Rabu, 24 April 2024

Follow us:

infobrand
10th INFOBRAND

Jaga Lingkungan, Anak usaha Korindo Terapkan Sistem Pengelolaan Air Limbah Secara Ketat

Posted by: 1761 viewer

Jaga Lingkungan, Anak usaha Korindo Terapkan Sistem Pengelolaan Air Limbah Secara Ketat
Pengelolaan air limbah di PT Aspex Kumbong/Istimewa

INFOBRAND.ID, JAKARTA - Anak usaha Korindo Group yang bergerak di bidang industri kertas, PT Aspex Kumbong berkomitmen untuk menjaga lingkungan dengan menerapkan manajemen pengelolaan air pascaproduksi secara ketat.

Aspex Kumbong menjadi salah satu pionir dalam penggunaan sistem pemantauan kualitas air limbah secara terus-menerus dan dalam jaringan atau dikenal dengan SPARING di Jawa Barat (Jabar).

Dedi Rusli mewakili Divisi WWTP PT Aspex Kumbong mengungkapkan, fungsi SPARING adalah sebagai online monitoring. Jadi, setiap saat kualitas air yang ada di IPAL atau WWTP yang akan dibuang itu di-monitoring, dengan sensornya yang akan selalu running. 

IKLAN INFOBRAND.ID

"Setiap detik akan terbaca baik itu parameternya COD, TSS, dan PH serta Debit yang akan terbaca oleh KLHK dan kami juga akan melaporkan kalau ada ketidaksesuaian, kami secara aktif akan mengupdate ke KLHK," kata dia dalam keterangan tertulisnya dikutip Rabu (21/2/2024).

Alat pemantauan tersebut dipasang di titik output Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) atau Wastewater Treatment Plant (WWTP/WWT) sebagai bentuk tanggung jawab PT Aspex Kumbong dalam pelaporan kelaikan baku mutu air limbah seperti yang tertuang dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2014.

Menurutnya lagi, pada bagian instalasi pengolahan IPAL atau WWTP/WWT, air pascaproduksi terlebih dulu harus melalui proses ekualisasi yang fungsinya untuk menstabilkan laju alir sebelum masuk ke tahap pengolahan selanjutnya. 

Kemudian air pascaproduksi diolah dengan cara diendapkan dalam kolam sedimentasi untuk memisahkan air dengan zat padat yang terbawa.

Setelah padatan diendapkan dalam kolam sedimentasi, air tersebut kemudian diolah kembali di kolam flokulasi dan koagulasi untuk memisahkan kotoran-kotoran yang tidak terendapkan di bak sedimentasi.

IKLAN INFOBRAND.ID

"Setelah diproses di kolam flokulasi dan koagulasi, air pasca produksi kembali diurai dalam bak aerasi sebelum masuk ke dalam proses sedimentasi final," ujarnya.

Dia menambahkan, proses panjang pengelolaan air pascaproduksi tak lain untuk memastikan agar air pascaproduksi yang dihasilkan sudah sesuai dengan baku mutu air limbah yang telah ditetapkan, sehingga tidak mencemari atau merusak ekosistem apabila dibuang ke media lingkungan seperti sungai.

Sementara itu, mengenai kualitas air pascaproduksi yang telah diolah dan akan dibuang ke media lingkungan, kata dia lagi, semuanya telah sesuai dengan batas toleransi kualitas yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia. 

"Bahkan, alhamdulillah masih sangat jauh di bawah ambang batas toleransi tersebut sehingga air pascaproduksi yang telah diolah dapat dikatakan sangat aman untuk dialirkan kembali ke sungai," jelasnya.

Dia pun menekankan bahwa pengelolaan limbah juga tidak berhenti sampai di situ. Lumpur yang sudah diendapkan pada rangkaian sistem pengolahan air limbah Aspex Kumbong, jika sudah melewati pengolahan lebih lanjut akan dibakar pada incenerator dan energi panas yang dihasilkan dari pembakaran itu dimanfaatkan untuk proses produksi (recyle).

Baca berita lainnya di Google News


Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV

Article Related


Super Indo dan Foodbank of Indonesia Menggelar Program “Senyuman Ramadan”

Super Indo dan Foodbank of Indonesia Menggelar Program “Senyuman Ramadan”
INFOBRAND.ID-Supermarket Super Indo bersama Foodbank of Indonesia (FOI) kembali menggelar program “Senyuman Ramadan” dalam rangka bulan su...


Sate Taichan Moro Seneng Buka Outlet Pertama di Medan, Buka Peluang Franchise

Sate Taichan Moro Seneng Buka Outlet Pertama di Medan, Buka Peluang Franchise
INFOBRAND.ID- Solo memang terkenal akan surganya kuliner yang enak dan menggugah selera. Ada banyak kuliner enak di Solo yang wajib kamu coba, mula...


Ini Alasan Subaru Belum Terjun ke Pasar Mobil Listrik Indonesia

Ini Alasan Subaru Belum Terjun ke Pasar Mobil Listrik Indonesia
INFOBRAND.ID, JAKARTA - General Manager Marketing & Public Relations Subaru Indonesia, Ismail Ashlan menjelaskan faktor yang menyebabkan produsen...


Reklamasi Lahan, BUMI Dukung Keanekaragaman Hayati Hingga Kesejahteraan Masyarakat

Reklamasi Lahan, BUMI Dukung Keanekaragaman Hayati Hingga Kesejahteraan Masyarakat
INFOBRAND.ID, JAKARTA - PT Bumi Resources (BUMI) bersama unit usahanya PT Arutmin Indonesia dan PT Kaltim Prima Coal (KPC) berkomitmen dalam pemulihan...