Kamis, 26 November 2020

Follow us:

infobrand

infobrand

Pentingnya Menerapkan Strategi Marketing Iblis Pada Bisnis

Posted by: 14-08-2020 14:48 WIB 1129 viewer

Pentingnya Menerapkan Strategi Marketing Iblis Pada Bisnis
Editor in Chief INFOBRAND.ID, Panji Nurdiyan Syah (kiri) dan Pengamat ekonomi sekaligus dosen Universitas Airlangga (Unair), Dr. Gancar Candra Premananto, MSi., CMA (kanan)

JAKARTA, INFOBRAND.ID – Pengamat ekonomi sekaligus dosen Universitas Airlangga (Unair), Dr. Gancar Candra Premananto, MSi., CMA mengatakan bahwa tokoh pemasaran terkemuka baik di dunia maupun di akhirat adalah iblis. Hal ini disampaikannya pada acara webinar Indonesia Brand Network yang bekerjasama dengan TRAS N CO Indonesia, INFOBRAND.ID dan Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (Unair) serta SmartFM pada Kamis (13/8).

“Semua orang tahu siapa itu iblis. Buktinya iblis sering dijadikan logo atau lambang pada berbagai kelompok seperti kelompok band, sepakbola, bahkan warung makan pun pakai logo iblis. Jadi hampir semua orang itu tahu siapa iblis,” kata dia.

Menurut Gancar, strategi iblis dalam memasarkan produknya adalah dengan menawarkan kemasan yang indah untuk mempengaruhi nafsu dan bukan akal. Dan keindahan yang tampak bukanlah keindahan yang sebenarnya dari produk yang ditawarkannya itu.

“Memasarkan produk negatif dan yakin produk itu sukses adalah keahlian dari iblis. Lalu apa yang bisa kita pelajari dari sini, yaitu optimisme untuk menjual produk. Kalau kita tidak belajar bagaimana pemasaran yang dilakukan iblis, maka kita sebagai target pasarnya bisa termanipulasi. Jadi kita harus mempelajari ini,” jelasnya.

Lebih lanjut Gancar mengatakan bahwa marketing iblis merupakan suatu strategi dan program yang menarik. Strategi ini dapat dianalogikan seperti menjual garam pada seekor bekicot sesuai dengan tema webinar yang disampaikannya yakni “How to Sell Salt to Snail?”.

“Apa kita bisa menjual garam kepada bekicot yang pada dasarnya garam itu adalah musuhnya bekicot? Jadi bagaimana kita menjual produk yang kemudian konsumennya mendapatkan bahaya dari produk tersebut bahkan sampai mati. Bagaimana menjual produk yang seperti itu?,” tanya Gancar.

“Jadi intinya ada hikmah dari pembelajaran yang mungkin kita dapatkan. Karena ini juga ada di dalam kitab suci untuk mendapatkan ilmu,” katanya.

Jadi salah satu visi aktivitas pemasaran yang menarik dari marketing iblis adalah optimisme untuk memasarkan produk. Dimana produk-produk yang ditawarkan iblis adalah sesuatu yang negatif yang memberikan konsekuensi buruk kepada konsumennya, namun optimis bahwa produk itu akan sukses dan mendapatkan konsumen loyal sebanyak-banyaknya.

“Dengan demikian belajar pemasaran dari iblis merupakan hal yang menarik untuk melihat strategi dan program yang menjadi kiat sukses iblis. Jangan sampai niat dan produk yang baik malah kehilangan optimisme untuk sukses di pasaran,” tutupnya.


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Bisnis Online dan Digital Branding

Bisnis Online dan Digital Branding
Tren pembelian online di masa new normal memicu perkembangan bisnis online di Indonesia. Di balik kondisi ekonomi yang menurun, justeru ada titik tera...


Pentingnya Menerapkan Strategi Marketing Iblis Pada Bisnis

Pentingnya Menerapkan Strategi Marketing Iblis Pada Bisnis
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Pengamat ekonomi sekaligus dosen Universitas Airlangga (Unair), Dr. Gancar Candra Premananto, MSi., CMA mengatakan bahwa...


Sertifikat Halal Dapat Meningkatkan Daya Saing Produk UMKM di Tingkat Global

Sertifikat Halal Dapat Meningkatkan Daya Saing Produk UMKM di Tingkat Global
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Prof.Ir. Sukoso, M.Sc, Ph.D  Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama RI mengataka...


Pelaku Bisnis Franchise Harus Bisa Melakukan Adaptasi di Masa New Normal

Pelaku Bisnis Franchise Harus Bisa Melakukan Adaptasi di Masa New Normal
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia, Tri Raharjo mengatakan bahwa para pelaku bisnis franchise harus b...