Selasa, 24 Mei 2022

Follow us:

infobrand

infobrand

Microsoft Mengakuisisi Activision Blizzard dan Hadirkan Keseruan Game Bagi Gamers

Posted by: 21-01-2022 10:00 WIB 287 viewer

Microsoft Mengakuisisi Activision Blizzard dan Hadirkan Keseruan Game Bagi Gamers
Dok. Microsoft

JAKARTA, INFOBRAND.ID - Sebanyak tiga miliar orang kini aktif bermain gim, dan generasi baru sangat menikmati keseruan yang dihadirkan hiburan interaktif. Tren tersebut membuat gim menjadi format hiburan terbesar dengan perkembangan terpesat. Hari ini, Microsoft Corp. (Nasdaq: MSFT) mengumumkan rencana akuisisi Activision Blizzard Inc. (Nasdaq: ATVI), pemimpin industri yang mengembangkan gim dan konten hiburan interaktif. Akuisisi tersebut akan mempercepat pertumbuhan bisnis gim Microsoft pada perangkat seluler, PC, konsol, dan cloud computing, serta menjadi landasan bagi metaverse.

Microsoft akan mengakuisisi Activision Blizzard dengan harga $95,00 per saham melalui transaksi tunai yang bernilai $68,7 miliar, termasuk dana tunai yang dimiliki Activision Blizzard. Setelah transaksi selesai, Microsoft akan menjadi perusahaan gim terbesar ketiga di dunia berdasarkan pendapatan, setelah Tencent dan Sony. Rencana akuisisi ini mencakup gim-gim ikonis dari studio-studio gim Activision, Blizzard, dan King seperti "Warcraft," "Diablo," "Overwatch," "Call of Duty", serta "Candy Crush", selain ajang-ajang eSports global melalui Major League Gaming. Activision Blizzard memiliki berbagai studio gim di seluruh dunia dengan jumlah tenaga kerja hampir 10.000 orang.

Bobby Kotick akan tetap menjadi CEO, Activision Blizzard, sementara, timnya akan terus berfokus memperkuat budaya kerja perusahaan, dan mempercepat pertumbuhan bisnis. Setelah transaksi ini selesai, bisnis Activision Blizzard akan berada di bawah naungan Phil Spencer, CEO, Microsoft Gaming.

"Gim kini menjadi kategori hiburan yang paling dinamis dan menarik pada seluruh platform, serta berperan besar dalam pengembangan platform metaverse," ujar Satya Nadella, Chairman & CEO, Microsoft. "Kami berinvestasi secara signifikan pada konten kelas dunia, komunitas, dan cloud computing untuk membuka era baru bagi dunia gim. Era baru ini memprioritaskan pemain dan kreator, serta menjadikan dunia gim aman, inklusif, dan terjangkau oleh setiap orang."

"Para pemain di lokasi mana pun menggemari gim Activision Blizzard, dan kami meyakini tim kreatif yang memberikan karya terbaiknya pada gim-gim ini," ujar Phil Spencer, CEO, Microsoft Gaming. "Secara bersama-sama, kami akan membangun masa depan agar setiap orang dapat bermain gim yang diinginkannya, hampir di setiap lokasi pilihan mereka."

"Selama lebih dari 30 tahun, tim kami yang sangat berbakat telah menciptakan beberapa gim tersukses," ujar Bobby Kotick, CEO, Activision Blizzard. "Bakat-bakat kelas dunia dan gim-gim luar biasa Activision Blizzard kini bergabung dengan teknologi, distribusi, akses terhadap SDM, serta visi ambisius dan komitmen kolektif Microsoft terhadap dunia gim dan inklusi. Perpaduan ini akan mendukung kesuksesan kami di tengah persaingan industri yang semakin sengit."

Perangkat seluler adalah segmen terbesar di industri gim, dan hampir 95% pemain gim di seluruh dunia bermain gim pada perangkat seluler. Lewat tim dan teknologi terbaik, Microsoft dan Activision Blizzard akan membantu pemain menikmati gim-gim yang paling imersif, seperti "Halo" and "Warcraft", hampir di setiap lokasi pilihan mereka. Lewat gim-gim seperti "Candy Crush", bisnis Activision Blizzard di segmen perangkat seluler, notabene segmen yang berkembang pesat, memberikan jangkauan luas dan peluang bagi Microsoft.

Akuisisi ini juga melengkapi portofolio Game Pass Microsoft. Bahkan, peluncuran gim-gim Activision Blizzard pada Game Pass telah direncanakan. Game Pass berhasil membuat pencapaian baru setelah memperoleh lebih dari 25 juta pelanggan. Activision Blizzard memiliki hampir 400 juta pengguna aktif bulanan di 190 negara, dan gim-gim yang bernilai tiga miliar dolar. Lewat akuisisi ini, Game Pass akan memiliki salah satu konten gim yang paling menarik dan beraneka ragam di industri. Setelah transaksi selesai, Microsoft akan memiliki 30 studio pengembangan gim internal, serta keahlian baru dalam penerbitan dan produksi esports.

Transaksi ini menunggu persyaratan penyelesaian transaksi yang berlaku, serta kajian regulasi dan persetujuan pemegang saham Activision Blizzard. Transaksi ini diperkirakan selesai pada tahun buku 2023, dan tecermin dalam laba bersih per saham di luar metode GAAP setelah transaksi selesai. Transaksi ini telah disetujui dewan direktur Microsoft dan Activision Blizzard.


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Coway Merilis Laporan Keuangan Triwulan I-2022

Coway Merilis Laporan Keuangan Triwulan I-2022
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Coway Co., Ltd., "The Best Life Solution Company", hari ini merilis laporan keuangan Triwulan I-2022. "Pertu...


Wamendag Resmikan Warung Digital di Pangkalpinang

Wamendag Resmikan Warung Digital di Pangkalpinang
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menyampaikan, Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak 2020 memaksa pelaku usaha...


Perdagangan Digital Akan Tetap Menjadi Pendorong Tangguh untuk Pertumbuhan Ritel di Kuartal Kedua 2022

Perdagangan Digital Akan Tetap Menjadi Pendorong Tangguh untuk Pertumbuhan Ritel di Kuartal Kedua 2022
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Digital Commerce Confidence Index (DCCI) Lazada yang dilakukan di kuartal pertama 2022 menunjukkan bahwa penjual di Asia Tengg...


Kuartal Pertama 2022 : Telkom Bukukan Pendapatan Konsolidasi Rp35,2 Triliun

Kuartal Pertama 2022 : Telkom Bukukan Pendapatan Konsolidasi Rp35,2 Triliun
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Mengawali tiga bulan pertama 2022, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mencatat kinerja yang terus tumbuh. Perseroan me...