Rabu, 20 Maret 2019

Follow us:

infobrand

infobrand

Siasat Sukses Membangun Brand di Era Digital

Posted by: 13-03-2019 16:21 WIB 42 viewer

Siasat Sukses Membangun Brand di Era Digital
Ilustrasi bisnis digital (Istimewa)

Satu dekade terakhir terjadi perubahan perilaku masyarakat dalam mencari informasi. Media digital belakangan ini menjadi source utama masyarakat dalam memperoleh informasi tentang banyak hal, sampai dalam memutuskan membeli barang/jasa. Search enginee sudah seperti kamus yang bisa menjawab apa saja kebutuhan kita. Tak pelak,  industri ini  mulai melakukan transformasi dengan memanfaatkan teknologi digital sebagai arena membangun brand.

Founders and Chairman TRAS N CO,  Tri Rahajo mengatakan, tren perilaku konsumen sekarang dalam berbelanja mengalami perubahan. Untuk memenuhi segala kebutuhannya, yang pertama dilakukan adalah mengecek lewat smartphone.  Mereka tinggal berselancar di internet,  dengan kata kunci mereka mencari referensi  produk lewat search enginee, e-commerce, social media atau website.

Sekarang ini, pemilik brand yang skala usahanya besar juga tengah melakukan transformasi di lini pemasarannya yang mulai bergeser masuk ke digital marketing. “Kalau dulu agent offline, tapi sekarang, mulai dari produsen, distributor, agen hingga ritel, sekarang berpromosi lewat media digital,”terang Tri , Founder INFOBRAND GROUP ini.

Tak pelak, pemilik brand tak boleh lengah.  Produsen pemanas air PT Wika Karya Industri Energi  (Wika) misalnya. Firmansyah, Marketing Manager Wika mengklaim saat ini produk Wika SWH (Wika Solar Water Heater)  menguasai sekitar 35% pasar Solar Water Heater di tanah air.

Lebih lanjut ditambahkan   kegiatan  marketing  Wika saat ini dalam masa transisi menuju digital.  Selain distributor, agen dan ritel Wika  juga memaksimalkan  digital marketingnya  secara interaktif baik melalui website,  social media dan search enginee dengan single image.  “Kami punya tim digital media khusus dan konten-konten itu menjadi brain storming mereka yang pegang digital media,”ujarnya.

Di industry e-commerce ada Bukalapak.com yang berorientasi  memajukan UKM di tanah air. Meski lahir dari ranah digital, platform e-commerce ini juga mengkombinasikan aktifitas promosinya lewat bauran pemasaran di lini below the line, above the line dan media digital dengan membangun komunitas pelapak.   Satu pelapak  omsetnya bisa sampai  Rp 200 juta per bulan. “Kalau  satu pelapak bisa Rp 200 juta/bulan, bayangkan berapa besar potensinya?,”kata Tri.

Salah satu pelapaknya  adalah Ressy Chandra Puspita, seorang ibu rumah tangga yang memutuskan berbisnis online setelah melihat potensi besar di platform e-Commerce Bukalapak. Bermula dari pengalaman pribadi ketika ia repot menggendong buah hatinya di sepeda motor. Dari pengalaman itu ia menciptakan gendongan bayi model kanguru di kisaran tahun 2010.

Tak dinyana usaha gendongan bayinya disukai konsumen. Ia pun mulai membangun brand bernama Zatra  dengan  memanfaatkan  banyak channel social media. Alhasil pertumbuhan penjualannya kini terus naik dan kini ia memiliki lebih dari dari 20 karyawan dan 10 distributor dan sejumlah reseller.

Ada juga pelapak  Kolaliandri Ginting yang mampu meraup keuntungan sekitar Rp 800 juta selama berjualan online di Bukalapak. Sejak 2016 berjualan online di Bukalapak menawarkan mesin pertanian. Tapi salah satu produk andalannya adalah mesin cuci sepeda motor-mobil portabel yang ia rakit sendiri.

Produsen lokal sangat diuntungkan oleh kehadiran platform seperti Tokopedia. Tokopedia menciptakan peluang bagi para produsen lokal, 85 juta pengunjung per bulan. “Untuk bergabung ke platform Tokopedia sangatlah mudah, hanya perlu mendaftar dan dalam 2 menit,”tutur Vice President of Brand Tokopedia, Andi Djoewarsa.

Menurut Andi, kehadiran platform e-commerce  sangat membantu distribusi brand. Platform e commerce dengan jumlah pengunjung sebesar Tokopedia memungkinkan sebuah brand mendapatkan akses dan exposure pasar yang lebih besar.

Dalam platform e-commerce, lanjutnya, brand dapat dikembangkan lebih secara ekuitas apabila brand tersebut mampu memberikan pelayanan jual dan purna jual yang mumpuni dengan membangun hubungan baik dengan konsumennya.  “Contoh, merespon pesan dengan cepat; jika ada masalah dengan ketersediaan barang harus proaktif mengkomunikasikan dan menawarkan solusi terbaik,”terang  mantan GM Brand Communications and Activation XL ini.

Sukses lain di bisnis digital dialami Ignatius Untung, Country General Manager Indonesia Rumah 123. Ia menyebut penjualan platform rumah123.com  mencapai Rp 400 triliun per tahun. Sejak 2015 sampai sekarang rumah123.com tumbuh 15 kali. 

Cerita lainnya tentang sukses tribunnews.com bertengger di peringkat teratas versi Alexa patut dijadikan role model dalam membangun brand di era digital. Padahal portal berita online ini merupakan follower  yang mampu menyalip detik.com sebagai pioneer yang sebelumnya bertahun-tahun  berada di posisi teratas.

Portal berita dari Gramedia Group ini  mampu menghadirkan kearifan  lokal dari sebuah nilai berita. Jaringan tribun.news.com yang tersebar di sejumlah daerah – dengan mengusung berita lokal -- mampu membangun proximity (nilai kedakatan) dari sebuah berita.

Paling tidak, formula kebijakan redaksional itu yang menjadi kunci tribunnews.com bisa menduduki peringkat teratas dalam kategori berita online. Pertanyaannya, apakah sukses itu dapat diadopsi dalam membangun brand di era digital saat ini?

Kenapa tidak, kekuatan media konvensional perlahan tapi pasti mulai tergerus dengan eksistensi gelombang keempat teknologi informasi dan komunikasi. Kini harus informasi ada di genggaman masyarakat.

Seperti  brand perlengkapan dapur Oxone yang kuat dengan jaringan resellernya . Pemilik brand Oxone, Ifan Kesuma mengaku tak akan meninggalkan sistem keagenan yang melibatkan para ibu rumah tangga yang memang mulai kewalahan geraknya di era milenial. Demikian juga dengan para sales promotion yang ditempatkan di modern market, setidaknya omset tergerus karena arus digital marketing yang tak terbendung.

Ifan justru mengambil sikap, tetap menguatkan sisi keagenan dengan menambah kekuatan baru di lini digital marketing yang saat ini mulai memberikan kontribusi penjualan yang cukup signifikan dan membuat nama Oxone tambah kuat  di pasar perlengkapan dapur. Omset pun terjaga dengan pertumbuhan rata-rata 20% per tahun.

Terkait dengan kegiatan promosi,  ia mulai  mengalihkan  iklan Oxone dari  media cetak  ke saluran komunikasi yang lain seperti broadcast dan saluran digital. Karena tak dapat dipungkiri bahwa era media cetak akan hilang.

Itu merupakan salah satu case yang mulai memperhitungkan kekuatan digital marketing dalam melakukan penetrasi pasar. Namun demikian, kekuatan digital marketing dalam membangun brand belum maksimal dilakukan para pelaku usaha. Masih banyak pelaku usaha yang hanya memanfaatkan platform digital sebagai sales channel semata. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi para pemilik brand mensiasati pasar di era digital. []


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Siasat Sukses Membangun Brand di Era Digital

Siasat Sukses Membangun Brand di Era Digital
Satu dekade terakhir terjadi perubahan perilaku masyarakat dalam mencari informasi. Media digital belakangan ini menjadi source utama masyarakat dalam...


Millennials  & Creativity

Millennials & Creativity
Memang tak mudah untuk mendapat gelar Startup Unicorn.   Tapi Indonesia punya anak-anak muda kreatif yang menggawangi perusahaan rintisan&nb...


Fenomena Dual Screen

Fenomena Dual Screen
PT The  Nielsen  Company Indonesia (Nielsen) cukup adaptif melihat  perkembangan media di Indonesia.  Kami  punya  layan...


Membangun Marketing Channel di Media Digital

Membangun Marketing Channel di Media Digital
Sejatinya media digital bisa menjadi sarana yang powerfull untuk melakukan serangkaian aktifitas marketing. Namun, hingga saat ini media digital baru...


Strategic Branding Management

Strategic Branding Management
Mengembangkan brand dibutuhkan alokasi resources yang  tepat. Tak hanya pada alokasi budget marcom, tak kalah penting adalah memilih orang yang t...


Membidik Pasar Milenial

Membidik Pasar Milenial
Berbicara digital dan milenial  itu dua hal yang saling berhubungan.   Enabler atau teknologi nya adalah digital, customernya  ada...


Menjadi Digital Brand Champion

Menjadi Digital Brand Champion
Tak dipungkiri bila marketing digital mempengaruhi market offline. Founder & Chairman TRAS N CO Indonesia, Tri Raharjo mengungkapkan, sebagian bes...


Perspektif Membangun Brand di Sektor Pariwisata

Perspektif Membangun Brand di Sektor Pariwisata
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebesar 20 juta sampai akhir 2019. Selama 4 tahun target  kunj...


Keniscayaan Membangun Brand Lewat Digital

Keniscayaan Membangun Brand Lewat Digital
Perkembangan teknologi informasi merubah peradaban manusia. Bila dulu untuk mendapat informasi peristiwa hari ini, baru esok harinya masyarakat dapat...


Digital Branding Atau Tergerus?

Digital Branding Atau Tergerus?
Membangun merk di dunia digital menjadi kewajiban bagi pemilik brand yang ingin eksis menjaga market sharenya. Pasalnya, tren perilaku konsumen di era...


Usaha Sendiri Atau Franchise, Mana Lebih Untung?

Usaha Sendiri Atau Franchise, Mana Lebih Untung?
Ada banyak strategi yang bisa dipilih saat baru akan mulai merintis sebuah usaha, bisa dengan membuka usaha sendiri atau pun dengan membeli bisnis fra...


Edukasi Digital Branding bagi Decision Makers yang masih Zaman OLD

Edukasi Digital Branding bagi Decision Makers yang masih Zaman OLD
Membangun citra sebuah brand menjadi salah satu hal penting dalam dunia bisnis untuk keluar dari kerumunan pilihan brand yang begitu banyak bagi konsu...


Kenaikan Dolar Tidak Berpengaruh Pada Bisnis Franchise di Indonesia

Kenaikan Dolar Tidak Berpengaruh Pada Bisnis Franchise di Indonesia
INFOBRAND.ID - Kondisi nilai tukar rupiah saat ini terus tergerus terhadap Dolar Amerika Serikat (AS). Dimana nilainya per hari ini (28/9/2018) mencap...


Strategi Autentik Untuk Brand, Produk Dan Layanan

Strategi Autentik Untuk Brand, Produk Dan Layanan
Banyak pembelajaran menarik bisa dipetik saat mengamati berbagai bisnis. Kali ini kita bahsa aspek yang dikaitkan dengan preferensi konsumen.  Me...


Adakah Yang Mau Membeli Barang Semahal Itu???

Adakah Yang Mau Membeli Barang Semahal Itu???
Kalimat diatas seringkali kita dengar dari beberapa orang terhadap barang yang sangat mahal. Tentunya akan lebih berbahaya jika diucapkan bagi tenaga...