Senin, 24 Juni 2024

Follow us:

infobrand
10th INFOBRAND

Pertama di Indonesia, Amandina Bumi Nusantara Implementasi SNI 8424:2017 untuk Resin PET Daur Ulang

Posted by: 539 viewer

Pertama di Indonesia, Amandina Bumi Nusantara Implementasi SNI 8424:2017 untuk Resin PET Daur Ulang
Amandina Bumi Nusantara Implementasi SNI 8424:2017 untuk Resin PET Daur Ulang

INFOBRAND.ID-PT Amandina Bumi Nusantara (Amandina) telah mengimplementasikan dan mendapatkan Sertifikat Produk Penggunaan Tanda (SPPT) SNI dari Badan Standardisasi Nasional (BSN) untuk Standar Nasional Indonesia (SNI) 8424:2017. Dengan demikian, Amandina menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang mengimplementasikan dan mendapatkan sertifikat SNI.

SNI 8424:2017, yang diinisiasi oleh Kementerian Perindustrian Indonesia, adalah standar yang dirancang untuk melindungi kepentingan konsumen dan menjaga kualitas produk resin PET daur ulang. Standardisasi ini meliputi tahap kualifikasi yang ketat, prosedur pengambilan sampel, pengujian, dan penilaian produk yang berstandar tinggi, dan telah menjadi acuan sejak diluncurkan pada tahun 2017.

Dijelaskan Suharji Gasali, Managing Director Amandina Bumi Nusantara, dalam diskusi panel bertajuk ‘SNI Resin PET Daur Ulang: Seimbangkan Keamanan dan Lingkungan dalam Regulasi Kemasan’, yang digelar Amandina bersama CocaCola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia) di Jakarta, hari ini (14/11), "Amandina terus berkomitmen untuk mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi polusi plastik dan ketergantungan terhadap sumber daya alam melalui produk daur ulang berkualitas tinggi.”

IKLAN INFOBRAND.ID

Sebagai pabrik daur ulang PET pertama di Indonesia yang mendapatkan sertifikasi SNI 8424:2017 untuk produk resin PET daur ulang, lanjutnya, hal itu menunjukkan dedikasi Amandina dalam mematuhi standar global dan regulasi lokal untuk menjaga keamanan produk dan konsumen. “Langkah ini diharapkan dapat membangun kepercayaan konsumen, mendorong lebih banyak industri beralih ke produk daur ulang, sehingga dampak positifnya pada masyarakat dan lingkungan semakin besar,” terang Suharji.

Lebih jauh ia menegaskan, Amandina memiliki visi untuk menjadi pemimpin dalam produksi bahan daur ulang food grade seperti rPET, rHDPE, dan rPP di Indonesia. “Dengan kapasitas produksi kami yang mencapai 25.000 ton per tahun, kami berkomitmen untuk tumbuh secara bertanggung jawab, memberikan nilai berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan,” tandas Suharji.

Sebagai pengguna pertama produk resin PET daur ulang yang berstandar SNI di Indonesia, CCEP Indonesia mengakui dampak positif dari pencapaian Amandina. Standardisasi ini mendukung komitmen CCEP Indonesia dalam menyediakan produk berkualitas tinggi yang sejalan dengan rencana keberlanjutan global mereka.

Dituturkan Diem Nguyen, Direktur Supply Chain CCEP Indonesia & Papua Nugini, “Dengan memperoleh sertifikasi standar nasional untuk resin PET daur ulang, maka telah menegaskan komitmen kami untuk kualitas dan keamanan tertinggi bagi konsumen. Ini membuktikan bahwa perlindungan konsumen dan lingkungan bisa berjalan beriringan. Kami mendorong industri lain untuk bergabung dalam perjalanan keberlanjutan ini.”

Dia pun menjelaskan lebih jauh tentang strategi keberlanjutan CCEP Indonesia, yang tertuang dalam program 'This is Forward'. Program ini mencakup enam pilar utama, yakni iklim, air, kemasan, produk minuman, rantai pasok, dan karyawan-masyarakat. Khusus di pilar kemasan, CCEP Indonesia menargetkan 100% kemasan dapat didaur ulang pada tahun 2025, memastikan 50% penggunaan plastik daur ulang pada tahun yang sama, menghilangkan penggunaan plastik murni dalam semua kemasan pada tahun 2030, dan mengumpulkan serta mendaur ulang semua kemasan plastik dan kaleng yang mereka jual pada tahun 2030.

IKLAN INFOBRAND.ID

Pada kesempatan yang sama, Andi Rizaldi, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian Indonesia, menyampaikan, "Kemenperin mendukung tumbuhnya ekosistem industri yang ramah lingkungan. Melalui Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri, yang bersinergi dengan Balai Besar Kima dan Kemasan (BBKK) yang bernaung di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI), kami menyusun SNI 8424:2017 Resin PET Daur Ulang sebagai bagian dari kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk akademisi dan lembaga masyarakat.”

Dia juga menegaskan bahwa penetapan sertifikasi standar nasional dapat meningkatkan daya saing industri di pasar global dan mendorong terwujudnya industri hijau menuju Visi Indonesia Emas 2045.

Baca berita lainnya di Google News


Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV

Article Related


Chicking Indonesia Tawarkan Sensasi Makanan Khas Timur Tengah

Chicking Indonesia Tawarkan Sensasi Makanan Khas Timur Tengah
INFOBRAND.ID-Chicking, restoran asal Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) yang menawarkan menu makanan khas Timur Tengah. Chicking menyajikan hidangan kh...


Ayam Goreng Fatmawati di Makassar Rebranding Jadi Lokarasa

Ayam Goreng Fatmawati di Makassar Rebranding Jadi Lokarasa
INFOBRAND.ID-Rebranding memang bukanlah menjadi hal yang asing bagi perusahaan. Langkah ini menjadi salah satu bagian dari strategi bisnis. Banyak ala...


Kisah Inspiratif Ayam Penyet Ria, Usaha Sederhana Sukses Go Global

Kisah Inspiratif Ayam Penyet Ria, Usaha Sederhana Sukses Go Global
INFOBRAND.ID-Di masa Pandemi Covid-19 berkepanjangan membawa banyak dampak dan perubahan signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat. Tak...


Ingin Ikut Kemitraan Tomoro Coffee? Segini Biaya Investasinya

Ingin Ikut Kemitraan Tomoro Coffee? Segini Biaya Investasinya
INFOBRAND.ID-Masyarakat Indonesia termasuk salah satu penikmat kopi. Bahkan, ngopi saat ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup, terutama m...