Senin, 21 Juni 2021

Follow us:

infobrand

infobrand

Indikasi Pemulihan Kinerja, Asuransi Jiwa Tumbuh Rp62,66 Triliun  

Posted by: 08-06-2021 19:13 WIB 100 viewer

Indikasi Pemulihan Kinerja, Asuransi Jiwa Tumbuh Rp62,66 Triliun  
Simon Imanto, Ketua Bidang Keuangan, Pajak dan Investasi AAJI.

JAKARTA, INFOBRAND.ID - Industri asuransi jiwa Indonesia memperlihatkan pertumbuhan positif pada banyak bagian kinerjanya di kuartal pertama tahun ini. Sempat mencatat nilai minus hampir setengah triliun rupiah di triwulan pertama tahun 2020, maka kali ini tanda rebound mulai terlihat di triwulan pertama tahun 2021 dimana industri asuransi jiwa mencatatkan pendapatan positif sebesar Rp62,66 triliun.

Dalam Rilis Ringkasan Kinerja yang diterima infobrand.id, Selasa (8/6/2021), AAJI mengumumkan bahwa elemen terbesar dari pendapatan industri asuransi jiwa berasal dari Premi. Total pendapatan Premi mengalami pertumbuhan sebesar 28,5% YoY dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya. Totalnya sendiri mencapai Rp57,45 triliun di kuartal pertama tahun ini.

Pada kuartal pertama tahun 2021, total pendapatan Premi dari bisnis baru tercatat Rp. 11 triliun lebih besar dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Setara dengan pertumbuhan 42,3% YoY. Sedangkan persentase Premi lanjutan atau yang dilanjutkan oleh nasabah mengalami kenaikan sebesar 9,3%.

Total pendapatan Premi dari bisnis baru senilai Rp37,04 triliun tersebut merupakan sumber pendapatan terbesar atau setara 59 persen dari total pendapatan perusahaan yang bernaung di bawah AAJI. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon, melihat bancassurance berperan besar dalam meningkatkan total pendapatan premi tersebut.

Menariknya, pertumbuhan total premi ini lebih banyak didorong oleh peningkatan premi yang masif dari saluran distribusi bancassurance. Pertumbuhan dari moda saluran yang memanfaatkan kerjasama antara perbankan dan asuransi ini memiliki pertumbuhan sekitar 55% dari periode sebelumnya. Dan hebatnya, bancassurance memiliki kontribusi lebih dari separuh dari total premi yang didapatkan di kuartal pertama tahun ini, tepatnya sekitar 53%.

Pertumbuhan juga terjadi pada saluran distribusi alternatif sebesar 35,0%, atau berkontribusi sebesar 18,8% pada total pendapatan Premi. Namun perlambatan terjadi pada saluran distribusi keagenan dan telemarketing, masing-masing sebesar 5,8 dan 14,3%.

Jumlah agen mengalami penurunan karena produktivitas mereka juga terdampak oleh pandemi. Keterbatasan dalam bertemu secara tatap muka dengan calon nasabah menjadi penyebab utama dari menurunnya produktivitas, walaupun sudah adanya relaksasi yang diberikan oleh OJK.

Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu, menilai bahwa untuk menjaga konsistensi dan momentum positif dalam industrinya, semua pihak perlu terus melakukan literasi dan meningkatkan tata kelola untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan menumbuhkan kesadaran masyarakat atas kebutuhan akan asuransi jiwa.

Meski demikian, ia tetap mengingatkan semua kalangan untuk tetap bersatu padu menjaga kondusifitas penanganan pandemi COVID19. Keberhasilan vaksinasi yang mendorong kembali pergerakan perekonomian saat ini akan memberikan sumbangan besar pada potensi rebound pertumbuhan ekonomi makro dalam jangka panjang.

Adanya inovasi juga diharapkan bisa membantu pengembangan industri asuransi saat ini adalah penggunaan teknologi digital untuk pemasaran produk asuransi. Seiring dengan pengembangan teknologi, industri asuransi juga mengharapkan dukungan penuh dari Pemerintah dan regulator dalam hal tersebut.

Selain itu, AAJI juga terus memperbanyak informasi terkait manfaat asuransi jiwa dalam memperkuat finansial keluarga serta perencanaan keuangan masa depan melalui tulisan di media sosial. Hal ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan literasi masyarakat atas berbagai seluk beluk dan manfaat dari asuransi jiwa.

AAJI juga mengedukasi mahasiswa di soal perencanaan keuangan masa depan yang baik dengan asuransi jiwa. Dan yang juga mendapatkan animo tinggi adalah peluang karir di industri asuransi jiwa melalui Webinar yang akan dilaksanakan pada tanggal 12 bulan ini.


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Mie Instan Jadi Makanan Paling Dicari di Kala Pandemi

Mie Instan Jadi Makanan Paling Dicari di Kala Pandemi
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Mie instan, biskuit, kopi instan, deterjen dan penyedap rasa menjadi produk paling dicari oleh konsumen Indonesia selama masa...


Ikuti Google Trends Pengrajin Perak Temukan Desain Baru yang Disukai Konsumen

Ikuti Google Trends Pengrajin Perak Temukan Desain Baru yang Disukai Konsumen
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Pandemi COVID-19 telah berlangsung di Indonesia selama lebih dari satu tahun. Tidak hanya menjadi tantangan dalam kesehatan, p...


Kisah Rumah Anggrek Vita Orchids, Sukses Manfaatkan YouTube untuk Dekat dengan Pelanggan

Kisah Rumah Anggrek Vita Orchids, Sukses Manfaatkan YouTube untuk Dekat dengan Pelanggan
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Pandemi COVID-19 telah berlangsung di Indonesia selama lebih dari satu tahun. Tidak hanya menjadi tantangan dalam kesehatan, p...


Solusi Maskapai Penerbangan Bangkit di Tengah Pandemi  

Solusi Maskapai Penerbangan Bangkit di Tengah Pandemi  
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung satu tahun lebih telah berdampak pada perkembagan bisnis di dunia. Salah satu industri...


Sign In
VIP Members

MOST POPULAR











Index

OPINIONS




Index