Ahad, 21 April 2024

Follow us:

infobrand
10th INFOBRAND

Perbankan Harus Adaptif Dengan Teknologi Digital Banking 4.0

Posted by: 2537 viewer

Perbankan Harus Adaptif Dengan Teknologi Digital Banking 4.0
Ilustrasi transaksi kartu kredit dengan internet banking (Istimewa)

JAKARTA, INFOBRAND.ID Era digital banking 4.0 menjadi peluang perbankan untuk lebih berinovasi. Hal ini dilakukan guna menyikapi persaingan seiring dengan pesatnya pertumbuhan financial technology (fintect) di Indonesia. Oleh karena itu, perbankan dituntut untuk lebih adaptif terhadap perkembangan era digital banking 4.0.

“Apakah perkembangan digital akan menyebabkan disruption bagi perbankan? Iya jika kita tidak menyikapi. Sebab, perilaku konsumen berubah. Teknologi digital membuka kompetisi, kedatangan fintech juga membuka persaingan. Ini harus disikapi,” ujar Deputi Direktur Produk, Aktivitas, dan APU PPT OJK, Tris Yulianta dalam siaran persnya.

Untuk itu, kata dia, OJK telah menyusun Peraturan OJK (POJK) Nomor 12/2018 yang salah satunya bertujuan untuk mendukung efisiensi operasional, meningkatkan layanan, dan mengadopsi teknologi TI.

IKLAN INFOBRAND.ID

“Dengan regulasi itu, harusnya perbankan bisa menyikapi disruption karena dari sisi regulasi sudah cukup mendukung. Pendek kata, layanan perbankan sudah bisa dalam genggaman tangan,” paparnya.

Menyadari hal itu, lanjut Tris, perbankan harus memanfaatkan era digital banking sebagai peluang untuk meningkatkan performance perbankan secara keseluruhan. “Arahnya kita dorong perbankan untuk sinergi dan kolaborasi dengan fintech di era digital banking,” tuturnya

Sementara itu, Chief Product and Services Officer Telkomtelstra, Agus F Abdillah menjelaskan bahwa perkembangan pesat era digital banking 4.0 di sektor perbankan dan finansial telah mengubah dan mendisrupsi model bisnis saat ini.

“Hampir semua di sektor finansial dan perbankan, mulai dari deposit, lending, payment system, asuransi, hingga multifinance dimasuki oleh model bisnis baru yang berbasis platform. Ini yang banyak terjadi,” ucapnya.

Menurut Agus, jika perbankan belum menggunakan ini, maka akan sangat mudah didisrupsi oleh fintech yang baru-baru. “Nah, bagaimana fintech bisa melakukan itu, antara lain dengan memperbaiki customer experience memanfaatkan teknologi IT. Teknologi seperti apa, ada tiga yang menonjol, yakni dari sisi network, cloud, dan security,” pungkasnya. [ded]

Baca berita lainnya di Google News


Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV

Article Related


Asik, Pokémon Playlab Kini Hadir di Kota Kasablanka

Asik, Pokémon Playlab Kini Hadir di Kota Kasablanka
INFOBRAND.ID, JAKARTA - AKG Entertainment, pemegang lisensi utama brand Pokémon di Indonesia bekerja sama dengan The Pokémon Company men...


Karyawan WINGS Group untuk Dukung Pengurangan Sampah Plastik

Karyawan WINGS Group untuk Dukung Pengurangan Sampah Plastik
INFOBRAND.ID - Yayasan WINGS Peduli ajak masyarakat kurangi sampah plastik dengan kampanyekan #PilahDariSekarang untuk peringati Hari Bumi. Dalam upay...


Kolaborasi dengan Lembaga Kemanusiaan, Tokopedia Permudah Masyarakat Berbagi Kebaikan

Kolaborasi dengan Lembaga Kemanusiaan, Tokopedia Permudah Masyarakat Berbagi Kebaikan
INFOBRAND.ID, JAKARTA - Tokopedia terus mengedepankan kolaborasi dengan berbagai lembaga kemanusiaan untuk mempermudah masyarakat menjalankan ibadah s...


Omega Hotel Management Luncurkan Restoran Cultural Taste of Indonesian,

Omega Hotel Management Luncurkan Restoran Cultural Taste of Indonesian,"Ramela"
INFOBRAND.ID-Omega Hotel Management dengan bangga akan segera meluncurkan restoran terbaru mereka yang menampilkan kekayaan kuliner Indonesia, &q...