Sabtu, 13 Juli 2024

Follow us:

infobrand
10th INFOBRAND

Menristek Beberkan Strategi Pengembangan Ekonomi Digital

Posted by: 2315 viewer

Menristek Beberkan Strategi Pengembangan Ekonomi Digital
Menteri Riset Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro (Istimewa)

JAKARTA, INFOBRAND.ID - Menteri Riset Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro membeberkan strategi pengembangan ekonomi digital agar semakin berkontribusi dalam menggerakkan roda perekonomian di Tanah Air.
 
"Kita harus makin menguasai berbagai lini di dalam ekonomi digital itu sendiri, terutama di e-commerce. Kalau kita lihat dari on-demand transportation, fintech dan e-commerce, e-commerce masih jadi unggulan kita," ujar Bambang, seperti dikutip dari Antara, Rabu (20/11).

Bambang menuturkan, dari lima unicorn atau perusahaan perintis yang memiliki valuasi di atas USD1 miliar, tiga unicorn bergerak di bidang e-commerce, sedangkan dua lainnya di on-demand transportation dan sistem pembayaran. Untuk menunjang keberhsilan e-commerce tersebut, mau tidak mau topik lima tahun ke depan adalah Sumber Daya Manusia (SDM).

"Karena mau diotak atik e-commerce itu, e-commerce kalau ingin bertahan dan kompetitif, mereka harus R&D secara terus menerus, tidak boleh putus. Karena persaingan e-commerce itu datangnya bukan lagi tahunan, bulanan, mingguan, mungkin datangnya harian. Itu harus bisa diatasi kalau mereka punya R&D yang kuat," kata Bambang.
 
Intinya, untuk mengembangkan e-commerce membutuhkan SDM yang unggul. Sementara saat ini, unicorn-unicorn tersebut masih harus mengimpor ahli-ahli komputer dari luar Indonesia. Kendati demikian, selain mengembangkan ekonomi digital, lanjut Bambang, inovasi di sektor riil atau industri juga harus dikembangkan.
 
"E-commerce itu kan harus ada yang diperdagangkan baik barang ataupun jasa. Jangan sampai kita sibuk dan fokus dengan e-commerce-nya tapi barangnya malah impor. Ketika impor nanti akan berdampak ke neraca perdagangan kita dan ujungnya ke mata uang rupiah," kata Bambang.
 
Oleh karena itu, pihaknya kini justru fokus pada perusahaan perintis berbasis teknologi, namun tidak hanya digital. Bambang menginginkan produk inovasi Indonesia di sektor riil dan e-commerce dikembangkan oleh talenta dari dalam negeri. Ia mencontohkan Alibaba yang menjadi platform jual beli dari barang-barang dominan buatan Tiongkok sendiri.
 
"Ini kita yang masih ketinggalan. Kita masih asyik dengan platform-nya, ecommerce-nya, tapi kita belum menguasai apa yang diperdagangkan di dalam e-commerce itu sendiri," pungkas Bambang.

Baca berita lainnya di Google News


Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV

Article Related


Hadir di Indonesia, Shop.Com Klaim akan Bawa Produk Jamu Mendunia

Hadir di Indonesia, Shop.Com Klaim akan Bawa Produk Jamu Mendunia
INFOBRAND.ID - Perkembangan industri e-commerce dan besarnya market Indonesia mendorong perusahaan e-commerce dari berbagai negara masuk ke pasar Indo...


Ini Bukti NETA V-II Aman Menerjang Banjir

Ini Bukti NETA V-II Aman Menerjang Banjir
INFOBRAND.ID, JAKARTA - PT NETA Auto Indonesia membuktikan bahwa mobil listrik NETA V-II tetap aman dikendarai pada kondisi genangan dan banjir dangka...


Galaxy Z Flip6 rilis di Indonesia, Ini Spek dan Harganya

Galaxy Z Flip6 rilis di Indonesia, Ini Spek dan Harganya
INFOBRAND.ID, JAKARTA - Samsung meluncurkan ponsel lipat Galaxy Z Flip6 di Indonesia yang hadir dengan kamera utama sebesar 50 MP, yang dirilis bersam...


Japota Gandeng JKT48 Luncurkan Inovasi Baru Japota Nipis Pedas

Japota Gandeng JKT48 Luncurkan Inovasi Baru Japota Nipis Pedas
INFOBRAND.ID – Sukses dengan empat varian yang menjadi favorit konsumen, Japota, merek snack keripik kentang produksi Calbee Wings, meluncurkan...