Jum'at, 23 Februari 2024

Follow us:

infobrand

Inovasi Industri Logistik, Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Posted by: 1818 viewer

Inovasi Industri Logistik, Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
Armada JNE.

JAKARTA - Pandemi Covid-19 telah merenggut kebahagiaan hampir seluruh masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak, pandemi telah berdampak serius pada kondisi ekonomi masyarakat bahkan perekonomian negara. Tercatat pertumbuhan ekonomi minus 3,49 di Kuartal III 2020, hingga angka pengangguran diperkirakan meningkat 3,7 juta orang.

Namun demikian, di tengah keterpurukan sejumlah sektor, masih ada sektor tertentu yang masih bisa bertahan dan tumbuh positif, bahkan menjadi harapan sejumlah kalangan akan kampuannya menopang pertumbuhan ekonomi. Sektor itu adalah perdagangan online (e-commerce). Riset RedSeer terbaru, Pandemi Covid-19 telah memicu pertumbuhan belanja online sebesar 18,1% menjadi 98,3 juta transaksi. Diperkirakan ada sekitar 12 juta pengguna e-commerce baru selama pandemi berlangsung.

Meningkatnya transaksi belanja online tentu mendongkrak pertumbuhan sektor lain, seperti pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Di mana Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) menyebut, sebanyak 3,79 juta UMKM telah memanfaatkan platform online dalam memasarkan produknya. Jumlah tersebut sekitar 8% dari total pelaku UMKM di Indonesia sekitar 59,2 juta.

IKLAN INFOBRAND.ID

Tingginya jumlah transaksi belanja online juga mengerek sektor yang terkait lainnya, terutama industri logistik. Masih berdasarkan data perusahaan konsultan RedSeer, selama Pandemi Covid-19 bisnis jasa logistik tumbuh hingga 100%, bahkan mencapai puncak tertinggi sepanjang September 2020 dengan pertumbuhan hampir 400%.

Senada dengan data tersebut, President Direktur PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE), Mohamad Feriadi Soeprapto mengungkapkan, kebutuhan masyarakat akan layanan jasa pengiriman semakin tinggi di era pandemi. Menurutnya adanya pembatasan penerbangan in-out luar negeri menyebabkan kiriman crossborder menurun tajam. Sementara peningkatan signifikan justru berasal dari pengiriman transaksi e-commerce domestik.

Namun demikian kondisi saat ini masih cukup menantang. Sebab sampai saat ini kita masih belum tahu kapan Pandemi Covid-19 akan berakhir, sementara daya beli masyarakat juga berkurang.

“Yang bisa kita lakukan adalah kita harus tetap optimis dan siap memberikan pelayanan prima kepada pelanggan dan tetap menjalankan protokol covid-19 di semua jajaran dalam menjalankan operasional perusahaan,” ujar Mohamad Feriadi dalam wawancara tertulis dengan Infobrand.id.

Untuk menghadapi permintaan jasa pengiriman yang meningkat dan tantangan yang ada, JNE terus melakukan pengembangan dan inovasi baik di internal maupun infrastruktur, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Pengembangan internal meliputi produk layanan. Sementara untuk infrastruktur, JNE menyiapkan Mega Hub dan Friendly Logistic, hingga layanan JTR (JNE Trucking) untuk pendistribusian paket berukuran besar yaitu di atas 10 kg atau berjumlah banyak agar tidak terkendala aturan penerbangan dan dengan harga yang kompetitif.

IKLAN INFOBRAND.ID

Trend yang terjadi dalam aktivitas belanja online saat ini, lanjut Feriadi, adalah pengiriman barang langsung ke konsumen atau masyarakat (C to C) yang meningkat. Oleh karena itu, JNE terus mengembangkan berbagai hal yang dapat memenuhi kebutuhan pengiriman customer sekarang, antara lain meningkatkan kualitas produk layanan atau fasilitas untuk memudahkan jual-beli online melalui  Cash on Delivery (COD), pembayaran digital, aplikasi mobile dan sebagainya

“Meningkatnya kebutuhan pengiriman masyarakat karena pandemic ini juga merupakan tantangan, sehingga JNE terus menjalankan pengembangan dan pembangunan sesuai rencana, seperti pembangunan mega hub yang terus berjalan serta jaringan mau pun infrastruktur lainnya agar dapat terus menangani kapasitas pengiriman yang bertambah,” jelas Feriadi.

Feriadi menyadari, bisnis jasa pengiriman kepuasan pelanggan menjadi salah satu kunci mempertahankan loyalitas konsumen. Untuk itu JNE juga berupaya menciptakan pengalaman pelanggan yang baik. Untuk menciptakannya, JNE menggunakan seluruh kapabilitas perusahaan seperti terus meningkatkan performa kerja 7 ribu jaringan serta infrastruktur, 10 ribu armada, mau pun 50 ribu karyawan di seluruh Indonesia. Dengan demikian strategi distribusi memanfaatkan seluruh moda transportasi yang ada untuk jalur yang tersedia, baik udara, darat, mau pun laut, dapat dimanfaatkan dengan efektif agar kualitas pelayanan kepada pelanggan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.

“Dalam mengemban amanah pengiriman paket seluruh pelanggan, faktor kualitas pelayanan adalah yang utama bagi JNE. Bicara tentang faktor ini, maka bukan hanya harga kompetitif yang dikedepankan namun juga berbagai hal yang dapat membuat aktifitas pengiriman oleh customer dapat berjalan dengan nyaman, seperti fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh pelanggan; mulai dari sebelum pelanggan datang ke counter JNE, ketika pelanggan datang untuk mengirimkan paketnya, ketika paket pelanggan tersebut sedang dalam proses pengiriman, sampai dengan ketika paket telah diterima oleh penerimanya,” urai Feriadi.

Jika dicermti, Pandemi Covid-19 tidak benar-benar menghentikan aktivitas ekonomi masyarakat. Hanya saja telah terjadi pergeseran dari sebagian kegiatan perdagangan dari offline ke online. Justru pandemi covid-19 telah mempercepat adopsi teknologi digital dalam kegiatan perdagangan menjadi semakin dalam dan masif.

IKLAN INFOBRAND.ID

Dalam aktivitas tersebut, sektor logistik memiliki peran penting dalam menjembatani antara pedagang dan pembeli. Ketika jasa pengiriman semakin baik, maka proses jual beli juga berlangsung dengan baik. Ketika jual beli secara online semakin baik, aktivitas jual beli online pun akan semakin banyak. Riset RedSeer juga memprediksi, dengan meningkat pesatnya pengguna dan transaksi e-commerce Indonesia yang diperkirakan akan mencapai $133 miliar USD pada tahun 2025.

Ketika e-commerce semakin besar, multiplier effectnya adalah pedagang bahkan dari kalangan UMKM bisa mendapatkan pasar yang lebih luas sehingga penjualan bisa lebih banyak. Bagi para pembeli bisa mendapatkan barang yang diinginkan dengan lebih mudah. Sementara bagi pelaku industri jasa pengiriman memiliki ekosistem yang semakin besar sehingga dapat tumbuh dengan lebih baik. Sementara, bagi perekonomian negara, tentu saja dengan semakin banyak sektor yang berkontribusi positif pada pertumbuhan ekonomi, akan membuat pertumbuhan ekonomi tumbuh positif pula.

Akhirnya, meningkatnya perdagangan online itu telah mengembalikan kebahagiaan tidak sedikit masyarakat di Indonesia. Industri logistik memiliki peran sangat vital, tidak hanya sebagai pengantar paket, tapi juga pembawa kebahagiaan. Seperti ketika kita saat mendengar kata “Paket” yang diucapkan seorang kurir yang selalu membuat kita bahagia.(ags)

Baca berita lainnya di Google News


Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV

Article Related


Garuda Indonesia Luncurkan Pesawat Pokemon

Garuda Indonesia Luncurkan Pesawat Pokemon
INFOBRAND.ID - Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia, secara resmi mengumumkan peluncuran livery terbarunya yakni kartun Pokemon yang lucu pa...


Lindungi Pengguna, WhatsApp akan Batasi Screenshot Foto Profil

Lindungi Pengguna, WhatsApp akan Batasi Screenshot Foto Profil
INFOBRAND.ID, JAKARTA - Aplikasi pesan instan, WhatsApp, tengah melakukan pengetesan untuk pembatasan tangkapan layar atau screenshot pada foto profil...


Garuda Indonesia Laksanakan CNY Sales Blitz di Kuala Lumpur

Garuda Indonesia Laksanakan CNY Sales Blitz di Kuala Lumpur
INFOBRAND.ID, JAKARTA - Maskapai nasional Garuda Indonesia menggelar "Chinese New Year (CNY) Sales Blitz 2024" selama empat hari sejak 19 Fe...


Analisis Ekonomi: Tahan BI-Rate di level 6% dapat Menekan Inflasi jelang Ramadhan

Analisis Ekonomi: Tahan BI-Rate di level 6% dapat Menekan Inflasi jelang Ramadhan
INFOBRAND.ID - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 20-21 Februari 2024 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 6,00%, suku bunga De...