Jum'at, 23 Februari 2024

Follow us:

infobrand

Riset Tokopedia: Selama Pandemi, Jumlah Perempuan Pegiat UMKM Lebih Tinggi Daripada Laki-laki

Posted by: 1255 viewer

Riset Tokopedia: Selama Pandemi, Jumlah Perempuan Pegiat UMKM Lebih Tinggi Daripada Laki-laki
Foto dari Tokopedia

JAKARTA, INFOBRAND.ID - Pandemi justru menjadi momentum untuk memulai usaha daring. Data Tokopedia menunjukkan ada penambahan jumlah penjual di platformnya selama pandemi sebesar 3,7 juta dari 7,3 juta (Februari 2020, sebelum pandemi) menjadi lebih dari 11 juta (Juni 2021).

“Riset LPEM FEB UI 2020 di sisi lain mengungkap bahwa jumlah perempuan pegiat UMKM yang memulai bisnis dari nol lewat Tokopedia selama pandemi hampir 1,5x lipat lebih tinggi dibandingkan jumlah laki-laki,” ungkap Head of Category Development (Fashion) Tokopedia, Falah Fakhriyah.

Di kategori Makanan dan Minuman, Prima Hayuningputri dan Anika Miranti adalah contoh perempuan pegiat UMKM yang memulai bisnis di tengah pandemi lewat Tokopedia. Usaha mereka Mad Bagel mengalami peningkatan penjualan hampir 4x lipat berkat mengikuti Tokopedia Nyam.

IKLAN INFOBRAND.ID

Dakara Indonesia, VIVIZUBEDI, Ederra Indonesia, NRHxNabilia merupakan contoh lain bisnis yang juga didirikan perempuan-perempuan pegiat UMKM lokal penggerak kategori Fesyen di Tokopedia. Mereka mengaku merasakan dampak dari pemanfaatan platform digital Tokopedia, salah satunya dengan mengikuti kampanye, seperti Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Muslim Fash Forward.

Dakara Indonesia mengalami kenaikan transaksi lebih dari 2x lipat setelah mengikuti kampanye Hari BBI 2021. Sementara omzet VIVIZUBEDI meningkat 3x lipat sejak bergabung di Tokopedia.

Jumlah transaksi Ederra Indonesia bertumbuh 9x lipat selama kuartal II/2021 dibanding periode yang sama pada dua tahun lalu. Di sisi lain, penjualan NRHxNabilia meningkat 10x lipat.

Tokopedia juga konsisten membantu sebanyak-banyaknya perempuan pegiat UMKM lokal lainnya melalui berbagai panggung digital yang sebelumnya merupakan kegiatan offline, seperti Market & Museum at Home, OH! Beauty Festival, Semasa di Tokopedia dan masih banyak lainnya.

Berbagai inisiatif tersebut telah mendorong tren belanja kebutuhan sehari-hari termasuk produk fesyen, kecantikan, kesehatan dan perawatan diri secara online terus meningkat selama pandemi.

IKLAN INFOBRAND.ID

“Kategori Kecantikan dan Fesyen di Tokopedia menjadi beberapa kategori dengan peningkatan paling pesat selama kuartal II/2021 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya,” kata Falah.

Kaos polos dan celana pendek menjadi produk fesyen paling diburu di Tokopedia. Sementara jilbab, pashmina dan mukena bordir adalah produk fesyen muslim paling populer. Di kategori Kecantikan, serum wajah, krim malam dan toner lokal menjadi produk paling laris.

Tidak hanya mendukung perempuan pegiat UMKM lokal, Tokopedia juga terus memberikan ruang kepada para talenta digital perempuan untuk berkarya bagi Indonesia.

Baca berita lainnya di Google News


Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV

Article Related


Garuda Indonesia Luncurkan Pesawat Pokemon

Garuda Indonesia Luncurkan Pesawat Pokemon
INFOBRAND.ID - Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia, secara resmi mengumumkan peluncuran livery terbarunya yakni kartun Pokemon yang lucu pa...


Lindungi Pengguna, WhatsApp akan Batasi Screenshot Foto Profil

Lindungi Pengguna, WhatsApp akan Batasi Screenshot Foto Profil
INFOBRAND.ID, JAKARTA - Aplikasi pesan instan, WhatsApp, tengah melakukan pengetesan untuk pembatasan tangkapan layar atau screenshot pada foto profil...


Garuda Indonesia Laksanakan CNY Sales Blitz di Kuala Lumpur

Garuda Indonesia Laksanakan CNY Sales Blitz di Kuala Lumpur
INFOBRAND.ID, JAKARTA - Maskapai nasional Garuda Indonesia menggelar "Chinese New Year (CNY) Sales Blitz 2024" selama empat hari sejak 19 Fe...


Analisis Ekonomi: Tahan BI-Rate di level 6% dapat Menekan Inflasi jelang Ramadhan

Analisis Ekonomi: Tahan BI-Rate di level 6% dapat Menekan Inflasi jelang Ramadhan
INFOBRAND.ID - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 20-21 Februari 2024 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 6,00%, suku bunga De...