Jum'at, 21 Juni 2024

Follow us:

infobrand
10th INFOBRAND

Pentingnya Mengukur Kekuatan Brand di Era Digital

Posted by: 4350 viewer

Pentingnya Mengukur Kekuatan Brand di Era Digital
Chairman TRAS N CO Indonesia, Tri Raharjo

Kehadiran teknologi digital telah merubah banyak hal, mulai dari cara kita berteman, berhubungan dengan orang lain hingga mengubah wajah dunia bisnis bagi perusahaan. Hal ini menjadi penting, mengingat pengguna internet di Indonesia saat ini telah menyentuh angka 150 jutaan (berdasarkan data Hootsuite-red).

“Secara populasi, 56 persen penduduk di Indonesia sudah akses internet,” ujar Chairman TRAS N CO Indonesia, Tri Raharjo dalam seminarnya yang bertajuk ‘Digital Brand Analysis’ di malam penganugerahan Indonesia Digital Popular Brand Award 2019 di Shangri-La Hotel, Jakarta Selatan baru-baru ini.

Mengutip dari data Hootsuite, Tri menyampaikan kalau Youtube merupakan salah satu media sosial yang paling mendominasi para penggunanya saat ini. Disusul Whatsapp, Facebook dan Instagram. Sehingga, lanjutnya, era digital menjadi challenge yang sangat penting bagi para pelaku brand.

IKLAN INFOBRAND.ID

“Ini menarik kalau saya melihat beberapa pemain sudah membuat web series konten video yang sangat menarik. Sehingga pelaku brand harus kreatif dalam membuat konten supaya dilihat oleh jutaan orang dalam sarana digital,” tambahnya.

Digital Brand Analysis sendiri, kata Tri, merupakan sebuah penelitian terhadap sebuah brand sehingga para pelaku brand bisa meng-analize strategi seperti apa yang tepat untuk sebuah brand kedepannya.

“Karena setiap orang mencari referensi sudah pasti dengan berbagai kata kunci, sehingga kita bisa lihat berapa demand terhadap produk kita. Biasanya melalui sarana Google Keyword Plan yang lazim digunakan, kemudian melalui Facebook dan Google Trend yang baru-baru ini dipakai oleh para media, terutama media-media politik,” tuturnya.

Tri menambahkan, pergeseran konsumen ke ranah digital telah membawa pengaruh yang sangat besar bagi para pelaku brand untuk berbenah diri. Dia memberi contoh pada salah satu perusahaan otomotif dari Jepang yang tak disebutkan namanya. Dimana saat itu dia menjadi pembicara di perusahaan tersebut.

“Jadi setahun yang lalu saya diundang untuk sharing didepan para marketers mereka itu belum terlalu melek digital. Tapi kemarin ketika saya diundang kembali, hampir 60 persen mereka itu sudah melek digital. Ini telah terjadi perubahan, karena konsumennya sudah bergeser. Sekarang konsumen mereka mencari produk otomotif sudah dari internet,” katanya.

IKLAN INFOBRAND.ID

Dalam seminar yang saat itu dihadiri tak kurang dari 100 orang di Ballroom A Shangri-La, Tri juga membahas tentang teori David Aaker’s, seorang professor brand terkemuka dari Amerika. Dimana kata dia, ada 5 hal untuk membuat brand equity model yakni perceived brand quality, brand awareness, brand loyalty, brand association dan brand assets.

“Saya coba menterjemahkan konsep ini ke dalam teori digital, kira-kira kayak apa. Supaya adaptifnya dapat. Kenapa? Karena boleh dibilang Indonesia Digital Popular Brand Award mungkin di dunia baru di Indonesia saja. Nah, ini sebuah kekuatan. Karena sebelum kita launch, di beberapa negara itu belum ada, sehingga kita membuat suatu konsep yang mendekati,” kata Tri.

Adapun untuk aspek pengukurannya sendiri, menurut Tri, ada beberapa faktor. Pertama adalah market research melalui Google Search, Google Trend, Facebook Search dan Market Place. Kemudian yang kedua adalah brand awareness yang diciptakan melalui search engine.

“Sekarang orang mencari foto bisa lewat googling, orang cari video mudah, orang cari artikel ada disana. Bagaimana brand kita mendominasi mesin pencari, itu yang menjadi catatan. Jadi kalau brand kita sudah mendominasi mesin pencari, tentunya brand awareness kita juga akan meningkat,” katanya.

Selanjutnya melalui website yang dimana sebuah konten adalah kunci utamanya. Dimana konten tersebut harus sesuai dengan target yang dibidik. Ditambah sosial media yang menurutnya saat ini semakin agresif.

IKLAN INFOBRAND.ID

“Sosial media juga perlu dimonitoring, supaya image brand kita bisa terjaga dengan baik,” pungkasnya.

Baca berita lainnya di Google News


Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV

Article Related


Chicking Indonesia Tawarkan Sensasi Makanan Khas Timur Tengah

Chicking Indonesia Tawarkan Sensasi Makanan Khas Timur Tengah
INFOBRAND.ID-Chicking, restoran asal Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) yang menawarkan menu makanan khas Timur Tengah. Chicking menyajikan hidangan kh...


Ayam Goreng Fatmawati di Makassar Rebranding Jadi Lokarasa

Ayam Goreng Fatmawati di Makassar Rebranding Jadi Lokarasa
INFOBRAND.ID-Rebranding memang bukanlah menjadi hal yang asing bagi perusahaan. Langkah ini menjadi salah satu bagian dari strategi bisnis. Banyak ala...


Kisah Inspiratif Ayam Penyet Ria, Usaha Sederhana Sukses Go Global

Kisah Inspiratif Ayam Penyet Ria, Usaha Sederhana Sukses Go Global
INFOBRAND.ID-Di masa Pandemi Covid-19 berkepanjangan membawa banyak dampak dan perubahan signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat. Tak...


Ingin Ikut Kemitraan Tomoro Coffee? Segini Biaya Investasinya

Ingin Ikut Kemitraan Tomoro Coffee? Segini Biaya Investasinya
INFOBRAND.ID-Masyarakat Indonesia termasuk salah satu penikmat kopi. Bahkan, ngopi saat ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup, terutama m...