama di Asia Tenggara Gunakan Teknologi 5G
Tambang bawah tanah milik Freeport Indonesia.

JAKARTA, INFOBRAND.ID - PT Freeport Indonesia akan bekerja sama dengan Telkom Group untuk menerapkan teknologi 5G Mining di wilayah kerja pertambangan yang dikelola perusahaan. Setelah diterapkan nanti, Freeport Indonesia akan menjadi perusahaan tambang pertama di Asia Tenggara, yang menggunakan teknologi jaringan internet 5G dalam operasionalnya.

Erick Thohir, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), mengatakan bahwa 5G Mining akan meningkatkan konektivitas integrasi dengan penerapan hyper connect network. Rencananya di sana ada kecanggihan autonomous car atau autonomous truck.

“Persiapan ini kami maksimalkan antara Freeport dan Telkom,” katanya saat groundbreaking smelter Freeport Indonesia, Selasa (12/10/2021).

Erick menuturkan bahwa teknologi 5G Mining juga diterapkan untuk menjaga keamanan operasional dan perlindungan bagi tenaga kerja di dalamnya. Rencananya, kata dia, Presiden Joko Widodo akan datang ke lokasi pertambangan Freeport Indonesia untuk meresmikan 5G Mining.

“Sesuai transformasi di dunia mengenai Revolusi Industri 4.0, kami berencana 6 bulan lagi, Presiden (Joko Widodo) dapat hadir di Freeport untuk meresmikan 5G Mining. Ini yang pertama di Asia Tenggara, hasil kerja sama Freeport dengan Telkom Group,” ujarnya.

Freeport Indonesia sendiri baru melakukan groundbreaking smelter di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik dengan investasi mencapai Rp42 triliun. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa smelter Freeport Indonesia itu dapat mengolah 1,7 juta konsentrat single line terbesar di dunia dengan produksi tembaga dapat mencapai 600.000 tembaga.

Harga copper sekarang lagi supercycle, yaitu US$9.400 per ton. Jadi investasi yang Rp42 triliun atau US$3,5 miliar, pendapatan dari copper saja sudah US$5,4 miliar. Sementara itu, untuk pemurnian logam berharga di smelter tersebut membutuhkan investasi US$200 juta dengan kapasitas produksi emas 35–54 ton.

“Tentu ini bagi holding Freeport revenue-nya, tapi smelting cuma dikasih tolling,” katanya.


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


CIMB Niaga Perkenalkan Fitur Pembelian Voucher Elektronik di OCTO Clicks

CIMB Niaga Perkenalkan Fitur Pembelian Voucher Elektronik di OCTO Clicks
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Untuk memberikan kemudahan kepada nasabah dalam mendapatkan voucher dari berbagai merchant melalui satu channel terintegrasi,...


Investasi Proyek Gas Bumi Nasional Topang Transisi Energi Indonesia

Investasi Proyek Gas Bumi Nasional Topang Transisi Energi Indonesia
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tutuka Ariadji beberapa waktu yang la...


Politeknik Astra Selesaikan Konstruksi PLTS Atap 0,5 Megawatt

Politeknik Astra Selesaikan Konstruksi PLTS Atap 0,5 Megawatt
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Polteknik Astra menyelesaikan Konstruksi Panel Surya (Solar Photovoltaic-PV) yang diimplementasikan di atap (Rooftop). Penye...


Dukung Inovasi Insurtech, Mega Insurance Mantap Kolaborasi dengan Fuse Perluas Pangsa Pasar

Dukung Inovasi Insurtech, Mega Insurance Mantap Kolaborasi dengan Fuse Perluas Pangsa Pasar
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Saat ini sektor asuransi mengalami transformasi digital yang lebih cepat berkat kehadiran insurtech sebagai katalisator. Insur...


Sign In
VIP Members

MOST POPULAR






Index

BRANDING & CSR




Index

BRAND ACHIEVEMENTS





Index